Armenia-Azerbaijan Kian Panas, Warga Sipil Jadi Korban, Kota Luluh-Lantak

BBC Indonesia - detikNews
Selasa, 06 Okt 2020 11:13 WIB
Jakarta -

A handout photo made available by the Armenian Defense Ministry on 30 September 2020 on its official website shows Armenian soldier during military clashes

EPA

Pertempuran antara Armenia dan Azerbaijan, dua negara pecahan Soviet, semakin sengit dan terus memanas selama beberapa hari terakhir.

Kedua negara memperebutkan wilayah sengketa Nagorno-Karabakh, yang secara resmi merupakan bagian dari Azerbaijan namun penduduknya kebanyakan etnis Armenia.

Konflik yang terjadi saat ini adalah yang terburuk dalam beberapa dekade terakhir dan kedua kubu menyalahkan satu sama lain.

Armenia dan Azerbaijan memperebutkan wilayah itu pada 1988 dan pada 1994 keduanya mengumumkan gencatan senjata.

Namun demikian, kedua kubu belum menemukan kesepakatan atas sengketa wilayah itu.

A view shows the aftermath of recent shelling during the ongoing fighting between Armenia and Azerbaijan over the breakaway Nagorno-Karabakh region, in the disputed region's main city of Stepanakert

Getty Images

Kedua belah pihak saling mengerahkan tembakan artileri berat, menyebabkan beberapa rumah serta bangunan di wilayah masyarakat sipil hancur.

Dalam foto di bawah ini, penduduk Nagorno-Karabakh disajikan makanan setelah mereka melarikan diri ke kota perbatasan Armenia.

Refugees from Nagorno-Karabakh have their meals at a hotel in the Armenian town of Goris

Getty Images

Azerbaijan menjadikan ibu kota kawasan sengketa Nagorno-Karabakh, Stepanakert, sebagai sasaran dalam pertempuran kedua negara.

Banyak korban jiwa dilaporkan di kota itu, yang kini tanpa penerangan, menurut laporan kantor berita Armenpress.

Dalam foto di bawah ini, seorang perempuan lanjut usia tampak duduk di depan rumah sambil memeluk senjata laras panjang.

Old woman stands in the entrance of her home with a rifle during the shelling of Stepanakert city

Getty Images

Sementara itu, pihak berwenang Nagorno-Karabakh mengatakan mereka telah menyerang bandara militer di kota terbesar kedua Azerbaijan, Ganja.

Petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke Ganja dan kota serta desa lain untuk memadamkan api.

A firefighter battles a fire at a residential building damaged in a shelling attack in Azerbaijan

Getty Images

Muncul kekhawatiran bahwa korban, baik dari anggota militer kedua negara maupun masyarakat sipil, bisa lebih tinggi dari yang sebenarnya, karena klaim terkait korban tidak bisa diverifikasi secara independen.

Seorang perempuan lanjut usia tampak mendapat perawatan di sebuah rumah sakit di Ganja awal pekan ini.

An injured woman brought to hospital in Azerbaijan

Getty Images

Militer Azerbaijan berkata pasukannya telah mengambil alih sejumlah desa, sementara pihak Nagorno-Karabakh mengatakan pasukannya telah "memperbaiki" posisi mereka di garis depan.

Penggunaan artileri berat telah meninggalkan bekas luka di jalanan kota, seperti yang terlihat di Stepanakert.

A view shows aftermath of recent shelling during the ongoing fighting between Armenia and Azerbaijan over the breakaway Nagorno-Karabakh region, in the disputed region's main city of Stepanakert

Getty Images

Sebuah gedung di Ganja juga rusak parah akibat serangan.

Pemerintah Azerbaijan mengatakan "infrastruktur masyarakat sipil dan gedung bersejarah kuno rusak" dalam pertempuran terbaru.

A building damaged by shellfire in Ganja

Getty Images

Rumah-rumah hancur, rusak dan ditinggalkan oleh warganya.

Barang-barang pribadi tampak ditinggalkan di antara reruntuhan, seperti yang terlihat di ruang apartemen di Nagorno-Karabakh setelah serangan terjadi.

Dirt and debris covers the floor in an apartment on the top floor of a building that was shelled in Nagorno-Karabakh

Getty Images

Semua foto dilindungi hak cipta.

(ita/ita)