Iklan Bawang Disebut Terlalu 'Seksual' dan Sempat Ditolak Facebook

BBC Indonesia - detikNews
Sabtu, 10 Okt 2020 18:14 WIB
Bawang-bawang di atas ini tidak ditandai sebagai 'cabul'. (Getty Images)
Ottawa -

Ada bawang biasa dan ada bawang yang terlalu seksi untuk Facebook, kata sebuah toko benih dan perlengkapan kebun di Kanada baru-baru ini.

Toko 'The Seed Company by EW Gaze', di St John's, Newfoundland, ingin mengunggah iklan biji bawang jenis Walla Walla, yang tampaknya biasa saja, di Facebook.

Namun, yang mengejutkan mereka, iklan itu ditolak karena disebut "terlalu seksual".

Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (07/10), Facebook meminta maaf atas kesalahan yang dibuat oleh perangkat lunak teknologi yang menjalankan langkah ini secara otomatis.

Iklan yang ditandai oleh Facebook menunjukkan bawang Walla Walla, yang terkenal dengan ukuran yang besar dan rasanya yang manis, ditumpuk dalam keranjang anyaman dengan irisan bawang di sampingnya.

Manajer toko Jackson McLean perlu beberapa saat untuk menyadari apa masalahnya dengan unggahan itu, katanya.

Kemudian dia menemukan bahwa "sesuatu yang berbentuk bulat" bisa menjadi mengarah pada payudara atau bokong.

https://www.facebook.com/TheSeedCompanyNL/posts/2685298268399733's

Dia tahu pelanggannya akan menganggap penolakan iklan itu lucu dan mengunggah foto tersebut bersama dengan pesan otomatis Facebook yang menuliskan "katalog tidak boleh menunjukkan produk atau layanan yang dijual menjurus pada hal-hal seksual."

McLean mengatakan beberapa klien telah mengunggah gambar wortel dan labu untuk merespons unggahan itu.

Dia pun mengajukan banding atas keputusan tersebut ke Facebook.

"Kami menggunakan teknologi otomatis untuk melarang gambar telanjang dari aplikasi kami, tetapi terkadang bawang Walla Walla tidak bisa dibedakan dari, well, Anda tahu apa," kata kepala komunikasi Facebook Kanada, Meg Sinclair, kepada BBC.

"Kami sudah memulihkan iklan dan minta maaf atas masalah ini."

Perusahaan sedang dalam proses mendigitalkan seluruh inventarisnya untuk membuat belanja online lebih mudah dilakukan di tengah pandemi virus Corona, kata McLean, dan itu termasuk mengunggah beberapa iklan, seperti iklan bawang merah, di Facebook.

Bawang Walla Walla, "varietas bawang yang lebih tua", tersedia kembali baru-baru ini atas permintaan pelanggan dan sekarang terjual dengan cepat karena ketenarannya yang baru, katanya.

"Kami telah menjual lebih banyak dalam tiga hari terakhir dibandingkan dalam lima tahun terakhir," kata McLean.

Ia menambahkan bawang-bawang itu dijuluki sebagai "bawang seksi" di situs penjualan perusahaan.

(nvc/nvc)