Mengidam di Tengah kehamilan, Faktor Biologis atau Psikologis?

BBC Indonesia - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 18:07 WIB
Ilustrasi wanita hamil makan jeruk atau buah
Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/Valeriy_G)
London -

A pregnant woman with a cup of coffee

Mengidam ternyata tak dialami semua perempuan di tiap budaya (Getty Images)

Kita sering kali mendengar kisah tentang perempuan hamil yang hanya mau makan es krim atau acar, atau yang membuat suaminya terpaksa pergi membeli ayam goreng pada dini hari, atau yang menghendaki hanya lima potong cokelat merk tertentu.

Barangkali kita sendiri pernah mengalami keinginan yang intens semacam ini.

Spekulasi yang sering beredar adalah perempuan yang mengidam biasanya karena berusaha memenuhi kebutuhan nutrisi yang diperlukan si calon ibu atau janin, dan dan ada sesuatu yang memikat tentang gagasan bahwa mengidam mencerminkan realitas biologis yang mendasarinya.

Bagaimanapun, ini adalah bagian yang membingungkan dari proses yang terkadang sulit.

Jika Anda melihat pada penelitian ilmiah tentang masalah ini, sebuah narasi yang menarik dan agak rumit muncul.

Mengidam nasi

Mengidam selama hamil adalah sebuah konsep yang tidak selalu dialami oleh perempuan dengan latar budaya berbeda, menurut temuan penelitian terbaru.

Di negara-negara di mana perempuan kadang-kadang melaporkan mengidam, mereka melaporkan mengidam hal yang sama sekali lain dari yang dilaporkan perempuan hamil di AS dan Inggris.

Misalnya, di Jepang, ketika perempuan hamil dilaporkan sedang mengidam, makanan yang paling sering diidam-idamkan adalah nasi.

Lebih jauh lagi, penelitian yang memeriksa apakah makanan yang sering didambakan memberikan nutrisi spesifik yang bermanfaat untuk kehamilan, belum menemukan bahwa mereka adalah sumber yang baik sama sekali.

Japanese young woman eating rice

Nasi adalah makanan yang kerap diidamkan oleh perempuan hamil di Jepang (Getty Images)

Tes coklat

Faktanya, perempuan yang melaporkan mengidam cenderung mendapati berat badan mereka bertambah ketimbang biasanya yang dianggap sehat selama kehamilan. Padahal, ini dapat menyebabkan tingkat komplikasi yang lebih tinggi.

Itu tidak berarti bahwa perempuan yang benar-benar mengidam mengada-ada, hanya bahwa mengidam ini mungkin didorong oleh sesuatu selain kebutuhan biokimia.

Mengapa perempuan hamil bisa sangat mengidam suatu makanan dapat menjadikan sebagian dari informasi ini menjadi fokus penelitian, saran Julia Hormes, seorang profesor psikologi di Universitas Negeri New York, Albany, yang telah mempelajari hasrat dalam berbagai hal.

Chocolate squares

Sebuah eksperimen yang melibatkan cokelat menunjukkan mengidam tidak serta merta dipengaruhi oleh kebutuhan akan nutrisi (Getty Images)

Misalnya, sekitar 50% perempuan di AS melaporkan mengidam cokelat sepekan sebelum mengalami menstruasi, kata Hormes.

Para ilmuwan mengeksplorasi apakah mengidam ini demi nutrisi dalam coklat yang penting untuk menstruasi, atau apakah itu mencerminkan perubahan hormon.

Dalam sebuah eksperimen, seorang psikolog menanyai perempuan untuk membuka sebuah kotak yang diberikan kepada mereka dan memakan apa yang ada dalam isi kotak tersebut ketika mereka mengidam.

Beberapa kotak berisi susu cokelat yang memiliki semua nutrisi yang biasanya ditemukan dalam cokelat ketika teksturnya meleleh di mulut Anda.

Lainnya, berisi cokelat putih - tidak mengandung kakao - yang menyebabkan cokelat itu tak berwarna gelap, tetapi memiliki tekstur yang bagus.

Sisanya, kotak itu berisi pil kakao yang kaya akan nutrisi, namun tanpa pengalaman makan cokelat.

Black pregnant woman eating chocolate and potato chips

Para ahli mencurigai bahwa mengidam lebih berkaitan dengan faktor psikologis ketimbang biologis (Getty Images)

Studi-studi lain yang melacak hasrat akan cokelat tidak menemukan hubungan dengan kadar hormon.

Bahkan, perempuan yang sedang menopause terus melaporkan mengidam cokelat, kata Hormes.

Ini semua menunjuk ke faktor budaya atau psikologis dalam hal mengidam.

Hasrat yang kuat untuk kue mentega, atau batang cokelat, atau kentang goreng, dapat dimulai sebagai pemikiran sederhana dan kemudian tumbuh sedikit demi sedikit menjadi sebuah obsesi yang sulit ditolak.

Ketika makanan hadir bersamaan dengan perasaan bersalah

Pada saat yang sama, di Amerika Serikat dan beberapa negara lain, pikiran tentang makanan yang sangat enak - istilah yang digunakan para peneliti untuk merujuk segala sesuatu mulai dari es krim hingga keju makaroni yang sedap - hadir dengan rasa bersalah yang kuat.

"Ada ambivalensi tertentu," kata Hormes.

"Secara inheren menyenangkan, tetapi saya juga hidup dalam budaya yang mengatakan saya tidak boleh memakan cokelat ini".

"Saya benar-benar menginginkannya, tetapi saya seharusnya tidak memakannya - kami pikir itu adalah bagian dari budaya yang benar-benar mendorong proses yang rumit itu," tambahnya.

Young woman caves in to her pizza raving

Jika Anda mengaturnya dalam pikiran Anda bahwa Anda tidak pernah diizinkan untuk memakan makanan seperti itu - itu membuat Anda sulit mengendalikan diri begitu Anda memilikinya (Getty Images)

Secara khusus, jika Anda sudah menahan diri untuk beberapa waktu - jika Anda sudah mengaturnya dalam benak Anda bahwa Anda tidak pernah diizinkan untuk memakan makanan seperti itu - itu membuatnya sangat sulit untuk mengendalikan diri Anda begitu Anda memilikinya.

Jadi setelah memiliki sepotong kue, alih-alih puas, Anda makan tiga lagi.

Selain itu, perempuan dapat membatasi makanan tertentu ketika mereka hamil, baik untuk diet yang lebih sehat atau mengikuti rekomendasi dokter mengenai sushi, daging mentah, dan makanan lainnya.

Semua ini bersama-sama mengarah ke situasi, setidaknya di beberapa bagian dunia, di mana mengidam lebih cenderung muncul dan sulit untuk diatur, mungkin mengarah pada penambahan berat badan berlebih.

'Akses bebas' kehamilan?

Kehamilan juga dapat dilihat sebagai waktu ketika mengidam tidak dapat dinilai dengan keras.

"Budaya ini juga tampaknya mengidentifikasi waktu dan alasan tertentu di mana lebih baik bagi perempuan untuk makan hal-hal yang seharusnya mereka hindari," kata Hormes.

"PMS dan kehamilan adalah kesempatan yang disetujui secara sosial ketika perempuan bisa menyerah."

A woman bingeing on doughnuts

Jika Anda mendambakan sesuatu, mungkin ide yang bagus untuk mendapatkan barang yang benar-benar berkualitas dan membuatnya mudah (Getty Images)

Hormes menyarankan bahwa jika Anda mendambakan cokelat, Anda harus mendapatkan beberapa cokelat yang benar-benar berkualitas, memiliki beberapa batang cokelat setiap hari, dan melanjutkan hidup Anda - sebuah prosedur yang dapat membantu menghilangkan beberapa signifikansinya.

Salah satu caranya adalah dengan menggunakan pengalih perhatian - sudah ada penelitian yang menggunakan pengalih perhatian dan juga aroma.

Perhatian dan meditasi

Cara lainnya adalah dengan memanfaatkan perhatian dan meditasi untuk mengakui keinginan dan membiarkannya berlalu.

Ketika mengidam di tengah kehamilan, mungkin ada faktor budaya tambahan: kehamilan menuntut, dan bisa sulit untuk melewatinya tanpa bantuan.

Satu studi tentang perempuan pedesaan Tanzania yang melaporkan keinginannya akan daging, ikan, biji-bijian, buah-buahan dan sayuran, mencatat bahwa menyediakan makanan yang diinginkan adalah tanda dukungan sosial oleh suami dan keluarganya.

Memang, ayam goreng pada jam satu pagi membutuhkan komitmen dari orang yang membelinya, jadi sangat meyakinkan bahwa orang ini ada di sana untuk orang yang membutuhkan.

Sementara sayap ayam sangat menyenangkan, fakta bahwa seseorang yang Anda cintai membawanya kepada Anda memiliki nilai di luar kalori.

(nvc/nvc)