Penumpang Perempuan Australia Diminta Buka Baju di Bandara, Qatar Minta Maaf

BBC Indonesia - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 14:46 WIB
Foto ilustrasi: Seorang calon penumpang pesawat sedang menelepon di Bandara udara Doha, Qatar. (Getty Images)
Jakarta -

Qatar menyatakan akan menyelidiki tuduhan bahwa sejumlah perempuan yang menjadi penumpang di 10 penerbangan telah melalui penggeledahan yang invasif di Bandara Doha, Qatar.

Para perempuan itu diminta membuka baju dan diperiksa apakah mereka baru saja melahirkan setelah seorang bayi ditemukan di sebuah tempat sampah di Bandara Hamad pada 2 Oktober.

Sedikitnya 18 warga Australia diperiksa, beserta sejumlah perempuan dari negara lain, kata pemerintah Australia.

Pemerintah Qatar telah meminta maaf dan mengatakan bayi perempuan itu kini dalam keadaan aman di pusat perawatan medis di Doha.

Mereka mengatakan bayi yang baru lahir itu ditemukan dalam kantung plastik, diletakkan di bawah onggokan sampah, yang mendorong "pencarian segera untuk orang tuanya, termasuk pada penerbangan di area sekitar bayi itu ditemukan."

"Kendati tujuan pencarian dadakan itu mencegah pelaku kejahatan yang mengerikan melarikan diri, Qatar menyesali setiap penderitaan atau pelanggaran atas kebebasan pribadi yang dialami para pelancong akibat tindakan ini."

Para pejabat Qatar mengarahkan "investigasi yang komprehensif dan transparan" pada insiden tersebut, dengan bantuan negara lain.

Pesawat Qatar Airways

Foto ilustrasi: Australia telah menyerahkan masalah ini ke polisi federal, tetapi mengatakan akan menunggu kabar dari pejabat Qatar sebelum mengambil langkah lebih lanjut. (AFP)

Pemerintah Australia mengatakan mereka menerima bantuan dari pejabat Qatar dan mengkoordinasikan upaya mereka dengan "dua atau tiga" negara lain, namun menolak mengungkapkan nama negaranya.

Warga Australia bersuara

Pemeriksaan yang invasif itu diketahui pekan ini setelah sejumlah penumpang mengontak pihak berwenang di Australia.

Menteri Luar Negeri mengungkapkan bahwa 18 warga negara Australia telah digeledah.

Sebelumnya, pada hari Senin, dilaporkan ada 13 penumpang perempuan yang terdampak penggeledahan dalam penerbangan Qatar Airways ke Sydney

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne.

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne berkata perempuan di 10 pesawat berbeda menjalani pemeriksaan. (EPA)

Media Australia sebelumnya melaporkan bahwa semua semua perempuan dewasa, yang telah naik ke pesawat tujuan Sydney, diperintahkan untuk turun dan kemudian sebagian besar dari mereka digeledah.

Mereka dibawa ke ambulans di landasan dan disuruh melepas pakaian dalam mereka sebelum diperiksa.

Banyak perempuan menjadi stres setelahnya dan menerima dukungan kesehatan dari pemerintah Australia, kata saksi mata.

Pada hari Senin, Menteri Luar negeri Australia menyebut sejumlah laporan mengindikasikan bahwa perlakuan yang diterima para perempuan "di luar keadaan ketika perempuan dapat memberikan persetujuan tanpa paksaan".

Namun, pemerintah menolak untuk melabelinya sebagai serangan seksual sembari menunggu perincian dari pejabat Qatar. Politikus oposisi di Australia telah menyebutnya serangan seksual.

'Saya tidak percaya ini bisa terjadi'

Australia telah menyerahkan masalah ini ke polisi federal, tetapi mengatakan akan menunggu kabar dari pejabat Qatar sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Sekretaris Departemen Luar Negeri Australia Frances Adamson mengatakan pada sidang Senat yang sama pada hari Rabu bahwa seorang pejabat diplomatik Australia sedang dalam penerbangan menuju ke Sydney.

Ia tidak menjalani pemeriksaan, tetapi segera melaporkannya kembali ke kementerian.

"Saya tidak percaya ini bisa terjadi," kata Adamson kepada Senat.

Ia menambahkan: "Ini bukan- berdasarkan standar apa pun - perilaku normal dan pihak Qatar menyadari bahwa, setelah terkejut olehnya, mereka tidak ingin hal ini terjadi lagi."

Dalam pernyataannya, Qatar berkata mereka berkomitmen untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pelancong yang transit di negaranya.

Bandara Internasional Hamad di Doha tetap buka sebagai pusat transit yang penting bagi perjalanan internasional di tengah pandemi.

Tonton juga video '2 Penumpang 'Duel' di Pesawat Gegara Masker':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)