Kasus Corona Pertama di Idlib Pukulan Besar Bagi Jutaan Warga Suriah

BBC Indonesia - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 14:11 WIB
Lembaga amal menyebut kasus pertama di Idlib itu pukulan besar bagi para perempuan dan anak-anak yang tinggal di kamp pengungsian (Getty Images)
Jakarta -

Idlib, sebuah provinsi yang sebagian besar dikuasai pemberontak di Suriah telah mengkonfirmasi kasus Covid-19 pertamanya, memicu kekhawatiran wabah yang mematikan di kamp-kamp pengungsian yang penuh sesak.

Seorang dokter tertular virus corona di sebuah rumah sakit di Idlib yang berdekatan dengan perbatasan Turki.

Mereka mengatakan bahwa dokter itu kini menjalani isolasi mandiri dan pelacakan kontak sedang dilakukan.

Rumah sakit tempat dokter itu bekerja telah ditutup, kata seorang pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Turki.

Selama berbulan-bulan kelompok-kelompok bantuan telah mengeluarkan peringatan keras tentang risiko wabah virus corona di barat laut Suriah.

Tahun lalu, pemerintah Suriah melancarkan serangan untuk merebut kembali Idlib - provinsi terakhir yang dikuasai oposisi di wilayah itu - dari pasukan jihadis.

Hampir satu juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka di daerah itu sejak Desember lalu, dengan banyak dari mereka sekarang tinggal di kamp-kamp pengungsi yang penuh sesak dengan fasilitas kesehatan yang tidak memadai dan sedikit air bersih.

Ada kekhawatiran virus akan menyebar dengan cepat dalam populasi yang rentan ini, melebihi sistem perawatan kesehatan yang sudah rusak.

Sekitar enam juta orang diperkirakan mengungsi secara internal di dalam wilayah Suriah, tempat perang saudara berkecamuk sejak 2011. Gencatan senjata saat ini terjadi di Idlib.

Badan amal internasional, Save the Children, mengatakan bahwa gencatan senjata perlu dipertahankan jika ada kemungkinan penularan penyakit ini.

"Sekarang, lebih dari sebelumnya, senjata perlu tetap diam, gencatan senjata perlu dilakukan dan semua upaya harus diarahkan pada bantuan dan respon kesehatan," kata Sonia Khush, direktur respon Save the Children's Syria, mengatakan.

Dia mengatakan konfirmasi kasus pertama di Idlib adalah "pukulan besar bagi jutaan warga sipil - terutama perempuan dan anak-anak - yang tinggal di daerah ini".

Suriah secara resmi mencatat 372 kasus virus corona, termasuk 14 kematian, menurut Universitas Johns Hopkins di AS, yang melacak pandemi tersebut.

Tetapi mengingat kurangnya pengujian, jumlah infeksi dan kematian dianggap lebih tinggi.

Pada 30 Juni, hanya 1.661 tes telah dilakukan di Suriah barat laut, menurut Save the Children.

Badan amal itu menyebut hanya ada satu fasilitas pengujian di wilayah tersebut.

(ita/ita)