AS Sebut Makin Banyak Negara Arab yang Buka Hubungan Resmi dengan Israel

BBC Indonesia - detikNews
Senin, 31 Agu 2020 14:03 WIB
Getty Images
Jakarta -

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengklaim para pejabatnya sedang melakukan serangkaian perundingan dengan negara-negara Arab untuk meningkatkan hubungan dengan Israel.

Berbicara satu bulan setelah negaranya setuju membuka hubungan diplomatik dengan Uni Emirat Arab (UEA), dia mengatakan terobosan pada hari Senin (31/08) ini akan menjadi hal yang biasa di masa depan.

Sementara, Penasihat keamanan nasional Amerika Serikat (AS), Robert O'Brien, mengatakan semakin banyak negara Arab dan negara Muslim yang mengikuti langkah UEA membuka hubungan resmi dengan Israel.

O'Brien dan beberapa pejabat AS akan mendampingi delegasi Perdana Menteri (PM) Netanyahu yang akan terbang dengan pesawat komersial pertama ke Uni Emirat Arab hari Senin ini.

"Kami yakin, negara Muslim dan Arab lainnya akan mengikuti langkah UEA untuk membawa pemulihan hubungan dengan Israel," kata O'Brien kepada jurnalis setelah berbincang dengan Netanyahu.

Dia tidak menyebutkan negara yang dimaksud, tapi pejabat Israel sebelumnya menyinggung negara Oman, Bahrain dan Sudan.

Sebuah pesawat udara menuju UEA, hari Senin (31/08) dengan membawa ajudan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump akan terbang ke Arab Saudi, menurut sumber Reuters.

Perjalanan ini diketahui sebagai penerbangan komersial pertama kalinya pesawat Israel memasuki kawasan langit Saudi.

Pesawat Israel, El Al, yang membawa delegasi dari Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu - bersama dengan kalangan jurnalis - mendarat di Abu Dhabi untuk pembicaraan mengenai sentuhan akhir pembentukan pakta hubungan terbuka antara UEA dan Israel.

Ditanya mengenai apakah pesawat ke Arab Saudi direncanakan berlangsung tiga jam dan 20 menit, sumber yang enggan disebutkan nama dan kewarganegaraannya, meminta untuk menunggu pengumuman resmi dari rute tersebut, dan mengatakan: "Ya."

Sebelumnya, seorang menteri Uni Emirat Arab dan Menteri Pertanian Israel mengadakan pembicaraan mengenai kerjasama ketahanan pangan dan air, hari Jumat lalu, melalui sambungan telepon.

Menteri Ketahanan Pangan dan Air UEA, Mariam Al Mheiri dan Menteri Pertanian Israel, Alon Schuster "menjanjikan kerja sama pada proyek terkait masalah ketahanan pangan dan air," dalam sebuah pernyataan UAE yang dikutip Reuters.

Pada 13 Agustus lalu, Israel dan UEA mengumumkan bahwa mereka akan memulihkan hubungan diplomatik dalam sebuah kesepakatan yang dimediasi oleh Presiden AS Donald Trump.

A Palestinian protester stands on a photo of Abu Dhabi Crown Prince Mohammed bin Zayed at a protest in Bethlehem against the UAE's decision to normalise relations with Israel (16 August 2020)

Warga Palestina mengutuk keputusan UEA untuk memulihkan hubungan dengan Israel. (EPA)

Di sisi lain, para pemimpin Palestina dilaporkan menolak kesepakatan ini. Juru bicara Presiden Mahmoud Abbas menyatakan kesepakatan itu sama dengan "pengkhianatan". Tak lama kemudian, Duta Besar Palestina untuk UEA ditarik pulang.

Pejabat senior Palestina, Hanan Ashrawi, dalam pernyataan di Twitter mengatakan kesepakatan ini "membuka kontak-kontak rahasia antara UEA dan Israel".

Kelompok Hamas yang menguasai Jalur Gaza menolak kesepakatan Israel-UEA dan menyebutnya sebagai "hadiah bagi pendudukan dan kejahatan yang dilakukan Israel" serta "menikam punggung rakyat kami".

(ita/ita)