Corona Meningkat Tajam, Macron Umumkan Lockdown Kedua di Prancis

BBC Indonesia - detikNews
Kamis, 29 Okt 2020 11:14 WIB
Foto ilustrasi: Warga kota Paris melongok dari jendela saat pandemi virus corona. (Getty Images)
Jakarta -

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan karantina wilayah atau 'lockdown' nasional kedua sampai paling lambat akhir November.

Macron berkata bahwa dengan kebijakan terbaru, yang berlaku mulai hari Jumat (30/10), masyarakat hanya dibolehkan meninggalkan rumah untuk pekerjaan esensial atau alasan kesehatan.

Tempat bisnis non-esensial, seperti restoran dan bar, akan tutup, namun sekolah dan pabrik tetap buka.

Angka kematian harian dengan Covid-19 di Prancis telah mencapai yang tertinggi sejak April. Pada Selasa (27/10), 33.000 kasus baru dikonfirmasi.

Macron berkata bahwa Prancis terancam "kewalahan oleh gelombang kedua yang tak diragukan lagi akan lebih sulit dari yang pertama".

Sementara Jerman akan memberlakukan lockdown darurat yang lebih longgar tapi mencakup penutupan restoran, sasana kebugaran, dan teater, kata Kanselir Angela Merkel pada Rabu (28/10).

Infeksi virus Covid-19 meningkat tajam di seluruh Eropa, termasuk Inggris Raya yang pada hari Rabu mengumumkan 310 kematian baru dan 24.701 kasus baru.

Jam malam berlaku di beberapa negara, termasuk bagi 46 juta orang di Prancis.

Kabar tentang pembatasan baru yang diberlakukan di ekonomi terbesar Eropa menyebabkan pasar saham anjlok pada hari Rabu. FTSE 100 milik Inggris Raya tutup dengan 2,6% lebih rendah, dan Dax milik Jerman menurun 4,2%. Indeks-indeks saham besar AS juga tenggelam 3,4% atau lebih.

Menginjak rem keras-keras

Dalam pidato yang disiarkan melalui televisi pada hari Rabu, Macron berkata bahwa Prancis sekarang harus "dengan brutal menginjak rem" demi mencegah "kewalahan akan akselerasi epidemik ini".

MacronPresiden Macron mengumumkan lockdown kedua di Prancis lewat pidato yang disiarkan melalui televisi. (Reuters)

"Virus ini menyebar dengan kecepatan yang tidak diantisipasi perkiraan yang paling optimis sekalipun," ujarnya, seraya menambahkan bahwa setengah dari semua ranjang perawatan intensif di rumah sakit Prancis kini diisi oleh pasien Covid.

Presiden Macron mengatakan bahwa di bawah aturan baru, masyarakat perlu mengisi formulir dan menjelaskan alasan mereka meninggalkan rumah, seperti yang disyaratkan dalam lockdown pertama pada bulan Maret. Pertemuan sosial dilarang sama sekali.

"Seperti di musim semi lalu, Anda akan dapat meninggalkan rumah hanya untuk bekerja, untuk janji dengan dokter, memberikan bantuan kepada kerabat, berbelanja barang-barang penting, atau berjalan-jalan di dekat rumah Anda," ujarnya.

Namun ia menjelaskan bahwa layanan publik dan pabrik akan tetap buka, seraya menambahkan bahwa ekonomi "tidak boleh berhenti atau runtuh".

Line chart shows coronavirus cases rising in European countriesBBC

Pembatasan baru di Jerman

Sebelumnya, Kanselir Angela Merkel mengatakan Jerman harus "bertindak sekarang" dan menyerukan "upaya nasional besar-besaran" untuk melawan penyebaran virus corona.

Meskipun Jerman memiliki tingkat infeksi yang lebih rendah daripada banyak negara Eropa lainnya, kecepatan penyebaran virus dalam beberapa pekan terakhir telah membuat Berlin khawatir.

"Sistem kesehatan kita masih dapat mengatasi tantangan ini hari ini, tetapi dengan kecepatan infeksi ini, ia akan mencapai batas kapasitasnya dalam beberapa minggu," kata Merkel.

Police officers check the people wearing face masks at Wilmersdorfer Strasse shopping street, as the coronavirus disease (COVID-19) outbreak continues, in Berlin, Germany, October 26, 2020

Reuters

Lockdown parsial akan dimulai di Jerman pada 2 November, berdasarkan ketentuan yang disetujui oleh Merkel dan 16 perdana menteri negara bagian:

  1. Sekolah dan taman kanak-kanak akan tetap buka
  2. Kontak sosial akan dibatasi untuk dua rumah tangga dengan maksimal 10 orang dan pariwisata akan dihentikan
  3. Bar akan tutup dan pelayanan restoran akan terbatas hanya untuk makanan yang dibawa pulang atau takeaway
  4. Panti tato dan pijat akan ditutup

Perusahaan kecil yang terdampak oleh lockdown ini akan mendapat ganti rugi hingga 75% dari pendapatan mereka pada November 2019.

Merkel dan perdana menteri negara bagian diperkirakan akan berkumpul kembali melalui konferensi video pada 11 November untuk menilai kembali situasinya

Kanselir mengatakan tindakan tersebut diperlukan demi menghindari keadaan darurat nasional.

Pemerintah Jerman ingin memungkinkan keluarga dan teman untuk bertemu pada hari Natal, namun infeksi harian telah melonjak ke 14.964 - level tertinggi baru - dengan 85 kematian lebih dilaporkan dalam periode 24 jam terakhir.

(ita/ita)