Polisi Sydney MInta Perempuan Lepas Tampon dalam Penggeledahan Fisik

BBC Indonesia - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 18:12 WIB
Tindakan polisi menggeledah tubuh dalam acara festival musik mendapat sorotan publik. (Getty Images)
Canberra -

Kepolisian di Sydney, Australia, meminta seorang perempuan muda untuk melepaskan tamponnya saat melakukan penggeledahan tubuh. Peristiwa ini mendorong kajian ulang atas hukum penggeledahan.

Ini merupakan salah satu contoh kesalahan polisi yang ditemukan dalam sebuah penyelidikan terhadap lima kasus penggeledahan tubuh tahun lalu di Sydney.

Kebanyakan peristiwa penggeledahan ini terjadi di acara festival musik dan menyisakan rasa hina dan direndahkan bagi mereka yang diperiksa.

Kepolisian Negara Bagian New South Wales mengatakan akan mempertimbangkan temuan dari laporan tersebut.

Laporan dari Komisi Perilaku Penegakan Hukum mendorong kepolisian meminta maaf kepada seorang perempuan yang mengalami penggeledahan itu, dan mencatat pada kasus lainnya seorang petugas polisi telah diskors dari tugas.

Kasus-kasus ini ditinjau ulang setelah orangtua dari seorang perempuan mengajukan keluhan, atau berasal dari liputan media lokal.

Pertanyaan mengenai legalitas penggeledahan - semua menargetkan narkotika - adalah alasan yang "berulang-ulang," ungkap laporan tersebut.

Laporan ini juga mengungkapkan perlunya pengawasan publik dalam praktik penggeledahan dan seruan untuk reformasi aturan.

Seperti apa kasus-kasusnya?

Salah satu peristiwa terjadi pada Januari 2019 silam, polisi menggeledah dua perempuan muda di luar casino di Sydney - salah satunya dimintai polisi agar melepas tamponnya.

Tinjauan atas peristiwa itu "mengungkapkan ketidakjelasan bagi (petugas kepolisian) mengenai keabsahan permintaan semacam itu," kata laporan itu.

Hal ini mendorong peninjauan ulang atas kasus-kasus lain di mana keluhan telah disampaikan dan tak ada narkotika yang ditemukan.

Dalam kasus lainnya, seorang pemain perempuan di festival Secret Garden diperintahkan untuk melorotkan celana dalamnya, dan membungkuk, sebelum diinterogasi secara tidak profesional yang disertai tawa dari seorang petugas polisi pria, kata laporan itu.

Anjing pelacak di Australia

Dalam sejumlah kasus, perempuan digeledah setelah dicurigai bermasalah atas petunjuk yang diberikan oleh anjing pelacak polisi. (Getty Images)

Seorang perempuan yang digeledah pada festival lainnya, dibuat jongkok, dan terbatuk-batuk dan tanpa diberikan ruang privasi yang memadai.

Laporan ini juga mencatat, dalam banyak kasus, polisi tidak mengetahui apa mereka dapat melakukan penggeledahan tubuh. Hal ini dicatat dalam sebuah panduan baru yang diperkenalkan akhir Agustus untuk menginstruksikan petugas polisi melakukan penggeledahan dengan benar.

Tapi contoh-contoh ini menimbulkan pertanyaan mengenai legalitas tindakan polisi, melakukan tekanan untuk menggeledah tubuh, dengan komunikasi dan pencatatan yang buruk, tambah laporan itu.

Apakah penggeledahan fisik itu legal?

Di bawah hukum Australia, polisi hanya dapat melakukan penggeledahan jika "dalam kondisi yang sangat serius dan mendesak" yang berarti hal ini masuk akal dan perlu dilakukan.

Mereka juga harus melakukan pemeriksaan seminimal mungkin. Adalah ilegal memeriksa di area genital atau bagian tubuh yang berongga.

Dalam kasus anak di bawah umur, orang tua atau wali harus hadir, kecuali dalam pencarian segera untuk melindungi seseorang atau mencegah perusakan alat bukti.

Pemeriksaan dalam acara festival musik

Tindakan polisi menggeledah tubuh dalam acara festival musik menjadi sorotan publik. (Getty Images)

Namun tuduhan taktik penggeledahan tubuh secara agresif oleh polisi telah menimbulkan kontroversi.

Tahun lalu, dalam penyelidikan terpisah, seorang bocah lelaki berusia 14 tahun bercerita telah diminta memegang alat kelaminnya secara terbuka. Kasus ini satu dari 25 penggeledahan tubuh yang berpotensi ilegal di sebuah festival musik untuk anak di bawah 18 tahun.

Di sisi lain, seorang petugas mengatakan penggeledahan tubuh dalam acara festival diperlukan, karena kekhawatiran akan penggunaan narkoba. Hal ini karena ada kasus sejumlah anak muda yang meninggal karena overdosis.

Ini mendorong perlunya solusi alternatif seperti fasilitas pemeriksaan obat (pill-testing) di acara-acara seperti itu, dan kritik terhadap tindakan polisi seperti penggeledahan tubuh.

(nvc/nvc)