Pidato di Konvensi Partai Republik, Melania Trump Memohon Harmoni Rasial

BBC Indonesia - detikNews
Kamis, 27 Agu 2020 09:18 WIB
Jakarta -

Ibu negara Amerika Serikat Melania Trump menyampaikan permohonan sepenuh hati yang meminta persatuan atas perbedaan ras yang kini "memanas", dalam pidatonya dari Gedung Putih ke Konvensi Partai Republik yang tengah berlangsung, Selasa malam (25/8).

"Hentikan kekerasan dan penjarahan," kata Melania merujuk pada aksi protes atas penembakan terhadap orang kulit hitam oleh polisi di Wisconsin yang masih terus berlanjut.

Melania Trump meminta rakyat Amerika untuk berhenti membuat asumsi-asumsi yang berdasarkan perbedaan ras.

Dukungan untuk Presiden Donald Trump saat ini tertinggal dibanding penantangnya dari Partai Demokrat, Joe Biden, dalam jajak pendapat untuk pemilihan November mendatang.

Trump akan berpidato di malam terakhir dan pamungkas Konvensi Partai Republik pada Kamis mendatang (27/08).

Apa kata Melania Trump?

Ibu negara AS yang biasanya menghindari pusat perhatian itu menyampaikan pidato utama pada Selasa malam (25/08) di depan audiensi kecil, termasuk suaminya, di Taman Mawar Gedung Putih.

"Seperti Anda semua, saya telah merenungkan kerusuhan rasial di negara kita," katanya.

"Ini adalah kenyataan pahit, kami tidak bangga jadi bagian dari sejarah ini. Saya mendorong Anda untuk fokus pada masa depan sambil tetap belajar dari masa lalu."

Melania berjalan ke podiumReuters

Melania menambahkan: "Saya mendorong kalian untuk berkumpul dengan menerapkan perilaku yang bermasyarakat sehingga kami dapat bekerja dan memenuhi standar ideal Amerika.

"Saya juga meminta masyarakat untuk menghentikan kekerasan dan penjarahan yang dilakukan atas nama keadilan, dan tidak membuat asumsi berdasarkan warna kulit seseorang."

Jadwal konvensi hari Selasa kemarin dimulai dengan doa untuk Jacob Blake, pria kulit hitam berusia 29 tahun yang ditembak beberapa kali di punggung oleh polisi di Wisconsin pada hari Minggu.

Trump men-twit seruan agar gubernur negara bagian Midwestern itu mengerahkan Garda Nasional untuk mengatasi kerusuhan terus berlanjut setelah penembakan.

Dalam pidatonya, Melania Trump juga mengungkapkan rasa simpatinya kepada rakyat Amerika terkait wabah virus corona yang telah menewaskan lebih dari 178.000 orang di Amerika.

"Saya tahu banyak orang yang cemas," katanya. "Beberapa merasa tidak berdaya. Saya ingin Anda tahu bahwa Anda tidak sendiri."

Melania lalu memuji suaminya sebagai seseorang yang "tidak merahasiakan perasaannya tentang sesuatu".

"Kejujuran yang total adalah apa yang pantas kami dapatkan sebagai warga negara dari presiden kami. Suka atau tidak, Anda selalu tahu apa yang dia pikirkan."

Keputusan Melania untuk berbicara dari kursi kekuasaan kepresidenan membuat marah Partai Demokrat, yang menyebut langkah itu sebagai penggunaan fasilitas pemerintah untuk tujuan politik pribadi.

Melania Trump berbicara dari White House Rose GardenMelania Trump berbicara dari White House Rose Garden (Reuters)

Taktik politik Trump

Analysis box by Anthony Zurcher, North America reporterBBC

Jika pada malam pertama Konvensi Nasional Partai Republik membahas tentang kelemahan presiden yang dirasakan di antara pemilih Amerika - tentang pandemi virus corona, masalah rasial, dan empati secara keseluruhan - keesokan harinya, Selasa, fokus pada memotivasi basis pendukung, dari aktivis anti-aborsi hingga konservatif Kristen.

Sementara itu, Trump melalui kekuasaannya sebagai presiden memainkan teater politik yang luar biasa. Pertama, mengeluarkan pengampunan dan kedua mengambil bagian dalam upacara naturalisasi -perubahan status penduduk asing menjadi WN Amerika.

Ibu Negara Melania Trump mengakhiri malam dari Taman Mawar Gedung Putih yang baru direnovasi. Dia adalah salah satu dari sedikit yang secara langsung mengungkapkan simpati kepada korban Covid-19.

Kecuali jika ada perubahan dalam beberapa bulan mendatang, virus corona akan menjadi perhatian utama para pemilih saat mereka memberikan suara.

Taktik politik Trump itu memang berguna, tapi persepsi publik tentang penanganan virus oleh presiden - dan rontoknya ekonomi - akan sangat menentukan nasib politiknya.

Siapa lagi yang berbicara pada hari Selasa?

Pada malam kedua - yang mengambil tema " Tanah Harapan" - juga mendengarkan pidato dari anak-anak presiden, seperti Eric dan Tiffany Trump.

Eric mencerca "Demokrat sebagai radikal" - pesan berulang di konvensi sejauh ini.

"Mereka ingin tidak menghormati Lagu Kebangsaan kita dengan berlutut," katanya, "sementara angkatan bersenjata kita menyerahkan nyawa mereka setiap hari untuk melindungi kebebasan kita."

Eric menuduh Biden berencana untuk membekukan anggaran penegakan hukum, meskipun calon dari Partai Demokrat itu pernah tidak mengungkapkan tudingan itu.

Tiffany, putri Trump dari mantan istri keduanya Marla Maples, menuduh media dan perusahaan teknologi membuat orang Amerika "diperbudak secara mental".

Di sisi lain, dalam konvensi tersebut ditampilkan sebuah video kontroversial Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang memuji visi "America First" Trump, yang direkam sebelumnya dari Yerusalem, Israel.

Donald Trump berusaha menampilkan dirinya sebagai presiden paling pro-Israel yang pernah ada.

Biasanya, diplomat top negara tidak akan menghadiri konvensi politik pencalonan presiden, dengan beragam alasan seperti sengaja keluar dari Negara itu, dan alasan lainnya, Associated Press melaporkan.

Mike Pompeo di YerusalemMike Pompeo di Yerusalem (Reuters)

"Ini belum pernah terjadi sebelumnya dan sangat tidak etis bagi seorang menteri luar negeri berpidato di sebuah konvensi politik saat dalam perjalanan resmi ke luar negeri," kata Halie Soifer, kepala Dewan Demokratik Yahudi Amerika.

Departemen luar negeri menekankan bahwa tidak ada uang rakyat Amerika yang digunakan dalam memproduksi video Pompeo, yang dibuat selama tur resmi di Timur Tengah.

Dimana Presiden Trump?

Donald Trump memang dijadwalkan menyampaikan pidato inti pada malam terakhir konvensi, Kamis mendatang. Namun sejak Senin kemarin, Trump tidak diam.

Ia memainkan langkah-langkah politik guna mencari dukungan publik. Di hari pertama konferensi, ditampilkan rekaman video emosional presiden yang memberikan ampun kepada seorang perampok bank Nevada, Jon Ponder, seorang pria kulit hitam yang mendirikan sebuah badan amal yang membantu para narapidana bergabung kembali ke dalam masyarakat.

Mantan perampok bank Jon Ponder, kiri, diampuni dalam video yang ditayangkan di konvensi.Mantan perampok bank Jon Ponder, kiri, diampuni dalam video yang ditayangkan di konvensi. (Reuters)

Momen kejutan lain, Trump muncul langsung dari Gedung Putih untuk memimpin upacara naturalisasi warga negara bagi para imigran.

Kritikus mengatakan segmen itu sebagai bentuk kemunafikan karena Trump selama memimpin mengambil langkah yang bertentangan yaitu membatasi imigrasi resmi, serta menindak imigrasi ilegal.

Tim kampanye Biden menuduh presiden menggunakan warga negara Amerika sebagai "alat peraga".

"Imigran dan Latin bukanlah alat peraga, dan gerakan kosong ini tidak akan membuat kita melupakan kegagalan Donald Trump," kata direktur media Latin dari Partai Demokrat, Jennifer Molina, kepada kantor berita AP.

Link box banner topBBC

(ita/ita)