Pemilu Belarusia, Demonstran Bicara Soal Penyiksaan dalam Tahanan

BBC Indonesia - detikNews
Sabtu, 15 Agu 2020 17:34 WIB
Minsk -

"Itu neraka di Bumi," kata Natalia Denisova setelah meninggalkan penjara. "Tolong bantu kami."

Two women on the floor, screaming, while two policemen with batons stand next to them

Para pengunjuk rasa mengatakan mereka telah dipukuli tanpa pandang bulu oleh polisi (BBC)

Seperti banyak orang lainnya di Belarus, Natalia mengatakan dia dipermalukan dan diperlakukan secara tidak layak ketika dia ditangkap dan ditahan oleh polisi.

"Mereka menyiksa orang-orang, mereka menyiksa gadis-gadis muda," tuturnya.

Pengakuannya senada dengan kisah banyak tahanan lain yang sudah dibebaskan, yang telah menceritakan tentang pemukulan saat dalam tahanan, dan Amnesty International mengatakan ada dugaan "penyiksaan yang meluas".

Sejumlah 6.700 orang ditangkap sejak demonstrasi pecah setelah pemilihan presiden pada Minggu (09/08).

Alexander Lukashenko, yang berkuasa sejak 1994, ditetapkan sebagai pemenang oleh komisi pemilihan umum dengan 80,1% suara - hasil pemilu yang ditolak oleh pendukung oposisi. Mereka kemudian berdemonstrasi setelahnya.

Pemimpin oposisi, Svetlana Tikhanovskaya, mendesak diakhirinya kekerasan, namun dia telah melarikan diri ke Lithuania setelah ditahan selama beberapa jam.

'Saya mau menjadi relawan'

Women rally in support of detained and injured participants of the protests that erupted in the aftermath of the presidential election, in Minsk, Belarus, 12 August 2020

Para perempuan di Misk berdemonstrasi pada Rabu (12/09) mendukung para pengunjuk rasa yang ditahan. (EPA)

"Saya hanya ingin menjadi pemantau independen," ujar Denisova, "Untuk memastikan bahwa pemilu ini jujur dan transparan."

Denisova adalah seorang pengacara di Minsk, ibu kota Belarus.

Ketika dia mengajukan izin resmi untuk mengawasi pemungutan suara di TPS setempat, dia tidak menyangka akan berakhir di penjara.

"Saya tidak diizinkan tinggal di dalam TPS," katanya. "Saya berdiri di luar selama lima hari, mendaftar jumlah orang yang datang untuk memberikan suara, dan membandingkannya dengan angka resmi [yang diajukan] oleh komisi."

Pengawas tidak diperbolehkan berbicara dengan pemilih yang datang dan pergi, atau mengambil data pribadi mereka.

Dia mengatakan bahwa dia "benar-benar" berpegang pada aturan, "Saya seorang pengacara. Hukum sangat berarti bagi saya."

'Hentikan penipuan ini'

Police detain a man in Minsk, Belarus. Photo: 12 August 2020

Polisi Belarus dituduh menggunakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa (EPA)

"Saya mencatat penipuan besar-besaran selama lima hari pertama pemilihan," kata Denisova.

"Setiap hari saya mengajukan pengaduan ke Jaksa Wilayah, Kapolres, dan KPU Pusat. Saya meminta mereka menghentikan penipuan ini karena ini kasus pidana," tambahnya.

Dia mengatakan dia meminta pengamat independen lain untuk bergabung dengannya pada 9 Agustus, "hari pemilihan utama".

Tetapi Denisova mengatakan tujuh dari mereka telah ditangkap, dan dia dilarang berdiri di luar TPS oleh ketua komisi pemilihan.

"Dia berkata 'Saya memperingatkan Anda'. Saya menolak untuk pergi, dan dia menelepon polisi. Dia mengatakan kepada mereka bahwa saya adalah seorang hooligan, bahwa saya mengganggu orang dengan cara yang agresif," kata Denisova.

"Mereka membawa saya ke kantor polisi dan menahan saya selama tiga hari."

'Saya akan patahkan lenganmu'

Ambulance drives into a detention centre in Minsk, 13 August 2020

Kerabat dan teman tahanan menunggu di luar pusat penahanan Okrestina di Minsk (Reuters)

Natalia mengatakan dia dipenjara dalam "kondisi yang mengerikan selama tiga hari", bersama dengan pengunjuk rasa lainnya.

Dia pertama kali dibawa ke pusat penahanan Okrestina di Minsk.

"Okrestina. Semua orang di sini tahu kata ini sekarang. Ini neraka di Bumi," katanya.

"Anda tidak diperbolehkan membawa barang pribadi. Tidak ada sikat gigi atau sedikit sabun, bahkan air minum."

Dia ditahan di sana selama sehari, "dan tidak ada yang memberi saya makan," katanya.

Ketika salah satu teman satu selnya pingsan, dia meminta bantuan, tetapi tidak ada yang datang.

"Saya mengetuk pintu, berteriak 'Kami butuh bantuan medis!' Seorang penjaga datang dan dia berkata 'Jika kamu berteriak lagi aku akan mematahkan tanganmu'. "

"Saya dipermalukan di Okrestina," kata Denisova. Dua kali dia dipaksa berdiri telanjang dan menjalani pemeriksaan tubuh yang mengganggu.

"Tentu saja, ini trauma psikologis," katanya.

Tapi dia juga bilang dia "beruntung", karena keesokan harinya dia dipindahkan ke penjara lain.

'Mereka menyiksa gadis-gadis muda'

Saat berada di Okrestina, Denisova berbagi selnya dengan Maria Moroz, manajer kampanye Tikhanovskaya, kandidat oposisi utama.

"Dia perempuan yang sangat pemberani. Cemerlang. Saya bangga orang Belarus memiliki orang-orang seperti itu," kata Denisova.

"Tapi saya ingin Anda tahu, dari delapan gadis di sel saya, empat belum dibebaskan," tambahnya.

Denisova yakin situasi di Okrestina semakin buruk: "Mereka menyiksa orang. Mereka menyiksa gadis-gadis muda. Mereka tidak memberi mereka makanan atau air. Mereka memasukkan hingga 50 orang ke dalam sel yang hanya untuk enam sampai delapan orang."

Dia bilang terkadang para tahanan tidak bisa bernapas karena terlalu panas.

"Mereka memukuli orang. Orang tua mereka berada di luar. Mereka dapat mendengar orang-orang berteriak saat mereka dipukuli."

Apa yang dikatakan saksi-saksi lain

Man shows BBC his bruising outside Okrestina centre

Tahanan yang meninggalkan pusat penahanan Okrestina menunjukkan luka memarnya. (BBC)

Kisah Natalia mirip dengan apa yang didengar wartawan BBC di lapangan dari orang-orang di jalan, termasuk remaja, yang menggambarkan bahwa mereka dipukuli.

"Mereka memukuli orang dengan ganas, tanpa ampun, dan menangkap siapa pun. Kami dipaksa berdiri di halaman sepanjang malam. Kami bisa mendengar perempuan dipukuli. Saya tidak mengerti kekejaman seperti itu," kata seorang pria saat dia menunjukkan luka memarnya kepada BBC.

Amnesty International mengatakan para tahanan menggambarkan telah ditelanjangi, dipukuli dan diancam akan diperkosa.

"Mantan tahanan memberi tahu kami bahwa pusat penahanan telah menjadi ruang penyiksaan, di mana pengunjuk rasa dipaksa untuk berbaring di tanah sementara polisi menendang dan memukuli mereka dengan pentungan," kata Marie Struthers, direktur Amnesty International untuk Eropa Timur dan Asia Tengah.

Dalam audio yang dibagikan oleh seorang jurnalis BBC, teriakan terdengar dari dalam Okrestina.

Tahanan lain yang dibebaskan, jurnalis Nikita Telizhenko, menerbitkan kisah yang mengerikan di mana dia menggambarkan orang-orang yang terbaring di lantai pusat penahanan, bertumpuk di atas satu sama lain, dalam genangan darah dan kotoran.

Mereka tak diperbolehkan menggunakan toilet selama berjam-jam atau mengubah posisi.

Menteri Dalam Negeri Belarus Yuri Karayev telah meminta maaf kepada mereka yang "terluka secara tidak sengaja" di jalan-jalan, tetapi kementeriannya membantah bahwa telah terjadi penganiayaan di dalam pusat-pusat penahanan.

Kementerian dalam negeri juga menegaskan bahwa tindakannya sudah memadai dan tepat dan menunjukkan bahwa lebih dari 100 polisi terluka.

'Tolong bantu kami'

Protesters in Minsk, Belarus 13 August 2020

Demonstrasi terus berlangsung di hari kelima pada Kamis (13/08). (EPA)

"Itu sedang terjadi sekarang. Jadi saya bertanya apakah ada yang bisa membantu, pemerintah, rakyat Tolong bantu kami, "kata Denisova.

"Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya hanya bisa berdoa untuk gadis-gadis yang tinggal di sana."

Setelah dibebaskan, Denisova berusaha melakukan yang terbaik untuk Maria Moroz dan perempuan lain yang masih ditahan di Okrestina.

"Dia kedinginan, dia menderita, tetapi saya diizinkan untuk mengambil beberapa pakaian dan saya membaginya," katanya.

Di rumah, anaknya yang berusia enam tahun dirawat oleh orang tuanya.

Meskipun tidak ada yang memberitahunya bahwa dia telah ditangkap, dia "menangis sepanjang waktu menanyakan di mana ibu saya," kata Denisova.

'Bahkan anak usia enam tahun pun tahu'

Police arresting protestors in the street

Denisova berbicara tentang iklim teror di negaranya (BBC)

Denisova mengatakan dia belum memberi tahu putranya tentang situasi politik negara atau tentang keterlibatannya.

Tetapi dia mengatakan bahwa "dua hari sebelum saya ditangkap, dia bertanya kepada saya 'Mommy apakah mereka akan memasukkanmu ke penjara?'"

"Saya tidak tahu mengapa dia bertanya. Dia hanya merasakan teror, dan dia benar," katanya.

"Saya mengatakan kepadanya untuk tidak khawatir, tetapi sungguh menakjubkan bagaimana dia merasakannya. Bagaimana bahkan anak-anak pun mengerti apa yang sedang terjadi."

(nvc/nvc)