Vietnam Tutup Kota Pariwisata Usai Kasus Corona Muncul Lagi

BBC Indonesia - detikNews
Senin, 27 Jul 2020 18:06 WIB
Petugas medis melakukan pemeriksaan suhu ke sejumlah orang di permukiman kota Da Nang. (Reuters)
Jakarta -

Pemerintah Vietnam melarang turis mengunjungi kota Da Nang setelah kasus Covid-19 pertama muncul di negara itu sejak April lalu. Empat kasus positif yang terjadi di kota itu diyakini akibat transmisi lokal.

Tidak boleh ada turis yang masuk ke Da Nang dalam 14 hari ke depan. Otoritas Vietnam menambah jadwal penerbangan untuk memulangkan sekitar 80.000 turis dari Da Nang.

Vietnam selama ini disebut sebagai salah satu negara yang sukses mengendalikan pandemi virus corona. Mereka menutup perbatasan sejak awal pandemi, menerapkan karantina wilayah, dan melacak kontak secara masif.

Sekitar 100 hari setelah kasus positif terakhir di Vietnam, empat kasus baru muncul di Da Nang. Kota yang populer di kalangan turis ini berada di kawasan pesisir.

Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc, Senin (27/07), memerintahkan penduduk Da Nang untuk menerapkan pembatasan jarak sosial dan menutup seluruh aktivitas non-esensial.

Phuc berkata, respons terhadap empat kasus baru ini harus masif, meski dia belum mengeluarkan keputusan karantina wilayah untuk kota tersebut.

Kaitan antarkasus tidak jelas

Kasus pertama sejak April lalu diderita laki-laki berusia 57 tahun. Dia disebut sebagai Pasien 416. Merujuk catatan medis, pada 20 Juli lalu dia mengalami gejala flu.

Pasien itu kini menjalani perawatan dengan ventilator atau alat bantu pernafasan. Menurut laporan media massa lokal, ia berada dalam kondisi kritis.

Otoritas Vietnam menyatakan belum mengetahui di mana Pasien 416 terpapar virus corona. Pasien itu disebut masih berada di Da Nang.

Lebih dari 100 orang yang berhubungan dengan pasien itu telah diminta menjalani uji Covid-19. Seluruh hasil tes itu negatif.

Namun pada akhir pekan lalu, tiga kasus positif lainnya terkonfirmasi. Salah satu pasien adalah warga provinsi Quang Ngai berusia 17 tahun. Sebelumnya, dia naik kereta bersama dua orang yang baru saja mengunjungi Rumah Sakit Da Nang C.

Otoritas setempat belum mengkonfirmasi kaitan di antara empat kasus positif ini.

Family on a motorbike in Hanoi, VietnamPenduduk kota Hanoi diminta kembali memakai masker di tempat publik. (EPA)

Rumah Sakit Da Nang C ditutup akibat kasus ini. Pemkot Da Nang juga mulai memberlakukan strategi pencegahan.

Segala urusan yang tidak masuk kategori penting juga diminta menghentikan aktivitas mereka. Pertemuan yang melibatkan lebih dari 30 orang akan dilarang.

Karena perjalanan internasional belum bergulir, Da Nang dipromosikan sebagai tujuan wisata alternatif bagi masyarakat Vietnam.

Sekitar 80.000 turis yang dipulangkan dari Da Nang diminta menjalani karantina mandiri.

Rumah sakit di seluruh Vietnam juga dilaporkan mengambil tindakan preventif. Sementara di Hanoi, masyarakat didesak untuk kembali mengenakan masker di tempat umum.

Adapun sejumlah pertandingan sepak bola yang dijadwalkan berlangsung, Minggu (26/07), ditunda.

Kasus-kasus baru ini merupakan kemunduran yang signifikan bagi Vietnam, yang bangga atas keberhasilan mereka dalam mengatasi virus.

Vietnam sebelumnya menutup perbatasan untuk semua pelancong, kecuali warga mereka yang kembali dari luar negeri.

Mereka mewajibkan siapa pun yang memasuki Vietnam untuk menjalani karantina di fasilitas pemerintah selama 14 hari lalu menjalankan uji Covid-19.

Sebagian besar kasus positif terdeteksi di pusat karantina.

Operasi pelacakan dan pengujian kontak yang masif secara cepat meredakan penyebaran virus corona di dalam negeri. Sejauh ini tercatat terdapat 420 kasus dan tidak ada pasien yang meninggal.

Pasiennya yang paling terkenal, seorang pria Inggris yang menghabiskan 68 hari menggunakan ventilator, sembuh dan diizinkan keluar Vietnam, awal Juli lalu.

(ita/ita)