Siapa Perempuan Kanada yang Ditangkap karena Kirim Surat Beracun ke Trump?

BBC Indonesia - detikNews
Rabu, 23 Sep 2020 18:04 WIB
Jakarta -

Seorang perempuan Kanada didakwa di pengadilan federal Amerika Serikat (AS) karena diduga mengirim surat dengan racun mematikan kepada Presiden Donald Trump.

Pascale Ferrier, asal Quebec, Kanada, ditangkap di sebuah perlintasan perbatasan di Buffalo, New York, pada hari Minggu. Para pejabat mengatakan dia membawa pistol.

Dia mengaku tidak bersalah membuat ancaman terhadap presiden.

Surat yang diduga dikirimnya minggu lalu ditemukan sebelum sampai ke Gedung Putih.

Di dalamnya, dia meminta Trump untuk mengundurkan diri dari pemilihan presiden AS. Amplop itu berisi risin, yaitu racun yang ditemukan secara alami dalam biji jarak.

"Saya menemukan nama baru untuk Anda: 'The Ugly Tyrant Clown'," (badut tiran yang jelek) tulisnya dalam surat kepada Trump, menurut dakwaan FBI yang diajukan menjelang sidang pertamanya di New York pada hari Selasa.

"Saya harap Anda menyukainya. Anda menghancurkan AS dan membawa mereka pada bencana. Saya memiliki sepupu AS, maka saya tidak ingin empat tahun ke depan Anda menjadi presiden. Menyerah dan cabutlah aplikasi Anda untuk pemilihan ini."

The White House south facade, in Washington, DC

Surat berisi racun itu diamankan sebelum sempat dikirim ke Gedung Putih. (Getty Images)

Surat tersebut, yang menurut FBI menunjukkan sidik jarinya, disebutnya sebagai "hadiah khusus", dan dia menambahkan: "Jika tidak berhasil, saya akan menemukan resep yang lebih baik untuk racun lain, atau saya mungkin menggunakan pistol saat saya bisa datang ke sana."

Tersangka mungkin juga telah mengirim risin ke lima alamat di Texas, termasuk penjara dan kantor kepala kepolisan daerah setempat, menurut dokumen pengadilan.

Ferrier muncul di pengadilan pada Selasa sore di Buffalo, New York, dengan bantuan penerjemah berbahasa Prancis, menurut media lokal.

Dia meminta pengadilan menunjuk pengacara pembela baginya selama persidangan. Pengacara tersebut meminta sesi pengadilan untuk menentukan identitasnya sesuai dengan dakwaan.

Hakim menjadwalkan sidang berikutnya pada 28 September. Dia akan menjadi tahanan US Marshals sampai saat sidang karena jaksa berpendapat dia menimbulkan risiko penerbangan.

Siapakah Pascale Ferrier?

Pascale Cecile Veronique Ferrier, 53 tahun, adalah seorang pemprogram komputer yang berasal dari Prancis, tetapi menjadi warga negara Kanada pada tahun 2015, menurut media Kanada.

Sumber mengatakan kepada Reuters bahwa dia mempertahankan kewarganegaraan ganda Prancis-Kanada. Dia tinggal di provinsi Quebec, Kanada.

Pada Maret 2019, dia ditangkap di Texas karena membawa senjata secara tidak sah dan menggunakan SIM palsu, menurut catatan penjara.

Dia dideportasi ke Kanada setelah para pejabat menemukan visanya kadaluarsa dan dia telah melakukan tindak kriminal saat berada di AS, menurut New York Times.

Siapa saja yang dikirim paket berisi racun risin?

Tersangka juga sudah mengirim risin ke lima alamat di Texas, termasuk penjara dan kantor kepolisian setempat, menurut keterangan polisi.

Kehadiran racun risin dikonfirmasi setelah beberapa tes dilakukan oleh FBI, kata pihak berwenang.

Polisi Berkuda Kanada (RCMP) mengatakan pada hari Sabtu bahwa pihaknya sedang bekerja dengan FBI untuk menyelidiki "surat mencurigakan yang dikirim ke Gedung Putih".

Seorang juru bicara departemen kepolisian Mission, Texas, mengatakan kepada Associated Press pada hari Senin bahwa amplop yang diduga berisi racun itu telah diurus oleh pejabat lokal dan tidak ada yang terluka.

Kepala kepolisian Texas lainnya, Eddie Guerra di Hidalgo County, juga mengkonfirmasi bahwa amplop dengan risin telah dikirimkan kepada staf di sana, tetapi melaporkan tidak ada yang luka.

Divisi RCMP di Quebec memimpin pencarian tempat tinggal di pinggiran Montreal St-Hubert, yang menurut pihak berwenang pada hari Senin mungkin terkait dengan tersangka.

Tim bahan kimia dan bahan peledak kepolisian ada di lokasi, bersama dengan polisi setempat dan unit pemadam kebakaran.

Apa yang terjadi jika risin ditelan atau dihirup?

Risin adalah zat mematikan yang jika tertelan, dihirup atau disuntikkan, dapat menyebabkan mual, muntah, pendarahan internal dan akhirnya kegagalan organ.

Belum ada obat penawar untuk risin. Jika seseorang terpapar risin, kematian dapat terjadi dalam 36 hingga 72 jam, tergantung pada dosis yang diterima, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS.

Castor seeds, which are used to make the deadly ricin poison

Biji jarak digunakan untuk membuat racun risin (Getty Images)

CDC mengatakan racun - yang telah digunakan dalam plot teror itu- dapat dibuat menjadi senjata dalam bentuk bubuk, kabut, atau pelet.

Siapa pejabat AS yang pernah dikirim racun risin?

Gedung Putih dan sejumlah gedung federal lainnya pernah menjadi sasaran paket berisi racun risin di masa lalu.

Pada 2014, seorang pria asal Mississippi, AS dijatuhi hukuman 25 tahun penjara karena mengirim surat yang ditaburi risin kepada mantan Presiden Barack Obama dan pejabat lainnya.

Empat tahun kemudian, pada 2018, seorang veteran Angkatan Laut didakwa mengirim surat beracun ke Pentagon dan Gedung Putih.

Berita ini diperbarui pada pukul 12.30 WIB, Rabu, 23 September 2020, dengan memasukkan informasi tentang dakwaan terhadap terduga pengirim surat berisi racun mematikan kepada Presiden Trump.

(ita/ita)