China Pasang Peringatan di Video Mukbang, Ini Tujuannya

BBC Indonesia - detikNews
Kamis, 20 Agu 2020 19:21 WIB
Jakarta -

Seperti dikatakan para koki profesional, kita makan dengan mata jadi bagi orang-orang yang mencari nafkah dengan menyantap hidangan dan menyiarkannya melalui media sosial, presentasi makanan menjadi kunci kesuksesan.

Pemengaruh (influencer) asal Korea Selatan Sna, alias a.bite, mendapat penggemar dari seluruh dunia karena caranya menyajikan dan menyantap hidangan yang ditata dengan indah.

Lebih dari enam juta pengikutnya di TikTok hampir setiap hari menyaksikannya melahap dan mengunyah sepiring besar makanan.

"Saya mulai mengepos ke TikTok lebih dari dua setengah tahun yang lalu," katanya.

"Dan saya telah membuat 270 video pertunjukan makan dalam satu setengah tahun terakhir."

Sna adalah salah satu dari sekian banyak bintang media sosial yang merangkul dua tren di internet:

  • Mukbang, yang berasal dari bahasa Korea dan secara longgar diterjemahkan sebagai "siaran makan"
  • Autonomous sensory meridian response (ASMR) adalah jenis video yang ditujukan untuk menciptakan bunyi-bunyian dan suara yang dapat menimbulkan respons fisik

Sebagian orang barangkali tidak tertarik untuk melihat dan mendengar seseorang melahap tumpukan makanan di depan kamera. Namun tren tersebut, dimulai sekitar 10 tahun yang lalu, telah menjadi sangat populer di Asia.

Namun sekarang pemerintah China mulai menindak video-video tersebut, dan mungkin tak lama lagi akan melarangnya sama sekali.

Kampanye 'Piring Bersih'

Berawal dari komentar dari Presiden Xi Jinping, yang baru-baru ini meminta semua orang untuk "memerangi pemborosan makanan".

Kekurangan pangan menjadi kekhawatiran yang semakin besar bagi China, akibat perang dagang yang berkelanjutan dengan Amerika Serikat dan banjir massal yang melanda perkebunan bulan lalu.

Kampanye 'Piring Bersih' diluncurkan setelah Xi menyoroti bahwa Covid-19 telah "membunyikan alarm" akan masalah pemborosan makanan.

Ia mengimbuhkan bahwa China harus "mempertahankan rasa krisis tentang keamanan pangan".

Dan media pemerintah pun segera beraksi.

Media China CCTV membuat laporan kritis tentang 'mukbangers', mereka yang melahap bergunung-gunung makanan dalam siaran langsung.

Pesan peringatan di video pertunjukan makan.BBCPesan peringatan mulai dimunculkan di video pertunjukan makan.

Dan, tak lama kemudian, perusahaan media sosial mulai bertindak.

Siapapun yang menelusuri dunia maya dengan istilah seperti "acara makan" atau "siaran langsung makan" kini mendapat peringatan.

Para pengguna di aplikasi populer Kuaishou diperingatkan untuk "menghemat makanan; makan dengan benar" dan di Douyin, aplikasi mirip TikTok, muncul peringatan yang menyatakan: "Hargai makanan, jangan membuang-buang, makan dengan benar hiduplah dengan sehat."

Sementara itu, bintang mukbang Mini tampil dalam video promosi media pemerintah Guangming Daily, meminta masyarakat agar tidak menyia-nyiakan makanan.

Dalam salah satu iklannya, ia berkata: "Hidangan yang dihangatkan juga bisa sangat enak."

Namun tampaknya tidak satu pun dari peringatan ini yang muncul di aplikasi China yang beroperasi di luar negeri, seperti TikTok.

Pegawai restoran d Handan, China menaruh papan peringatan yang meminta pelanggan tidak menyia-nyiakan makanan.

Juga di restoran: Pelanggan rumah makan di China diminta untuk "mengurangi pesanan" dalam upaya mengatasi masalah sampah makanan. (AFP/Getty Images)

Analis media BBC China, Kerry Allen, mengatakan: "Platform media sosial di China telah lama gelisah karena konten di platform mereka dianggap bertentangan dengan hal yang dianggap negara sebagai perilaku yang baik dan bermoral.

"Livestreaming dan vlogging (video blogging) telah menjadi semakin populer.

"Akan tetapi karena negara sangat gagap dengan kebebasan baru yang ditawarkan media ini, banyak vlogger kesulitan untuk menemukan relungnya, berkat aturan ketat tentang livestreaming di luar ruangan atau tampil menggoda", kata Allen.

"Jadi, para pemengaruh akhirnya hanya melakukan karaoke atau makan."

Dipermalukan

Tapi sekarang beberapa bintang mukbang paling sukses di China, "para raja gemuk" yang makan sebanyak mungkin di depan kamera, videonya diburamkan di platform China, untuk mengecilkan minat pemirsa.

Presiden China Xi Jinping di layar reklame

Presiden China Xi Jinping baru-baru ini meminta rakyatnya agar berhenti menyia-nyiakan makanan dan mulai berhemat. (Getty Images)

"Para pengguna sudah mulai menghapus video makan mereka secara manual," kata Allen.

Namun meskipun demikian, mereka tetap berisiko dipermalukan karena video mereka sebelumnya bisa saja disimpan oleh orang lain.

"Beberapa warganet di media sosial telah mengambil kesempatan untuk meledek dan mempermalukan mereka yang pernah menjadi bagian dari ceruk yang dicap sebagai 'boros' dan 'vulgar' hanya dalam semalam," kata sang analis.

Orang-orang kesepian

Sebagian besar pengikut Sna ada di Korea, Vietnam, dan Thailand.

Namun ia mengkhawatirkan 50.000 penggemarnya di China, banyak di antaranya dianggap orang kesepian yang hanya ingin ditemani saat makan malam sendirian di depan ponsel atau komputer.

"Saya berharap hanya channel-channel terburuk yang akan terdampak oleh hal ini agar kanal yang bermanfaat dan bagus bisa tetap buka," katanya.

"Saya tidak makan banyak-banyak di video saya dan selalu berusaha untuk makan makanan sehat."

Simak video 'Pesta Kolam Ratusan Pemuda Wuhan Rayakan Bebas Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)