Israel Gagalkan Serangan Hizbullah dari Libanon

BBC Indonesia - detikNews
Selasa, 28 Jul 2020 09:37 WIB
Israel menambah kekuatan militer ke perbatasan Libanon dalam beberapa hari terakhir. (AFP)
Jakarta -

Militer Israel telah melepaskan tembakan ke arah sejumlah milisi Hezbollah yang mencoba "menginfiltrasi teritori kami", kata Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Militer Israel (IDF) mengklaim sebanyak empat milisi menyeberangi perbatasan di area Gunung Dov, bagian dari Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki Israel.

Di sisi lain, Hezbollah menyatakan tidak terlibat pertikaian apapun, seraya menyalahkan pihak musuh yang "ketakutan".

Ketegangan di area tersebut meningkat setelah kematian seorang petempur Hezbollah.

Dia tewas dalam sebuah serangan udara yang disebut-sebut dilakukan Israel di Suriah. Israel, yang tidak membenarkan atau membantah melakoni serangan pada Senin (27/07) pagi, memperingatkan Hezbollah untuk tidak membalas.

IDF menyatakan "para teroris kabur kembali ke Libanon" setelah ditembaki pada Senin (27/07).

Dalam pidato yang disiarkan stasiun televisi, PM Netanyahu mengatakan dirinya "memandang upaya infiltrasi ke teritori kami dengan serius".

Ditambahkannya: "Hezbollah dan Libanon memikul tanggung jawab penuh atas insiden ini dan serangan apapun dari wilayah Libanon ke Israel. Hezbollah harus tahu bahwa mereka bermain dengan api."

Map

Media Israel, yang mengutip sumber militer tanpa identitas, menyebut Hezbollah berencana menyerang sebuah pos IDF.

Laporan itu juga menyebutkan Israel telah melacak mereka dan melepaskan tembakan begitu para milisi menyeberangi Garis Biruperbatasan antara Israel dan Libanon yang diakui PBB.

Militer Israel, masih dipaparkan dalam laporan tersebut, kemudian melepaskan tembakan artileri. Tidak ada laporan mengenai korban di pihak Libanon.

Hezbollah, dengan persenjataan kuat dan didanai Iran, adalah pasukan bersenjata terkuat di Libanon bersama tentara Libanon. Kelompok itu banyak beroperasi di bagian selatan Libanon dan bersama sekutu-sekutu politiknya, mereka punya pengaruh besar di dalam pemerintahan.

Pernyataan Hezbollah mengatakan petempurnya tidak ada yang terlibat dalam pertikaian, penembakan, atau infiltrasi ke Israel pada Senin (27/07). "Itu hanya satu pihak, musuh yang ketakutan, gugup, dan tegang".

Bagaimanapun, Hezbollah memperingatkan bahwa balasan atas kematian petempurnya "jelas akan tiba".

Israel dan Hezbollah pernah terlibat pertempuran selama sebulan pada 2006, setelah Hezbollah membunuh delapan serdadu Israel dan menculik dua lainnya dalam penculikan lintas perbatasan.

Konflik tersebut kemudian menewaskan 1.191 orangsebagian besar warga sipildi Libanon. Dari pihak Israel, sebanyak 121 serdadu dan 44 warga sipil tewas.

Analysis box by Tom Bateman, Middle East correspondentBBC

Ketegangan meninggi di salah satu perbatasan paling panas di kawasan Timur Tengah.

Belum jelas apa yang hendak dilakukan para milisi ketika mereka melintasi perbatasan sejauh beberapa meter dari Libanon ke wilayah yang diduduki Israel. Mereka bersenjatakan senapan serbu dan berencana melakukan serangan, kata Israel.

Sejauh ini ada beberapa laporan yang bertentangan di Libanon mengenai apakah aksi itu adalah balasan Hezbollah atas kematian salah satu petempurnya pekan lalu.

Kelompok itu sendiri berupaya meredakan insiden tersebut dan mengatakan bakal ada pembalasan. Sama sekali belum jelas kapan "ronde" perkelahian ini berakhir.

Permusuhan antara kedua pihak akan terus berlanjut: Israel berupaya menggagalkan rencana kelompok sokongan Iran itu untuk memperoleh roket-roket berteknologi tinggi, sementara kelompok tersebut menerima dukungan dengan unjuk kekuatan melawan Israel.

Tonton video '55 Ditangkap di Aksi Demo Tuntut Benjamin Netanyahu Mundur':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)