Nenek 82 Tahun di India Masuk dalam Daftar Orang Berpengaruh Versi Time

BBC Indonesia - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 15:57 WIB
Bilkis Bikis adalah bagian dari kelompok perempuan yang melakukan protes damai menentang undang-undang kewarganegaraan di Shaheen Bagh. (Getty Images)
Jakarta -

Seorang nenek di India berusia 82 tahun - yang menjadi wajah dalam protes damai menentang undang-undang kewarganegaraan di daerah Muslim di New Delhi - masuk dalam daftar 100 "orang yang paling berpengaruh pada 2020" di majalah Time.

Bilkis Bano adalah sebagian kecil perempuan lanjut usia di Shaheen Bagh, kawasan berpenduduk Muslim di ibu kota India, yang menjadi tempat protes damai para perempuan menentang undang-undang kewarganegaraan yang kontroversial.

Protes ini mulai Desember lalu setelah polisi menyerang para mahasiswa Jamia Milia Islamia menyusul protes anti undang-undang itu.

Shaheen Bagh, daerah kecil di kawasan Muslim Delhi, Jamia Nagar, menjadi simbol protes yang banyak diikuti di daerah-daerah lain di seluruh India.

Perdana Menteri India Narendra Modi dan aktor Bollywood Ayushmann Khurana juga masuk dalam daftar orang berpengaruh majalah Time.

Daftar tahunan itu mencakup para tokoh, pemimpin dan ikon dari seluruh dunia yang membantu perbaikan kondisi di tengah masyarakat.

Profil Bilkis yang biasa dipanggil "Dadi" atau nenek dalam bahasa Hindi, ditulis oleh wartawan India Rana Ayyub yang menggambarkannya sebagai "suara orang terpinggir."

Bilkis termasuk di antara ribuan perempuan yang tidak mengindahkan udara dingin tanggal 8 Januari lalu dari pagi sampai tengah malam untuk melakukan protes.

"Saya akan duduk di sini sampai darah saya berhenti mengalir"

"Bilkis, bersama ribuan perempuan yang bergabung dengannya di Shaheen Bagh, kawasan di New Delhi, menjadi simbol perlawanan di negara di mana suara perempuan dan minoritas secara sistematis tenggelam dalam rejim Modi," kata Ayyub.

"Saya akan duduk di sini sampai darah saya berhenti mengalir supaya anak-anak di negara ini dan di dunia bisa menghirup udara keadilan dan kesetaraan," kata Ayyub mengingat apa yang pernah Bilkis katakan kepadanya.

"Bilkis memberi harapan dan kekuatan kepada para aktivis dan pemimpin mahasiswa yang dipenjara karena berani mempertahankan kebenaran dalam demokrasi, di tengah kondisi otoriter. Protes damai ini menginspirasi langkah serupa di seluruh negara," tulis Ayyub.

Setelah diumumkan, #ShaheenBagh, kawasan di Delhi tempat protes diselenggarakan dan #Bilkis populer di Twitter dengan banyak orang merayakan apa yang dicapai Bilkis.

Sutradara Bollywod Onir menyebut Bilkis di Twitter, "berani, suara inspiratif dari Shaheen Bagh."

Perempuan dari semua usia menentang undang-undang kewarganegaraan.

Perempuan dari semua usia menentang undang-undang kewarganegaraan. (Getty Images)

Daerah Muslim Shaheen Bagh - tempat berlangsungnya protes damai menentang amandemen undang-undang kewarganegaraan - menjadi perhatian banyak pihak di India.

Perempuan Muslim India banyak yang turun ke jalan dan melakukan protes damai, dan banyak perempuan dari agama lain juga bergabung untuk menunjukkan solidaritas.

Dalam protes itu, mereka secara bergantian membaca konstitusi India, berpidato dan menyanyikan lagu-lagu patriotik.

Banyak pihak yang memuji semangat tanpa putus asa para pengunjuk rasa, berterima kasih atas usaha para perempuan yang disebut orang-orang inspiratif.

Sejumlah petisi telah diajukan di pengadilan oleh partai-partai politik, organisasi masyarakat serta kelompok Muslim yang menyatakan bahwa undang-undang kewarganegaraan itu ilegal karena memberikan status warga negara berdasarkan agama.

Langkah ini dianggap bertentangan dengan nilai-nilai sekuler yang ditetapkan di konstitusi India.

Pengunjuk rasa Shaheen Bagh

Banyak yang memuji semangat para pengunjuk rasa di tengah cuaca dingin. (Getty Images)

Unjuk rasa ini juga banyak dikritik dan menjadi sasaran kelompok yang memerintah, Partai Bharatiya Janata (BJP).

BJP menuduh para pengunjuk rasa sebagai "pengkhianat" India karena penentangan terhadap undang-undang yang menawarkan amnesti kepada imigran non-Muslim dari tiga negara tetangga yang mayoritas Muslim.

Tonton juga video 'Janji India Bagikan Vaksin Corona Buatannya ke Seluruh Dunia':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)