Sejumlah Tips Kecantikan di TikTok Disebut Berbahaya oleh Pakar Kesehatan

BBC Indonesia - detikNews
Senin, 31 Agu 2020 18:18 WIB
BBC
Jakarta -

Tren kecantikan Do It Yourself (DIY) yang populer di TikTok bisa berbahaya, ujar kelompok pakar kesehatan.

Contohnya mengoleskan pemutih untuk memutihkan gigi, menghilangkan tahi lalat di rumah, dan menggunakan lem bulu mata untuk membuat bibir tampak lebih besar.

Ketika video ini menjadi viral, mereka mendorong orang lain untuk meniru apa yang disebut "beauty hacks", yang dapat menyebabkan kerusakan permanen, kata pakar kesehatan.

TikTok mengatakan kepada BBC News bahwa video seperti itu tidak melanggar pedoman komunitasnya.

Namun, Asosiasi Dokter Kulit Inggris, Asosiasi Dokter Gigi Inggris, dan Yayasan Kulit Inggris - yang melihat video tersebut - mengeluarkan peringatan tentang bahayanya meniru bentuk perawatan seperti itu.

"Penting untuk mengingatkan orang bahwa media sosial tidak boleh digunakan sebagai sumber utama untuk masalah kulit," kata Asosiasi Dokter Kulit Inggris.

"Jika menyangkut kulit, hal itu dapat menyebabkan ketakutan atau kepanikan yang sebetulnya tidak perlu, pemborosan sumber daya seperti uang untuk produk yang tidak dapat mengobati masalah medis, potensi penundaan dalam pengobatan, serta berpotensi memperburuk kesehatan psikologis seseorang."

Seorang juru bicara pemerintah untuk Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial mengatakan pihaknya "prihatin dengan laporan video 'beauty hacks' yang berbahaya dan menyesatkan di media sosial."

"Mengikis tahi lalat"

Beberapa video yang dilihat BBC mempromosikan penggunaan cara kimia atau upaya lain untuk menghilangkan tahi lalat atau bercak kulit.

Para ahli menyarankan semua kondisi kulit seperti itu diperiksa oleh seorang profesional sebelum diangkat.

"Tidak ada cara 'aman' untuk menghilangkan tahi lalat di rumah," kata Dr Ross Perry, NHS GP dan direktur medis dari klinik kulit Cosmedics.

"Itu perlu dilakukan oleh dokter atau dokter kulit yang terlatih dan tahu apa yang mereka lakukan.

"Menggunakan bahan kimia atau mencoba 'mengikis' tahi lalat dapat menyebabkan infeksi, pendarahan, dan kelainan bentuk pada area tersebut."

Ada juga yang merekomendasikan penggunaan lem bulu mata ke kulit.

Juru bicara British Skin Foundation, konsultan dermatologis, Dr Adil Sheraz, mengatakan melakukan hal itu untuk menciptakan efek bibir tebal dapat menyebabkan luka atau kerusakan permanen.

"Lem bulu mata mengandung cyanoacrylate yang dikenal sebagai alergen," ujarnya.

"Menggunakan bahan kimia yang berpotensi membuat alergi di bibir dapat menyebabkan reaksi yang parah."

Sementara itu, beberapa ahli bedah kosmetik mengatakan kepada BBC News bahwa mereka juga telah melihat video media sosial tentang Botox di rumah atau alat-alat untuk membuat bibir tampak tebal.

Menggunakan pemutih

Video TikTok dengan tagar "teethwhitening" (cara memutihkan gigi) telah ditonton sekitar 284 juta kali. Beberapa merekomendasikan penggunaan pemutih pada gigi, untuk menghindari perawatan yang "mahal"'.

Berdasarkan undang-undang Inggris, produk pemutih gigi dapat dijual langsung ke publik hanya jika mengandung tidak lebih dari 0,1% hidrogen peroksida.

Dan apa pun di atas tingkat ini harus disediakan, atau digunakan, di bawah pengawasan dokter gigi.

Pemutih rumah tangga mungkin juga mengandung senyawa pemutih lainnya.

Asosiasi Dokter Gigi Inggris mengatakan pemberian produk yang salah dapat menyebabkan "kerusakan permanen".

"Asosiasi prihatin dengan tren DIY untuk memutihkan gigi dengan tingkat hidrogen peroksida yang lebih tinggi dari yang diizinkan dalam produk yang dijual bebas," kata seorang perwakilan.

"Menggunakan konsentrasi yang lebih tinggi tanpa pengawasan, seperti yang disarankan beberapa video, meningkatkan risiko kerusakan pada gigi dan gusi, termasuk luka bakar pada mulut, gigi dan gusi sensitif, serta gusi yang teriritasi atau meradang."

'Kanker kulit'

Satu video viral di TikTok menunjukkan cara mengoleskan tabir surya untuk menciptakan efek kontur pada wajah.

"Kanker kulit bisa menyerang semua area wajah," kata Dr Vishal Madan, dari Klinik Dermatologi Stratum.

"Menggunakan tabir surya pada area tertentu saja untuk membuat pola mungkin sedang tren- tetapi kerusakan UV pada area yang kecokelatan akan selalu meningkatkan risiko kanker kulit di area itu.

"Tidak hanya itu, paparan sinar UV yang berulang-ulang di area ini akan membuat mereka menua lebih dini, sehingga kulit dapat tampak berbintik-bintik dan tidak rata di kemudian hari."

Beberapa masker kosmetik yang dipromosikan dalam video TikTok juga bisa berbahaya, kata pendiri Klinik Medis Adonia dan direktur medis Dr Ifeoma Ejikeme.

"Berbahaya mengoleskan buah jeruk ke kulit dan kemudian terkena sinar matahari," katanya.

"Itu bisa menyebabkan peradangan kulit yang membuat rasa terbakar, kemerahan dan lecet."

BBC membagikan video itu kepada pakar medis dan TikTok, tetapi TikTok mengatakan video tersebut tidak melanggar aturan mereka.

"Menjaga keamanan orang-orang di TikTok adalah prioritas utama," kata seorang perwakilan perusahaan.

"Pedoman komunitas kami menjelaskan bahwa kami akan menghapus konten yang mempromosikan perilaku atau aktivitas berbahaya yang dapat menyebabkan cedera serius atau cedera fisik.

"Kami terus mengevaluasi kebijakan dan proses kami untuk memastikan kami melakukan segala yang kami bisa untuk menjaga keamanan pengguna kami."

(ita/ita)