Ilmuwan Ungkap Bagaimana Ikan Berkulit Sangat Gelap 'Hilang' di Lautan

BBC Indonesia - detikNews
Senin, 20 Jul 2020 10:49 WIB
Jakarta -

Sebuah misteri di lautan baru saja terpecahkan melalui penelitian yang berawal dari potret berkualitas sangat buruk.

Misteri itu tentang bagaimana ikan berwarna kulit paling hitam di dasar laut terlihat sangat gelap.

"Saya tidak bisa mengabadikan potret yang bagus, hanya siluet ikan," kata Karen Osborn, dari Smithsonian Institution di Museum Sejarah Alam, Washington DC, Amerika Serikat.

Penelitian yang dilakukan Osborn terhadap kulit ikan yang sangat hitam itu kemudian mengungkap bahwa ikan tersebut menangkap cahaya.

Walau ikan itu jadi sulit dipotret, peneliti lautan menyebut kemampuan menangkap cahaya itu membuat si ikan mampu berkamuflase.

Penemuan terbaru ini, sebagaimana dipublikasikan di jurnal Current Biology, memberi informasi dasar tentang bagaimana mengubah lapisan dalam teleskop atau kamera.

Sejumlah spesies berwarna super hitam, merujuk kajian itu, mengembangkan trik serupa untuk menangkap cahaya.

"Partikel pigmen di kulit mereka memiliki ukuran yang tepat dan menyebarkan cahaya yang tidak mereka serap," kata Orsbron.

Pigmen itu tersusun secara rapat dalam lapisan yang tipis.

"Jadi bukannya memantulkan cahaya, mereka melempar cahaya itu ke dalam lapisan tersebut. Itu adalah jebakan cahaya," ujar Osborn.

Kajian ini bermula dari frustrasi Osbron untuk memotret binatang di dasar lautan. Rasa putus asa itu menginspirasinya dan para sejawatnya untuk mengembangkan skala mikroskopik agar bisa melihat secara lebih dekat.

"Setiap foto yang saya ambil sangat buruk. Itu menimbulkan frustrasi," ujar Osbron kepada BBC News.

"Lalu saya sadar bahwa ikan-ikan itu memiliki kulit yang sungguh aneh. Kulit mereka hitam, jadi menyerap semua cahaya," ucapnya.

Kulit penjebak cahaya itu, menurut para peneliti, adalah kamuflase paling ampuh di dasar laut, sebuah wilayah sangat minim cahaya.

Di dasar laut terdapat beberapa spesies lain, termasuk para predator, yang menciptakan cahaya mereka sendiri.

"Anda tidak tahu cahaya akan datang dari mana," kata Osborn.

"Jadi hidup di dasar laut seperti bermain petak umpet di lapangan sepak bola. Cara terbaiknya adalah menjadi hijau dan berbaring sedatar mungkin," ujar Osborn.

"Berkulit hitam sangat membantu para spesies ini untuk bertahan hidup."

Upaya Osborn untuk memotret secara indah spesies ultra gelap yang hidup 200 meter di bawah permukaan air laut itu akhirnya terbayar.

"Butuh pencahayaan khusus dan proses menyunting panjang di Photoshop," kata Osborn.

(ita/ita)