Eks Agen FBI Hilang, Pengadilan AS Perintahkan Iran Bayar Rp 21 T

BBC Indonesia - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 09:39 WIB
Pada tahun 2011, keluarga Robert Levinson menerima kiriman foto-foto yang menunjukkan ia mengenakan baju model jumpsuit warga orange. (Reuters)
Jakarta -

Seorang hakim Amerika Serikat (AS) memerintahkan Iran untuk membayar US$1,45 miliar atau lebih dari Rp21 triliun kepada keluarga mantan agen FBI, Robert Levinson, yang hilang ketika berkunjung ke Iran pada tahun 2007.

Hakim Pengadilan Distrik AS di Washington, Timothy Kelly, menetapkan dari jumlah itu, US$1,35 miliar diperuntukkan bagi istri dan anak-anak Levinson sebagai ganti rugi, sedangkan US$107 juta sebagai kompensasi atas penculikan.

Hingga kini pemerintah Iran belum memberikan tanggapan atas perintah pengadilan itu, dan selama ini Iran selalu membantah mengetahui status atau lokasi Robert Levinson.

Pihak berwenang AS dan keluarga Levinson meyakini ia telah meninggal dunia dalam tahanan Iran.

Keluarga memandang keputusan hakim sebagai "langkah pertama mendapatkan keadilan".

"Sampai sekarang, Iran belum mengalami akibat dari tindakannya," kata pihak keluarga dalam pernyataan sesudah keputusan hakim.

"Keputusan Hakim Kelly tidak akan membawa Bob pulang, tetapi kami berharap keputusan itu akan menjadi peringatan agar Iran tidak lagi melakukan penculikan."

Robert Levinson hilang dalam kunjungan di pulau Kish, Iran, di kawasan Teluk pada tahun 2007.

'Bertemu' buronan AS

Menurut pemerintah Iran, Levinson berada di sana sebagai penyelidik privat untuk sejumlah perusahaan besar.

Namun, laporan-laporan media Amerika Serikat menyebutkan ia menjalankan misi tanpa izin untuk CIA, dan ketika berada di Pulau Kish ia bertemu dengan seorang buronan AS, Dawud Salahuddin.

Salahuddin mengatakan Levinson memberitahu kepadanya bahwa ia sedang menyelidiki penyelundupan rokok di Teluk, dan setelah pertemuan itu, mereka ditangkap oleh aparat keamanan Iran.

Pada tahun 2011, keluarga Robert Levinson dikirimi foto-foto yang menunjukkan ia mengenakan baju model jumpsuit warga orange.

Menlu AS ketika itu, Hillary Clinton mengatakan ia yakin Levinson ditahan "di suatu tempat di Asia barat daya".

Kepada komite Kongres pada Maret 2019, Istri Levinson, Christine, mengatakan suaminya "diabaikan, tidak diprioritaskan, atau tampak dilupakan," oleh pemerintah demi pemerintah yang berkuasa.

Awal tahun ini, Direktur FBI Christopher Wray mengatakan kepada keluarga Levinson bahwa "bukti yang paling dapat dipercaya yang kami dapat selama 13 tahun menunjukkan kemungkinan besar Bob meninggal dunia dalam tahanan".

Tetapi ia menekankan bahwa lembaganya belum menyerah mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

(ita/ita)