Mengapa Serangan Drone Bisa Ubah Konflik 3 Dekade Antara Armenia-Azerbaijan?

BBC Indonesia - detikNews
Sabtu, 10 Okt 2020 10:24 WIB
Azerbaijan diduga memiliki pesawat nirawak seperti Bayraktar TB2 ini dalam alutsistanya. (Getty Images)
Baku -

Video serangan pesawat tak berawak Azerbaijan yang menyasar kubu Armenia di wilayah Nagorno-Karabakh menandakan tahap baru dalam konflik yang telah berlangsung selama 30 tahun, yang belakangan kembali memanas.

Video itu menguatkan dugaan bahwa Azerbaijan memiliki pesawat tak berawak buatan Turki, Bayraktar, sebuah langkah yang menuai kritik dari dunia internasional,

Kementerian Pertahanan Azeri mendistribusikan foto-foto yang direkam oleh drone pengintai, yang menyediakan lokasi target, dan video dari pesawat tak berawak 'kamikaze'.

Pesawat tak berawak itu disebut melontarkan amunisi yang menghancurkan target dengan cara terbang ke arah sasaran dan meledakkannya.

Baru-baru ini kedua kubu telah membeli persenjataan, dengan Azerbaijan membeli banyak dari Armenia, khususnya sistem pesawat tak berawak.

Bayraktar, bintang dalam pasar pesawat tanpa awak

Sistem senjata yang sedang banyak dibicarakan dalam konflik antara Armenia dan Azerbaijan adalah pesawat tanpa awak Bayraktar TB2 buatan Turki.

Para ahli mengatakan bahwa kebanyakan video yang didistribusikan militer Azerbaijan dalam serangan ke Nagorno-Karabakh direkam oleh TB2.

Pesawat tanpa awak ini dikembangkan beberapa tahun lalu oleh perusahaan Turki, Baykar.

Pesawat itu bisa beroperasi secara otomatis dan bisa digunakan untuk untuk pengintaian dan menentukan lokasi target.

TB2 adalah bintang dalam pasar pesawat tanpa awak. Turki menggunakannya di Suriah selama operasi pada Februari silam dan di Libya ketika melawan pasukan pemberontak Khalif Haftar.

A map of the region

BBC

Turki juga menjual TB2 ke Ukraina, pada 6 Oktober lalu, kantor berita Turki Anadolu melaporkan bahwa Serbia juga tertarik membelinya.

Sementara para ahli meyakini Bayraktar TB2 yang merekam foto-foto penghancuran kendaraan lapis baja Armenia. Hingga kini belum ada konfirmasi resmi bahwa pesawat tak berawak itu adalah bagian dari sistem senjata Azerbaijan.

Presiden Ilham Aliev, mengumumkan pada 5 Oktober bahwa Azerbaijan memiliki beberapa drone Turki. Namun, dokumen yang membuktikan pembelian dan tanda terima belum dipublikasikan.

Pada bulan Juni, ada laporan media menyebut Kementerian Pertahanan Azerbaijan akan memilikinya di masa depan.

Andrei Frolov, pemimpin redaksi jurnal Rusia Arms Exports, yakin Azerbaijan mungkin menyimpan pesawat nirawak itu diam-diam, atau mungkin telah menerimanya sebelum konflik terbaru berkecamuk.

Dengung pertengkaran

Tidak adanya informasi resmi tentang ekspor senjata dan penggunaan drone Turki dapat dikaitkan dengan fakta bahwa mereka menggunakan teknologi negara ketiga.

Pada hari Senin, Kanada mengumumkan akan menghentikan ekspor teknologi ke Turki dalam kaitan dengan produksi drone karena kecurigaan bahwa teknologi-teknologi itu digunakan di Nagorno-Karabakh.

LSM Kanada Project Plowshares mengatakan bahwa gambar serangan drone dari Nagorno-Karabakh menunjukkan bahwa pesawat yang merekamnya menggunakan peralatan yang diproduksi oleh produsen divisi Kanada dari L3Harris Technologies Inc, kontraktor teknologi dan pertahanan multinasional.

Turki menanggapinya dengan menuduh Kanada, sesama anggota NATO, memiliki standar ganda dan bertentangan dengan semangat aliansi militer.

Game of Drones: Dari pengintaian hingga serangan

Militer Azerbaijan menggunakan berbagai jenis pesawat tak berawak.

Dalam satu video yang dirilis oleh Armenia, sebuah rudal anti-pesawat menghantam pesawat dan siluetnya terlihat sangat mirip dengan pesawat An-2 di era Soviet.

Laporan media menunjukkan ini bisa menjadi pesawat tak berawak yang dirancang untuk mengundang pertahanan udara lawan agar mengungkapkan diri.

Peneliti militer di King's College London, Rob Lee, mengatakan kepada BBC Rusia bahwa perbedaan utama antara intensifikasi perang saat ini di Nagorno Karabakh dengan konflik sebelumnya adalah penggunaan drone yang mampu menjatuhkan bom. Sebelumnya, Azerbaijan hanya menggunakan amunisi.

nagorno-karabakh, perang armenia

China telah mengembangkan beberapa drone militer, namun itu bisa jadi sangat mahal bagi Armenia. (lt.cjdby.net)

Menurut pusat studi pesawat tak berawak Bard College di AS, negara itu memiliki:

- dua drone milik Israel

- Heron TP

- 10 buah Hermes 4507

- 100 buah Sky Strikers

- 50 buah Harops.

Perusahaan patungan Israel dan Azerbaijan, Azad, telah mengembangkan drone pengintai Aerostar, serta 'kamikaze' Orbiter1K dan Orbiter-3. Perusahaan itu juga mengembangkan drone jarak jauh Hermes.

Armenia tidak memiliki drone

Menurut pakar dari Rusia, Andrei Frolov, Armenia sejauh ini tidak memiliki pesawat tak berawak. Dia menyebut itu karena Yerevan menganggap remeh ancaman serangan drone Azerbaijan.

"Mereka tidak mengumumkan rencana apapun untuk membeli drone. Rusia tidak memiliki sistem senjata seperti itu, jadi mereka harus membelinya dari China atau Iran."

"Tapi itu semua tentang uang - meski mereka bisa membeli dari Rusia dengan perjanjian utang, namun membelinya dari China bisa jadi lebih sulit."

A drone targeting an Osa (or Wasp) anti-aircraft system.

Gambar ini, dirilis oleh militer Azeri, tampaknya menunjukkan drone yang menargetkan sistem anti-pesawat Osa (atau Wasp). (Azerbaijan MOD)

Armenia telah memproduksi drone pengintai bernama Krunk, yang berarti derek. Tidak diketahui berapa banyak yang beroperasi di Nagorno-Karabakh.

Frolov mengatakan Armenia membeli sistem rudal jarak pendek Tor dari Rusia, yang efektif melawan drone, tetapi belum ada laporan bahwa peralatan itu sudah dikerahkan di wilayah tersebut.

Beberapa peluncur rudal Osa dan Strela di era Soviet dikerahkan di Nagorno-Karabakh dan telah menjatuhkan beberapa drone Azerbaijan.

Apakah drone itu membantu Azerbaijan?

Azerbaijan telah mempublikasikan banyak video yang menunjukkan serangan ke kubu Armenia.

Sasaran utamanya adalah kendaraan lapis baja, gudang senjata dan personel militer. Sistem misil antipesawat bergerak Osa dan Strela juga menjadi sasaran.

Hingga kini belum diketahui berapa banyak peluncur rudal yang dikerahkan di Nagorno-Karabakh, dan seberapa parah pertahanan anti-pesawat Armenia dilemahkan oleh serangan tersebut.

Dalam konteks memerangi serangan drone, Osa dan Strela tidak memainkan peran yang menentukan.

"Kami telah melihat banyak video drone menghantam Osa dan Strelas yang sebenarnya merupakan sistem pertahanan udara lama."

A drone attacking another drone flying above a target

Rekaman yang dirilis oleh Azerbaijan menunjukkan drone menyerang drone lain yang terbang di atas target (Azerbaijan MOD)

"Mereka mungkin berusaha sekuat tenaga untuk mendeteksi TB2 di radar mereka, tetapi mereka dirancang untuk melawan helikopter dan pesawat tempur sehingga mereka kesulitan melihat UAV kecil," kata Rob Lee dari King's College London.

"Tapi sebenarnya salah satu tugas UAV mungkin untuk menetralkan sistem pertahanan udara Karabakh," ujarnya kemudian.

Seperti yang disorot oleh ahli militer Rusia, Viktor Murakhovsky, sistem pertahanan udara di Nagorno-Karabakh kurang kuat dibandingkan yang dimiliki Armenia.

Sistem pertahanan udara di sana terdiri dari berbagai sistem yang sudah tua dan tidak memiliki medan radar yang kuat sehingga drone dapat bergerak tanpa diketahui.

"Namun, jauh dari semua sistem pertahanan udara Karabakh telah dihancurkan seperti yang diketahui oleh pihak [Azerbaijan] lainnya. Kami tidak melihat pesawat yang dipiloti di udara di atas medan perang. Azerbaijan belum mengerahkan pesawat tempur atau helikopter tempurnya."

Video serangan drone di Nagorno-Karabakh telah membekas di dunia maya yang membahasnya dengan hangat dan membagikannya secara online dan di media sosial.

Tapi Murakhovsky mengatakan kita seharusnya tidak menilai keefektifan UAV dari video ini, karena "mereka tidak mengunggah gambar kegagalan atau serangan terhadapnya".

A Yemeni man stands in front of a graffiti depicting a drone, protesting against US military operations in war-affected Yemen,

Militer AS telah lama menggunakan drone di Timur Tengah selama bertahun-tahun. (EPA)

Bisakah Anda melindungi diri dari drone?

Rob Lee, peneliti militer di King's College London, meyakini bahwa serangan drone telah menyebabkan kerugian pada kubu Armenia (meski detailnya hingga kini belum diketahui), namun "itu tidak berarti Azerbaijan dapat mengubah keberhasilan taktisnya dengan TB2 menjadi keberhasilan strategis atau keuntungan teritorial".

Pakar militer Rusia, Viktor Murakhovsky, mengatakan meskipun drone adalah jenis terbaru di medan perang, senjata itu telah banyak digunakan dan ada sejumlah cara untuk melawannya.

Kelompok militan di Suriah telah mengembangkan taktik untuk melawan serangan drone.

"Mereka menggunakan bangunan bawah tanah dan tempat persembunyian, menjadi tempat berlindung untuk kendaraan lapis baja mereka," katanya.

"Karabakh, karena tidak memiliki sumber daya untuk membeli sistem pertahanan udara modern, dapat menggunakan metode ini untuk melawan UAV. "

Dalam situasi ini, membangun konstruksi buatan juga bisa membantu. Dalam satu video yang didistribusikan oleh kementerian pertahanan Azerbaijan terlihat jelas serangan drone menyasar model palsu dari sistem misil.

Tonton video 'Inggris Kerahkan Drone Awasi Penyelundupan Imigran':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/nvc)