Nenek Moyang Dinosaurus Kemungkinan Berukuran Kecil

BBC Indonesia - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 13:29 WIB
Jakarta -

Dinosaurus sering dianggap sebagai makhluk raksasa, tetapi penelitian baru membuktikan pada awalnya, ukuran mereka kecil.

Bukti tersebut berasal dari fosil yang baru saja ditemukan di Madagaskar, yang hidup sekitar 237 juta tahun lalu dan tingginya hanya 10 cm.

Spesimen itu juga dapat membantu memperjelas asal usul pterosaurus yang saat ini belum jelas. Pterosaurus adalah reptil bersayap yang terbang pada zaman dinosaurus.

Penelitian ini muncul di jurnal Proceeding of National Academy of Sciences

"Ada persepsi umum dinosaurus sebagai raksasa," kata penulis Christian Kammerer, dari North Carolina Museum of Natural Sciences.

"Tapi hewan ini sangat dekat dengan dinosaurus dan pterosaurus, dan ukurannya sangat kecil."

Spesimen itu, bernama Kongonaphon kely, atau "pembunuh serangga kecil", ditemukan pada tahun 1998 di Madagaskar oleh tim ahli paleontologi, yang dipimpin oleh John Flynn dari Museum Sejarah Alam Amerika di New York.

Dinosaurus dan pterosaurus sama-sama bagian kelompok Ornithodira, yang mencakup pterosaurus dan dinosaurus juga keturunannya.

Asal-usul mereka, bagaimanapun, kurang dikenal.

Kongonaphon bukan hewan fosil kecil pertama yang dikenal dari pohon keluarga ornithodiran tetapi, sebelumnya, spesimen tersebut dianggap sebagai pengecualian.

Secara umum, para ilmuwan berpikir ukuran tubuh tetap sama di antara archosaurus- kelompok reptil yang lebih besar yang mencakup burung, buaya, dinosaurus non-unggas, dan pterosaurus - pertama dan ornithodiran yang paling awal.

Mereka kemudian dipercaya semakin membesar dalam garis keturunan dinosaurus.

"Saat menganalisis perubahan ukuran tubuh sepanjang evolusi archosaurus, kami menemukan bukti kuat bahwa ukuran mereka menurun tajam pada awal garis keturunan dinosaurus-pterosaurus," kata Dr Kammerer.

Kongonaphon diduga memakan serangga. Pergeseran ke jenis makanan ini, yang dikaitkan dengan ukuran tubuh yang kecil, mungkin telah membantu ornithodiran awal bertahan hidup dengan menempati ceruk yang berbeda dari kerabat mereka yang kebanyakan pemakan daging.

Studi itu juga menunjukkan bahwa bulu di atas kulit, mulai dari filamen sederhana hingga bulu, yang diketahui pada dinosaurus dan pterosaurus dalam pohon keluarga ornithodiran, mungkin ada untuk mengatur suhu tubuh kecil mereka.

Bulu itu diperlukan karena retensi panas dalam tubuh kecil sulit, dan Periode Trias pertengahan-akhir, ketika hewan itu hidup, adalah masa iklim yang ekstrem.

Para peneliti mengatakan ada perubahan suhu yang tajam antara siang hari yang panas dan malam yang dingin.

Tonton juga 'Ngeri! Ini Dia Beragam Teori tentang Kemusnahan Hidup di Muka Bumi':

[Gambas:Video 20detik]

(ita/ita)