Video Propaganda Militer China Gunakan Cuplikan Film 'Transformers'

BBC Indonesia - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 13:35 WIB
Jakarta -

Video propaganda militer China tentang simulasi serangan dengan pesawat H-6 menggunakan cuplikan film-film Hollywood yang laris, seperti Transformers dan The Rock, kata sejumlah laporan.

Video itu menunjukkan pesawat-pesawat pengebom H-6 melakukan simulasi serangan dengan sasaran terhadap apa yang tampak sebagai Pangkalan Udara Andersen milik Amerika Serikat di Guam.

Dimuat di platform mikroblog Sina Weibo China, video tersebut ditonton hampir lima juta kali.

Tetapi banyak pengguna yang mengejek penggunaan adegan dari film-film Hollywood.

"Untunglah China tidak memiliki masalah dengan hak cipta," kata seorang pengguna dengan bercanda.

"Mencuri dari film Amerika lainnya? Saya hanya bisa menulis ... 'haha'" kata pengguna lain, sementara pengguna lainnya berkata: "Jangan gunakan klip dari negara-negara yang mengerikan ini. Orang-orang meremehkan kita di Twitter dan itu membuat saya gila."

Video dua menit, berjudul Gods of War - Attack !, dirilis oleh angkatan udara China pada hari Sabtu.

Dengan musik dramatis, video itu menunjukkan pesawat H-6 meluncurkan serangan ke tempat yang tampak seperti Pangkalan Angkatan Udara Andersen AS.

"Kami adalah pembela keamanan udara negara; kami memiliki kepercayaan diri dan kemampuan untuk selalu mempertahankan keamanan langit negara," tulis angkatan udara di samping video tersebut.

Namun, pengguna media sosial segera menyadari bahwa adegan paling dramatis dalam video tersebut tampaknya diambil dari film Transformers: Revenge of the Fallen, The Rock, dan Hurt Locker.

https://twitter.com/appledaily_hk/status/1307726213641764865

Militer China belum secara terbuka mengomentari klaim ini.

Seorang sumber yang dekat dengan militer mengatakan kepada surat kabar South China Morning Post bahwa departemen publisitas militer biasa "meminjam" dari film-film Hollywood.

"Hampir semua perwira di departemen tumbuh besar dengan menonton film-film Hollywood, jadi dalam benak mereka, film perang Amerika memiliki citra yang paling keren," kata sumber itu.

Video itu dirilis saat China melakukan latihan militer di dekat Taiwan, di tengah ketegangan yang meningkat setelah kunjungan seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS ke pulau itu.

China menganggap Taiwan yang memiliki pemerintahannya sendiri sebagai provinsi yang memisahkan diri.

Collin Koh, seorang peneliti di Institut Studi Pertahanan dan Strategis Singapura, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa video itu dimaksudkan untuk "memperingatkan orang Amerika bahwa bahkan posisi yang aman dan terbelakang seperti Guam dapat terancam ketika konflik atas titik-titik konflik regional, baik itu Taiwan atau Laut Cina Selatan, meletus. "

'Meminjam', dalih yang umum bagi produsen China

Kerry Allen, Analis Media China, BBC News

Pada 2015, regulator media top China mendesak tindakan keras terhadap drama perang yang "dibuat dengan buruk", dan pembuat film dikritik karena menggunakan plot tidak realistis untuk menceritakan kisah tentang perang di kehidupan nyata China.

Jadi, ada ironi tertentu ketika militer China "meminjam adegan" dari film, lima tahun kemudian, untuk menunjukkan kemampuan pasukannya di kehidupan nyata.

"Meminjam" telah menjadi dalih umum bagi produsen China, yang memiliki rekam jejak menggunakan format luar negeri untuk mencapai popularitas dan kesuksesan di negara tersebut.

Banyak yang berpandangan karena ada begitu banyak birokrasi di China tentang apa yang dianggap dapat diterima oleh penonton domestik, produser tidak punya pilihan selain mencari format luar negeri yang telah berhasil, karena mereka sering kali lebih menawan daripada produksi Cina.

Tetapi kenyataannya karena begitu sedikit film Barat yang memasuki pasar China, sebagian besar pengguna telah melihatnya.

Jadi, para warganet dengan cepat mengetahui adegan dalam video yang "meminjam" dari The Rock dan Transformers 2.

(ita/ita)