Dua Bongkah Emas Bernilai Rp 3,7 Miliar Ditemukan di Australia

BBC Indonesia - detikNews
Sabtu, 22 Agu 2020 09:43 WIB
Jakarta -

Brent Shannon dan Ethan West

Brent Shannon dan Ethan West menemukan bongkahan emas saat diliput acara TV Aussie Gold Hunters. (AussieGoldHunters/DiscoveryChannel)

Dua bongkahan emas senilai sekitar A$350.000 (Rp3.7 miliar) ditemukan oleh dua penambang di Australia selatan.

Brent Shannon dan Ethan West menemukan batu-batu itu di dekat kota tambang emas Tarnagulla di negara bagian Victoria.

Temuan mereka ditampilkan di acara televisi Aussie Gold Hunters, yang ditayangkan pada hari Kamis.

Kedua pria itu menggali tanah dan menggunakan detektor logam untuk mendeteksi emas di area tersebut.

"Ini jelas salah satu penemuan paling signifikan," kata Ethan West, seperti dikutip CNN. "Bisa mendapatkan dua bongkahan besar dalam satu hari sungguh luar biasa."

Mereka menemukan bongkahan emas atau nugget, dengan berat total 3,5kg, dalam beberapa jam dengan bantuan ayah West, menurut Discovery Channel yang menayangkan acara televisi tersebut.

Berat total kedua bongkahan itu 3,5kg.

Berat total kedua bongkahan itu 3,5kg. (AussieGoldHunters/DiscoveryChannel)

Acara televisi itu, yang juga disiarkan di Inggris, mengikuti tim pencari emas yang menggali di ladang emas di bagian terpencil Australia.

"Saya pikir kami beruntung," kata Shannon kepada acara TV Australia, Sunrise. "[Emas] itu berada di tanah yang masih perawan, artinya belum tersentuh dan belum ditambang."

West mengatakan bahwa selama empat tahun menambang emas, ia mungkin telah mengumpulkan "mungkin ribuan" keping.

Discovery Channel juga mengatakan kolektor dapat membayar hingga 30% lebih banyak untuk nugget daripada nilai estimasi mereka.

Pada tahun 2019, seorang pria Australia menemukan bongkahan emas seberat 1,4kg yang bernilai sekitar A$100,000 (Rp1,6 miliar) dengan menggunakan detektor logam.

Penambangan emas di Australia dimulai pada tahun 1850-an, dan masih menjadi industri yang penting di negara tersebut.

Kota Tarnagulla sendiri didirikan selama Demam Emas Victoria dan menjadi sangat kaya selama periode waktu ketika para pemburu emas pindah ke sana untuk menguji keberuntungan mereka, menurut situs web lokal.

(ita/ita)