1 dari 3 Anak di Dunia Terpapar Timbal Beracun, Bisa Cacat Seumur Hidup

BBC Indonesia - detikNews
Kamis, 30 Jul 2020 17:40 WIB
Daur ulang baterai asam-timbal tanpa pengawasan adalah penyebab utama keracunan timbal. (Pure Earth)
Jakarta -

Satu dari tiga anak di dunia terpapar timbal beracun, yang bisa mengakibatkan cacat seumur hidup, menurut penelitian yang dilakukan Unicef dan Pure Earth.

Mereka memperkirakan sekitar 800 juta anak terdampak, sebagian besar di negara berpendapatan rendah dan menengah.

Hampir setengahnya ada di Asia Selatan.

Baterai yang tidak didaur ulang dengan baik, sampah elektronik, pertambangan, dan cat adalah sumber utama timbal beracun, kata laporan itu.

Aki mobil biang keladinya

Para penulis laporan tersebut mengatakan temuan mereka sebagian besar berdasarkan data dari Institute of Health Metrics and Evaluation (IHME) di University of Washington, yang mengumpulkan hasil tes darah puluhan ribu anak di seluruh dunia.

IMHE mempublikasikan penelitian itu, Global Burden of Disease.

"Kendaraan di negara berpendapatan rendah dan menengah telah bertambah tiga kali lipat sejak tahun 2000, dan menyebabkan daur ulang baterai asam-timbal meningkat tajam, seringkali dengan cara yang tidak aman," kata salah satu penulis laporan itu, Dr. Nicholas Rees, kepada BBC.

Sekitar 85% dari total timbal di dunia digunakan untuk memproduksi baterai asam-timbal, sebagian besarnya merupakan aki mobil yang didaur ulang.

"Akibatnya, setengah dari baterai asam-timbal bekas berakhir di sektor ekonomi informal," kata laporan itu.

"Operasi daur ulang tanpa pengawasan, dan seringkali ilegal, biasanya memecahkan kotak baterai, menumpahkan asam dan debu timbal ke tanah, dan [ada] leburan timbal di tungku pembakaran yang mengeluarkan asap beracun dan debu ke lingkungan sekitarnya."

Bengkel daur ulang baterai di India

Debu timbal dari pabrik daur ulang bisa mengkontaminasi udara permukiman sekitarnya. (Pure Earth)

Mengapa anak-anak rentan keracunan timbal?

Para pakar mengatakan anak-anak mengasup makanan, cairan, dan udara lima kali lebih banyak dibandingkan orang dewasa, berdasarkan perbandingan rasio berat badannya.

"Itu berarti mereka bisa menyerap lebih banyak neurotoksin ini jika terlarut dalam tanah dan air atau tersebar di udara tempat anak-anak tinggal," kata laporan tersebut.

Juga dikatakan bahwa bayi dan anak di bawah usia lima tahun dalam risiko tinggi, karena otak mereka bisa rusak sebelum tumbuh secara optimal, menyebabkan cacat neurologis, kognitif, dan fisik seumur hidup.

"Timbal adalah neurotoksin keras yang, bahkan dengan paparan rendah, terkait dengan rendahnya skor IQ, pendeknya rentang perhatian, dan kemungkinan perilaku kekerasan dan bahkan kriminal di usia dewasa."

Laporan mengatakan India memiliki jumlah terbanyak - lebih dari 275 juta - anak dengan kadar timbal dalam darah lebih dari lima mikrogram per desiliter

Bengkel daur ulang baterai di India

Timbal juga bisa terlarut dalam tanah dan air tanah. (Pure Earth)

Kadar itu, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, memerlukan tindakan.

Anak-anak yang tinggal di dekat bengkel daur ulang baterai asam timbal di India, kedapatan memiliki kadar timbal hingga 190 mikrogram per desiliter, menurut Dr. Abbas Mahdi, kepala departemen biokimia di Universitas Kesehatan King George di Uttar Pradesh, India.

"Anak-anak kami juga terpapar kontaminasi lain, misalnya beberapa bumbu dan obat herbal yang mengandung timbal sebagai bahan pengawet dan penambah warna."

(ita/ita)