Fakta Bocoran Dokumen Rahasia yang Ungkap Perpindahan Uang Kotor ke Dunia

BBC Indonesia - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 12:32 WIB
Jakarta -

Sejumlah bocoran dokumen transaksi keuangan sekitar US$2 triliun mengungkapkan bagaimana sejumlah bank terbesar di dunia mengizinkan pelaku tindak kriminal memindahkan uang kotor ke seluruh dunia.

Dokumen itu juga menunjukkan bagaimana oligarki Rusia telah menggunakan bank untuk menghindari sanksi yang seharusnya menghentikan mereka memasukkan uang ke Barat.

Pengungkapan ini adalah yang terbaru dari serangkaian bocoran dokumen selama lima tahun terakhir mengenai kesepakatan rahasia, pencucian uang, dan kejahatan keuangan.

Apa saja dokumen FinCEN itu?

Dokumen FinCEN terdiri lebih dari 2.500 berkas, sebagian besar adalah dokumen yang dikirim bank-bank ke otoritas AS antara tahun 2000 dan 2017. Dokumen itu menunjukkan kekhawatiran bank terkait apa yang mungkin dilakukan oleh nasabah mereka.

Dokumen-dokumen ini berisi beberapa rahasia sistem perbankan internasional yang paling dijaga ketat.

Bank menggunakannya untuk melaporkan perilaku yang mencurigakan, tetapi itu bukan bukti perbuatan salah atau kejahatan.

Foto-foto tersebut dibocorkan ke Buzzfeed News dan dibagikan dalam grup jurnalis investigasi dari seluruh dunia, yang mendistribusikannya ke 108 organisasi berita di 88 negara, termasuk program Panorama BBC.

Ratusan jurnalis telah memilah-milah dokumen teknis yang padat, mengungkap beberapa aktivitas yang tidak ingin dibuka oleh bank.

FinCEN Files.  [ 2,657 documents including ],[ 2,121 Suspicious Activity Reports ], Source: Source: ICIJ, Image: A big pile of papers

Dua akronim yang harus dipahami

FinCEN (US Financial Crimes Enforcement Network) adalah Jaringan Penegakan Kejahatan Keuangan AS.

Di badan itu petugas dari Departemen Keuangan AS memerangi kejahatan keuangan. Kekhawatiran tentang transaksi yang dilakukan dalam dolar AS perlu dikirim ke FinCEN, bahkan jika transaksi itu terjadi di luar AS.

Aktivitas yang dianggap mencurigakan dicatat dalam laporan aktivitas mencurigakan (Suspicious activity reports atau SAR).

Bank harus mengisi salah satu laporan ini jika khawatir salah satu kliennya mungkin akan melakukan sesuatu yang tidak baik. Laporan tersebut dikirim ke pihak berwenang.

Example SAR (suspicious activity report)BBC

Mengapa ini penting?

Jika Anda berencana untuk mendapatkan keuntungan dari perusahaan kriminal, salah satu hal terpenting yang harus pahami adalah cara mencuci uang.

Pencucian uang adalah proses mengambil uang kotor - hasil kejahatan seperti perdagangan narkoba atau korupsi - dan memasukkannya ke rekening bank yang terkemuka sehingga tidak akan dikaitkan dengan kejahatan.

Proses yang sama diperlukan jika Anda adalah seorang oligarki Rusia yang telah dikenakan sanksi oleh negara-negara Barat untuk tidak memasukkan uang Anda ke Barat.

Bank seharusnya memastikan bahwa mereka tidak membantu klien mencuci uang atau memindahkannya dengan cara yang melanggar peraturan.

Secara hukum, pihak bank harus tahu siapa klien mereka - tidak cukup hanya mengajukan SAR lalu mengambil uang kotor dari klien sambil mengharapkan pihak berwenang untuk menangani masalah tersebut.

Jika mereka memiliki bukti aktivitas kriminal, mereka harus berhenti memfasilitasi perpindahan uang tunai.

Fergus Shiel dari Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ) mengatakan dokumen yang bocor itu adalah "informasi tentang apa yang bank ketahui tentang aliran uang kotor di seluruh dunia".

Dia mengatakan dokumen itu juga menyoroti transaksi dalam jumlah yang besar.

Dokumen dalam file FinCEN mencakup sekitar $ 2 triliun dan itu hanya sebagian kecil dari SAR yang diajukan selama periode tersebut.

Apa yang telah terungkap?

  • HSBC mengizinkan penipu memindahkan jutaan dolar uang curian ke seluruh dunia, bahkan setelah diberitahu penyelidik AS bahwa skema itu adalah tindak penipuan.
  • JP Morgan mengizinkan sebuah perusahaan memindahkan lebih dari US$1 miliar melalui rekening London tanpa mengetahui siapa pemiliknya. Bank kemudian menemukan perusahaan itu mungkin dimiliki oleh mafia yang masuk dalam daftar 10 Orang Paling Dicari FBI.
  • Ada bukti bahwa salah satu rekan terdekat Presiden Rusia Vladimir Putin menggunakan Barclays Bank di London untuk menghindari sanksi yang dimaksudkan untuk menghentikannya menggunakan layanan keuangan di Barat. Sebagian uang tunai digunakannya untuk membeli karya seni.
  • Inggris disebut "yurisdiksi berisiko tinggi" seperti Siprus, menurut divisi intelijen FinCEN. Hal itu dikarenakan lebih dari 3.000 perusahaan Inggris masuk dalam file FinCen- lebih banyak dari negara lain mana pun.
  • Bank sentral Uni Emirat Arab gagal menindaklanjuti peringatan tentang sebuah perusahaan lokal yang membantu Iran menghindari sanksi.
  • Deutsche Bank memindahkan uang kotor untuk kejahatan terorganisir, terorisme, dan pengedar narkoba. Detail selengkapnya (Berita BuzzFeed)
  • Standard Chartered memindahkan uang tunai untuk Bank Arab selama lebih dari satu dekade setelah rekening klien-klien di bank Yordania digunakan untuk mendanai terorisme.

Canary Wharf, London

Canary Wharf, jantung perbankan di London (EPA)

Mengapa dokumen ini berbeda?

Ada sejumlah kebocoran besar informasi keuangan dalam beberapa tahun terakhir, antara lain:

  • 2017 Paradise Papers - Sejumlah besar dokumen bocor dari penyedia layanan hukum lepas pantai Appleby dan penyedia layanan perusahaan Estera. Keduanya beroperasi bersama di bawah nama Appleby sampai Estera berdiri sendiri pada 2016. Dokumen itu mengungkapkan kesepakatan-kesepakatan finansial luar negeri dari politisi, selebriti, dan pemimpin bisnis
  • Panama Papers 2016 - Dokumen yang bocor dari firma hukum Mossack Fonseca menunjukkan bagaimana sejumlah orang kaya memanfaatkan rezim pajak luar negeri untuk keuntungan mereka
  • Swiss Leaks 2015 - Dokumen dari bank swasta Swiss HSBC menunjukkan bagaimana HSBC menggunakan undang-undang kerahasiaan perbankan negara itu untuk membantu klien menghindari pembayaran pajak
  • LuxLeaks 2014 berisi dokumen dari firma akuntansi PricewaterhouseCoopers yang menunjukkan bahwa perusahaan besar menggunakan penawaran pajak di Luxembourg untuk mengurangi jumlah pajak yang harus mereka bayar

Dokumen FinCEN berbeda karena bukan hanya dokumen dari satu atau dua perusahaan - tapi dari sejumlah bank.

Dokumen itu menyoroti berbagai aktivitas yang berpotensi mencurigakan yang melibatkan perusahaan dan individu dan juga menimbulkan pertanyaan tentang mengapa bank-bank yang memperhatikan aktivitas ini tidak selalu bertindak.

FinCEN mengatakan kebocoran tersebut dapat berdampak pada keamanan nasional AS, mengganggu investigasi, mengancam keselamatan institusi, dan individu yang mengajukan laporan.

Namun, pekan lalu badan itu mengumumkan proposal untuk merombak program anti pencucian uang.

Inggris juga telah mengumumkan rencana untuk mereformasi daftar informasi perusahaannya untuk menekan penipuan dan pencucian uang.

(ita/ita)