WHO untuk Pertama Kali Akui Virus Corona Mungkin Menyebar Melalui Udara

BBC Indonesia - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 10:53 WIB
WHO sebelumnya mengatakan tidak ada bukti ilmiah yang cukup untuk mengatakan bahwa orang sehat harus mengenakan masker. (Reuters)
Jenewa -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk pertama kalinya mengakui bahwa virus Corona mungkin menyebar melalui partikel-partikel kecil di udara.

Pejabat WHO memperingatkan bahwa bukti tersebut adalah bukti awal dan memerlukan penilaian lebih lanjut.

Badan tersebut sebelumnya menyalahkan penyebaran penyakit pada cipratan kecil atau droplet, yang dikeluarkan dari hidung atau mulut pasien yang terinfeksi.

Jika penularan melalui udara terkonfirmasi, saran tentang bagaimana mencegah penyebaran virus mungkin harus berubah, termasuk penggunaan masker yang lebih luas, dan jaga jarak yang lebih ketat.

Pimpinan teknis WHO untuk pencegahan dan pengendalian infeksi, Benedetta Allegranzi, mengatakan bahwa bukti yang muncul dari penularan virus Corona melalui udara di "lingkungan padat, tertutup, berventilasi buruk yang telah dijelaskan, tidak dapat dikesampingkan".

Sebelumnya, ratusan ilmuwan mengatakan ada bukti yang mengindikasikan bahwa partikel-partikel yang lebih kecil, yang bisa bergerak lebih jauh, juga dapat menginfeksi manusia.

Dalam surat terbuka kepada WHO, 239 ilmuwan di 32 negara menguraikan bukti yang menunjukkan partikel yang lebih kecil dapat menginfeksi manusia lewat udara. Mereka mendesak WHO untuk memperbarui informasi tentang virus Corona.

A woman sits in a bench while walking her dogs in Mexico City

Ilmuwan menuduh WHO meremehkan kemungkinan penularan melalui udara (AFP)

Jose Jimenez, seorang pakar Kimia dari University of Colorado yang menandatangani surat terbuka itu menegaskan para ilmuwan menginginkan WHO untuk mengakui bukti itu.

"Ini jelas bukan serangan terhadap WHO. Ini debat ilmiah, tetapi kami merasa kami harus mengumumkannya kepada publik karena mereka menolak untuk mendengar bukti setelah banyak percakapan dengan mereka," katanya kepada kantor berita Reuters.

Para ilmuwan mengatakan baik dipaparkan melalui droplet dari hidung dan mulut atau partikel yang lebih kecil, virus Corona menular melalui udara dan dapat menginfeksi orang ketika dihirup.

Saran dari WHO: Pakai masker di tempat umum

Sebelumnya, WHO mengubah sarannya terkait masker, mengatakan masker harus dipakai di tempat umum untuk membantu menghentikan penyebaran virus Corona.

WHO mengatakan informasi terbaru menunjukkan bahwa masker bisa menjadi "penghalang bagi droplet yang mungkin menularkan penyakit."

Beberapa negara di seluruh dunia telah merekomendasikan atau mewajibkan pemakaian penutup wajah di tempat umum.

Seorang pengunjung mengenakan masker di Borough Market, London

Beberapa negara di seluruh dunia telah merekomendasikan atau mewajibkan pemakaian penutup wajah di tempat umum. (PA Media)

WHO sebelumnya berpendapat tidak ada cukup bukti ilmiah untuk mengatakan bahwa orang sehat harus menggunakan masker.

Dr. Maria Van Kerkhove, pemimpin tim pakar WHO untuk COVID-19, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa mereka merekomendasikan khalayak agar menggunakan "masker kain - yaitu, masker non-medis."

WHO selalu menyarankan agar masker medis dipakai oleh orang yang sakit dan orang yang mengurus mereka.

WHO mengatakan mengatakan pedoman baru ini didorong oleh studi selama beberapa pekan terakhir.

"Kami menyarankan pemerintah untuk mendorong agar masyarakat umum memakai masker," kata Dr. Van Kerkhove.

Tokyo metro

WHO sebelumnya berpendapat tidak ada cukup bukti ilmiah untuk mengatakan bahwa orang sehat harus menggunakan masker (AFP)

Pada saat yang sama, WHO menekankan bahwa masker wajah hanyalah satu dari serangkaian alat yang dapat digunakan untuk mengurangi risiko penularan dan bahwa masker jangan sampai memberi khalayak perasaan aman yang palsu.

"Masker saja tidak akan melindungi Anda dari COVID-19," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Posisi yang bergeser?

Imogen Foulkes, Berita BBC di Jenewa

Selama berbulan-bulan, WHO bersikeras bahwa COVID-19 ditularkan melalui droplet yang dikeluarkan ketika orang batuk atau bersin. Tetesan yang tidak melekat di udara, tetapi jatuh ke permukaan - itu sebabnya mencuci tangan telah diidentifikasi sebagai langkah pencegahan utama.

Tetapi 239 ilmuwan dari 32 negara tidak setuju: mereka mengatakan ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa virus ini juga dapat menyebar di udara: melalui partikel yang jauh lebih kecil yang mengapung berjam-jam setelah orang berbicara, atau bernapas.

Hari ini WHO mengakui ada bukti yang menunjukkan bahwa ini mungkin dilakukan di pengaturan tertentu, seperti ruang tertutup dan ramai.

Bukti itu harus dievaluasi secara menyeluruh, tetapi jika dikonfirmasi, saran tentang bagaimana mencegah penyebaran virus mungkin harus berubah, dan dapat menyebabkan penggunaan masker yang lebih luas, dan jarak yang lebih ketat, terutama di bar, restoran, dan pada transportasi umum.

(nvc/nvc)