Tulis Ulasan Negatif Soal Hotel Thailand, Turis AS Terancam 2 Tahun Bui

BBC Indonesia - detikNews
Rabu, 30 Sep 2020 12:32 WIB
Industri pariwisata Thailand mengalami pukulan berat karena pandemi Covid-19. (Reuters)
Jakarta -

Seorang laki-laki Amerika Serikat terancam hukuman penjara selama dua tahun di Thailand setelah menulis ulasan tentang Sea View Resort, tempatnya menginap di Pulau Koh Chang.

Wesley Barnes dituntut oleh pengelola hotel dengan menggunakan undang-undang pencemaran nama baik.

Barnes, yang bekerja di Thailand, mengunggah sejumlah ulasan di platform yang berbeda-beda dan diisinya diduga berisi tuduhan bahwa resor tersebut melakukan "perbudakan modern".

Namun Sea View Resort mengatakan kritikan keras dari mantan tamu hotel itu tidak benar dan merusak reputasi hotel.

"Pemilik membuat laporan bahwa tergugat telah mengunggah ulasan tak adil tentang hotelnya di situs TripAdvisor," kata kepolisian Thailand sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita AFP.

Ulasan negatif yang ditulis Barnes tampaknya dipicu oleh percekcokan awal tahun ini ketika Barnes ingin membawa minuman alkoholnya sendiri ketika hendak makan di restoran milik hotel.

Pernyataan hotel Sea View Resort menyebutkan Barnes telah "menyebabkan keributan" dan menolak membayar biaya membawa botol minuman alkohol sendiri ke restoran.

Tetapi biaya itu akhirnya dibatalkan setelah manager turun tangan.

Ulasan 'dibuat-buat'

Sejak keluar dari hotel, Barnes memposting sejumlah ulasan negatif tentang hotel itu, dan sesudahnya pihak hotel menuntut balik dengan dalih pencemaran nama baik.

Barnes akhirnya ditahan, menghabiskan beberapa malam di penjara, dan kemudian dibebaskan dengan jaminan.

Jika dinyatakan bersalah melanggar undang-undang terkenal tentang pencemaran nama baik, warga Amerika Serikat itu terancam hukuman penjara maksimal dua tahun.

Pengelola hotel menuduh bahwa ulasan Barnes "dibuat-buat, berulang, dan dendam". Ulasannya di TripAdvisor berisi tuduhan hotel itu melakukan "perbudakan modern".

Namun kepada BBC, Barnes mengaku bahwa khusus ulasan itu tidak pernah diterbitkan karena melanggar panduan TripAdvisor.

Ia juga mengatakan telah kehilangan pekerjaannya karena insiden itu dan mengungkapkan kekhawatiran bahwa pemberitaan mengenai kasusnya ini akan menyulitkannya untuk mencari pekerjaan lagi.

Barnes dijadwalkan kembali hadir ke pengadilan pada awal Oktober.

Ia menambahkan bahwa ia takut masuk ke penjara mengingat pengalamannya di tahanan selama beberapa hari pertama sangat "menakutkan".

Gugatan untuk 'efek jera'

Ia masih berharap dapat menyelesaikan kasusnya ini dengan hotel secara langsung.

Tetapi pihak hotel mengatakan kepada BBC bahwa mereka sudah berkali-kali berusaha menghubungi Barnes sebelum melayangkan gugatan.

"Kami memilih menggugat untuk menimbulkan efek jera, karena yang kami pahami ia mungkin akan terus menulis review negatif setiap minggu untuk jangka waktu yang tak terhingga," kata pihak hotel.

"Walaupun kami berusaha berkali-kali mengontaknya untuk menyelesaikan masalah ini secara damai selama lebih dari satu bulan, ia memilih mengabaikan kami sepenuhnya. Ia baru membalas kami ketika diberitahu oleh pihak berwenang tentang laporan kami."

Pengelola hotel menjelaskan bahwa setelah ulasan Barnes diterbitkan, hotel menerima pembatalan dan permintaan informasi tentang perlakuan terhadap karyawan.

Manajemen hotel mengatakan telah memberitahu Barnes beberapa kali bahwa mereka tidak akan meneruskan langkah hukum jika ia berhenti menulis ulasan "bohong" yang baru.

"Mendapat ulasan bohong dan mencemarkan nama baik berkali-kali selama periode tertentu dapat sangat merusak, khususnya selama masa-masa yang sangat sulit ini," tambah mereka.

Sektor pariwisata Thailand terpukul berat akibat dampak global pandemi virus corona.

Wartawan BBC untuk Asia Tenggara, Jonathan Head, melaporkan Thailand bukanlah satu-satunya negara yang mengkriminalkan pencemaran nama baik, tetapi undang-undang pencemaran baik yang berlaku di Thailand mudah disalahgunakan.

Penggugat tidak perlu melapor ke polisi atau jaksa untuk mengajukan gugatan, kata Head, melainkan bisa langsung mengajukan gugatan ke pengadilan dan pengadilan jarang menolak gugatan seperti itu.

(ita/ita)