Cerita Pelajar Memulai Bisnis dengan Menjual Catatan Belajar

BBC Indonesia - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 15:03 WIB
Eugene Cheow adalah mahasiswa yang mempelajari bisnis di Singapura. (Eugene Cheow)
Jakarta -

Eugene Cheow tersenyum dan berkata, setengah bercanda: "Saya bisa memasukkan seluruh silabus ke dalam peta pikiran (mind maps) saya."

"Saya juga menyelam dan saya suka minum kopi gratis di World Trade Center," serunya.

Begitulah cara Cheow, seorang mahasiswa bisnis berusia 24 tahun di Singapore Management University, merangkum kehidupannya dalam percakapan Zoom selama satu jam antara London dan kamar tidurnya di rumah orang tuanya di Singapura.

Kami berbicara tentang pembelajaran, bisnis, dan yang terpenting, pengalaman hidup, dari perairan hangat di Asia Tenggara ke hutan kota kota Meksiko.

Tapi pertama-tama, alasan Cheow menjadi terkenal.

Baru-baru ini, setelah lulus ujian untuk menjadi makelar properti (realtor) di Singapura dengan sukses, Cheow membagikan catatannya - yang disebut mind maps, untuk dijual secara daring.

Cheow bukanlah orang pertama yang mencoba mendapatkan uang dari hal itu, tetapi materi studinya tiba-tiba laku keras.

Dia telah menjual sekitar 1.500 catatannya hingga saat ini, pada titik tertentu menghasilkan lebih dari $ 1.000 seminggu (sekitar Rp 15 juta) - dan catatan belajarnya pun berubah menjadi bisnis.

Syarat ketat

Visitors take in the view from the aerial walkway of the Garden by the Bay's Supertree Grove in Singapore, 2017

Menjadi makelar di Singapura sangat sulit. (Getty Images)

Untuk menjadi makelar di Singapura, seseorang harus mengikuti kursus selama 60 jam dan menyelesaikan ujian dua bagian yang disebut ujian RES.

"Ini sebenarnya bukan proses yang mudah. Seperti yang Anda ketahui, Singapura sangat ketat dalam regulasi," kata Cheow kepada BBC.

"Saya menyadari ada permintaan besar untuk metode belajar yang cepat dan cepat."

Dengan biaya tambahan, pengguna dapat mengunduh 16 mind maps yang berhasil digunakan Cheow untuk belajar untuk ujian.

Mind maps adalah cara grafis untuk merepresentasikan konsep dan ide, sehingga memudahkan otak untuk memvisualisasikan bagaimana mereka berhubungan satu sama lain.

Mind maps Cheow memuat konsep hukum, konsep pemasaran, rumus matematika, tabel, dan berbagai elemen silabus.

"Mind maps membantu Anda menghubungkan berbagai pembelajaran dan memberi Anda pandangan makro tentang subjek apa pun, tetapi jika Anda mau, Anda dapat memperbesar area tertentu," jelas Cheow.

"Jika Anda memiliki pertanyaan tentang subjek tertentu, Anda dapat melacak informasinya kembali ke peta pikiran, daripada harus membaca buku teks dan membaca seluruh bab untuk menjawab pertanyaan itu."

"Anda menipu otak Anda untuk belajar, yang merupakan cara yang bagus untuk mengatakan itu sebetulnya cara belajar yang lain."

'Bahasa tidak penting'

Eugene Cheow diving in a cenote (a natural sinkhole) in Mexico's Cozumel island

Cheow mengatakan menyelam telah mengajarinya cara berkomunikasi tanpa bahasa (Eugene Cheow)

Cheow mengatakan keahliannya dalam mengajar dan komunikasi non-verbal diraihnya karena kesukaannya pada scuba diving, yang sudah ditekuninya sejak lama.

Ia telah berlatih sejak usia 14 dan tiga tahun lalu, setelah menjadi master scuba diver, ia juga menjadi instruktur - membawa kelompok penyelam ke tempat-tempat menyelam yang cantik di Filipina, Indonesia, dan Malaysia.

"Sebagai instruktur selam, Anda menyadari bahasa adalah aset, tetapi bukan kebutuhan, dalam komunikasi," katanya.

"Anda tidak dapat berbicara di bawah air, Anda tidak dapat mengatakan, 'Halo', atau, 'Masker selam saya bocor'. Semuanya adalah ekspresi wajah dan gerakan tangan."

Cheow mengatakan menyelam telah memberinya dua kualitas tambahan: pertama, kemampuan untuk terhubung dengan orang-orang dari budaya yang berbeda, yang menyelam bersamanya di berbagai tempat di dunia atau mereka yang belajar menyelam darinya.

Kedua, cita rasa berpetualang, "terutama untuk anak laki-laki Singapura seperti saya, yang cukup terlindung dalam hal asuhan dan pendidikan".

Koneksi antara manusia

Cheow suka menceritakan kisah ketika dia akhirnya menikmati cafecito ("kopi kecil") di sebuah kantor asli Singapura di World Trade Center Mexico City.

Untuk seorang mahasiswa bisnis, katanya, mengunjungi menara WTC "adalah salah satu hal menarik dari pergi ke luar negeri dan saya sangat menginginkannya".

Tahun lalu, Cheow adalah seorang siswa pertukaran pelajar ke Puebla Meksiko yang menawan, di tenggara ibu kota negara itu.

Dia menggambarkan Puebla sebagai "cantik dan kuno" dan orang-orang Meksiko, "sangat ramah".

Jadi ketika dia muncul tanpa janji di WTC di Mexico City, dia berhasil naik ke lantai 27 dan mewujudkan mimpinya untuk mengunjungi kantor WTC di luar negeri.

Manajer asli Kuba di sana awalnya terkejut, tetapi tertarik untuk mendengar tentang sistem pendidikan Singapura.

Sebelum meninggalkan Meksiko, Cheow kembali ke WTC dengan membawa suguhan dari Singapura dan disambut oleh manajer Kuba dan timnya dengan sebotol rum.

Pakar SDM memberinya tes kepribadian -dan tidak mengherankan, Cheow mendapat skor tinggi dalam hal komunikasi.

'Keberhasilan terukur'

Eugene Cheow pictured in front of Universidad de las Americas Puebla (UDLAP) wrapped in the Singapore flag

Cheow mengatakan dia tak mau menjadi makelar meski telah lulus ujian. (Eugene Cheow)

Perusahaan Cheow, RES Tutor, membantu pengguna belajar untuk ujian RES dan menjadi agen penjual di Singapura.

Dia mengatakan dia sedang mempertimbangkan untuk memperluas bisnis ke pasar sertifikasi TI - tetapi pada saat yang sama, dia ingin meraih kesuksesan "dengan cara yang terukur, untuk memastikan model bisnis berfungsi".

"Pelanggan memberikan 80 dolar Singapura (sekitar Rp 880.000) untuk sedikit informasi. Jadi, Anda harus memastikan bahwa nilai yang Anda berikan kepada orang lain, meskipun tidak berwujud, berharga," katanya.

Anehnya, Cheow sendiri tidak berencana menjadi makelar. Dia hanya ingin dapat membantu ibunya, yang telah memiliki bisnis real estat selama 30 tahun, seandainya ibunya perlu melepaskan beberapa pekerjaan.

Sebelum pandemi Covid-19 melanda, siswa tersebut akan memulai magang di Marina Sands Bay, sebuah resor yang disebut-sebut sebagai properti kasino mandiri termahal di dunia ketika dibuka pada tahun 2010.

Cheow berkata RES Tutor kemungkinan akan menjadi bisnis "sampingan - untuk saat ini dan dia menikmati bisa membantu orang mencapai tujuan karier mereka.

"Saya tidak ingin hanya punya pelanggan. Ini tidak transaksional," katanya. "Saya suka menjadikannya sebuah hubungan."

"Jadi ketika mereka mengikuti tes dan mereka memberi tahu saya mereka berhasil, saya akan sangat senang karena itu artinya mind maps saya telah membantu mereka."

(ita/ita)