Penambang yang Kaya Mendadak dalam Semalam Kembali Temukan Batu Langka

BBC Indonesia - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 15:49 WIB
Saninu Laizer mengatakan uang dari hasil penjualan itu batu mulia itu akan digunakan untuk membangun sekolah dan fasilitas kesehatan (TBC1)
Jakarta -

Seorang penambang skala kecil di Tanzania, yang menjadi miliarder dalam semalam pada Juni lalu setelah menjual dua batu mulia langka Tanzanite senilai US$3,4 juta atau setara Rp42 miliar, berhasil menjual batu sejenis seharga US$2 juta atau setara Rp29 miliar.

Temuan batu Tanzanite ketiga oleh Saniniu Laizer memiliki berat 6,3 kg.

Tanzanite hanya ditemukan di Tanzania utara dan digunakan untuk membuat ornamen.

Batu itu adalah salah satu batu mulia paling langka di Bumi. Bahkan, seorang ahli geologi setempat memperkirakan pasokannya mungkin habis dalam 20 tahun ke depan.

Daya tarik batu mulia terletak pada ragam warnanya, termasuk hijau, merah, ungu dan biru.

Nilai batu mulia terlangka itu ditentukan oleh kelangkaan - semakin halus warna atau kejernihannya, semakin tinggi harganya.

Tanzanite

Daya tarik batu mulia terletak pada ragam warnanya, termasuk hijau, merah, ungu dan biru. (AFP)

Lazier mendorong teman-temannya sesama penambang skala kecil untuk bekerja sama dengan pemerintah, dan mengatakan bahwa pengalamannya adalah contoh yang baik.

"Menjualnya kepada pemerintah berarti tidak ada jalan pintas... mereka transparan," kata Lazier dalam pernyataannya di sebuah upacara di tambang yang terletak di utara Mirerani.

Penambang kerap mengeluh tentang pembayaran yang terlambat dari pemilik tambang, menurut wartawan BBC Aboubakar Famau yang melaporkan dari ibu kota Dodoma.

Saniniu Laizer carrying the gemstones at the trading centre

Juni lalu, Saniniu Laizer berhasil menjual dua batu mulia langka Tanzanite senilai Rp42 miliar (Tanzania Ministry of Minerals)

Setelah menjual dua batu mulia dengan berat 9,2 kg dan 5,8 kg, Lazier - ayah dari 30 anak - mengatakan kepada BBC bahwa dia akan menggelar sebuah pesta.

Akan tetapi, setelah berhasil menjual batu mulia ketiganya Senin (03/08) lalu, dia mengatakan bahwa uang dari hasil penjualan itu akan digunakan untuk membangun sekolah dan fasilitas kesehatan di distrik Simanjiro di utara Manyara.

Dia mengatakan kepada BBC bahwa keberuntungannya dua bulan lalu tidak akan mengubah gaya hidupnya. Dia mengaku berencana untuk terus memelihara sapinya yang berjumlah 2.000.

Laizer menambahkan bahwa dirinya tidak perlu mengambil tindakan pencegahan tambahan meskipun dirinya menjadi miliarder dalam semalam.

Man sorting Tanzanite at mine site

Penjual batu mulia Tanzanite menghendaki pemerintah untuk mempublikasikan batu mulia unik secara lebih luas. (BBC)

Beberapa penambang skala kecil seperti Laizer memperoleh lisensi pemerintah untuk menggali Tanzanite, tetapi penambangan ilegal banyak terjadi terutama di dekat tambang yang dimiliki oleh perusahaan besar.

Pada 2017, Presiden Magufuli memerintahkan militer untuk membangun tembok sepanjang 24 km di sekitar lokasi penambangan Merelani di Manyara, yang diyakini sebagai satu-satunya sumber Tanzanite di dunia.

Setahun kemudian, pemerintah melaporkan peningkatan pendapatan di sektor pertambangan dan menghubungkan kenaikan tersebut dengan pembangunan tembok.

(ita/ita)