Bangunan Peninggalan Sebelum Abad 11 di Yaman Luluh Lantak Akibat Banjir

BBC Indonesia - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 18:59 WIB
EPA
Jakarta -

Lebih dari 130 orang tewas selama hujan lebat di Yaman sejak pertengahan Juli, kata pihak berwenang di ibu kota Sanaa, yang dikuasai kelompok pemberontak.

Puluhan lainnya dilaporkan terluka akibat banjir.

Banjir juga menyebabkan kerusakan parah pada situs bersejarah di Kota Tua Sanaa, yang sudah ditetapkan sebagai Unesco sebagai situs warisan dunia.

Kota tua ini merupakan rumah bagi ratusan bangunan rumah khas berwarna cokelat dan putih, yang berasal dari peninggalan sebelum abad ke-11.

Keberadaan bangunan bersejarah ini telah lama terancam akibat kerusakan dan kekerasan perang.

A Yemeni holding a yellow umbrella stands in front of a collapsed building in Sanaa EPA A man walks in the ruins of a damaged building in SanaaReuters

Seorang warga, Muhammad Ali al-Talhi, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa dia dan keluarganya kehilangan tempat tinggal, setelah bangunan kuno tempatnya luluh lantak pada Jumat.

"Semua yang kami miliki kini terkubur," katanya.

Workers demolish a building damaged by rain in Sanaa Reuters Yemeni boys enjoy rainwater at a flooded street following heavy rainfall in the old quarter of Sanaa EPA Banjir di kota tua Sanaa disambut gembira oleh anak-anak. Workers demolish a building damaged by rain in the Unesco World Heritage site of the old city of SanaaReuters

Lebih dari lima tahun Yaman dikoyak konflik yang menyebabkan apa yang digambarkan PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Jutaan orang bergantung pada bantuan makanan, dan virus corona diyakini telah menyebar - sebagian besar tidak dilaporkan - ke seluruh negeri.

Semua foto dilindungi hak cipta.

(ita/ita)