Ada Apa di Balik Kebakaran Misterius di Situs Nuklir Iran?

BBC Indonesia - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 19:06 WIB
Sebuah klinik yang melakukan operasi dan pencitraan medis terkena ledakan pada Juni lalu. (AFP/Getty Images)
Teheran -

Sesaat setelah 30 Juni tengah malam, sebuah pesan masuk ke kotak email saya. Pengirim pesan mengklaim dia adalah bagian dari kelompok tak dikenal yang menamakan diri mereka Homeland Cheetahs.

Kelompok itu mengatakan telah menyerang situs nuklir utama Iran di Natanz sekitar dua jam sebelumnya, pada pukul 02:00 waktu setempat. Dalam pesan terperinci, mereka mengklaim telah meledakkan sebuah fasilitas dan bahwa rezim Iran tidak akan dapat menyembunyikannya.

Kelompok itu menyebut berasal dari kumpulan pembelot pasukan militer dan keamanan Iran. Mereka mengklaim berada di balik berbagai serangan yang sejauh ini disembunyikan pemerintah Iran dari publik.

Saya kemudian mencari tahu kebenaran informasi tersebut melalui internet dengan memeriksa dari kantor-kantor berita Iran dan akun yang dapat dipercaya di media sosial. Tetapi hasilnya nihil, saya tidak bisa menemukan info tersebut di manapun.

Beberapa jam kemudian, Organisasi Energi Atom Iran mengumumkan bahwa ada insiden di pabrik nuklir Natanz, tetapi mereka mengesampingkan dugaan penyebabnya adalah sabotase.

Keesokan harinya, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran - badan keamanan utama- mengumumkan bahwa mereka telah mengetahui penyebab "insiden" di Natanz, namun demi "alasan keamanan" mereka tidak akan menyampaikan kepada publik.

Gambar satelit NASA menunjukkan ada kebakaran di Natanz pada pukul 02:06 dini hari. Kerusakan ada kaitannya dengan rincian yang terkandung dalam email dari Homeland Cheetahs.

Pesan yang disampaikan kelompok itu telah dibuat dengan hati-hati, termasuk sebuah video propaganda tentang serangan di situs-situs strategis yang katanya telah dilakukan di dalam wilayah Iran.

Mempersiapkan pernyataan dan video semacam ini membutuhkan perencanaan berjam-jam, bahkan berhari-hari. Siapa pun yang menulisnya pasti tahu tentang ledakan Natanz sebelumnya, yang mendukung teori bahwa ledakan itu adalah tindakan sabotase.

Tetapi ada juga kemungkinan bahwa email itu adalah upaya menyesatkan tentang siapa yang berada di balik serangan itu, yang sebenarnya bisa menjadi karya agen asing yang menyamar sebagai penentang rezim di Iran.

Bangunan yang rusak setelah kebakaran terjadi di fasilitas nuklir di Natanz, Minggu (05/07).Kebakaran di Natanz dilaporkan telah memundurkan program nuklir Iran. (Reuters)

Serangan 'gagal'

Nama grup itu, Homeland Cheetahs, mirip dengan yang ada di grup siber "Iran" lainnya, seperti Persian Cat, atau Charming Kitten - tim peretas yang diyakini bagian dari Pasukan Siber Garda Revolusi.

Ada kemungkinan bahwa Homeland Cheetahs dilahirkan untuk menghadapi Persian Cat.

Pada akhir Mei lalu, keamanan siber nasional di Israel - musuh bebuyutan Iran - mengatakan telah menggagalkan serangan siber besar terhadap sistem air-nya, yang dianggap sebagai ulah Iran.

Beberapa hari kemudian, ada serangan dunia maya ke Pelabuhan Shahid Rajaae yang menjadi pusat ekonomi dan pengiriman penting di Iran selatan.

Lebih dari 50% impor dan ekspor laut Iran dilakukan melalui pelabuhan ini. Serangan itu menyebabkan terjadinya penyumbatan besar air di kanal-kanal sehingga membanjiri jalan menuju terminal.

Para pejabat Iran menyalahkan kekurangan listrik sebagai penyebabnya, tetapi sumber-sumber intelijen Barat percaya bahwa itu adalah aksi pembalasan Israel terhadap Iran.

nak-anak bermain di fitur air di Netanya, Israel.

Israel mengatakan mereka menggagalkan upaya untuk menyabotase sistem airnya. (BBC)

Kebakaran dan ledakan

Dalam tiga bulan terakhir telah terjadi peningkatan jumlah insiden misterius yang telah merusak situs-situs sensitif di Iran.

Banyak kebakaran terjadi di fasilitas nuklir, kilang minyak, pembangkit listrik, pabrik-pabrik besar dan bisnis di seluruh negeri.

Sejak 26 Juni saja telah terjadi beberapa insiden:

  • 26 Juni: Ledakan di fasilitas produksi bahan bakar cair untuk rudal balistik di Khojir, dekat Parchin, dekat Teheran; lalu kebakaran di pembangkit listrik di Shiraz, menyebabkan pemadaman
  • 30 Juni: Ledakan di sebuah klinik medis di Teheran, 19 orang tewas
  • 2 Juli: Ledakan dan kebakaran di situs nuklir Natanz
  • 3 Juli: Kebakaran besar di Shiraz
  • 4 Juli: Ledakan dan kebakaran di pembangkit listrik di Ahwaz; lalu kebocoran gas klorin di pabrik petrokimia Karoun di Mahshahr

Saeed Aganji, seorang jurnalis Iran yang berbasis di Finlandia yang telah mengikuti beragam peristiwa itu, mengatakan insiden itu tidak biasa dan besar kemungkinan disengaja.

"Dengan menargetkan situs-situs strategis dan ekonomi Iran, tujuannya adalah untuk membuat ekonomi Iran bertekuk lutut dan memaksa rezim untuk berhenti membiayai kelompok-kelompok milisi dan mengubah arah di Timur Tengah."

Parchin dan Khojir adalah dua situs militer yang diyakini menampung fasilitas produksi nuklir dan rudal di tepi timur Teheran.

https://twitter.com/bbcpersian/status/1276274099384389634

Para pemeriksa dari pengawas nuklir global, Badan Energi Atom Internasional (IAEA), telah lama ditolak masuk ke Parchin, tempat yang diduga sebagai area uji coba ledakan tinggi pembuatan senjata nuklir.

Peringatan Iran

Dalam sebuah pernyataan resmi yang jarang terjadi, kantor berita Iran Irna mengatakan, kebakaran di Natanz mungkin merupakan hasil dari sabotase "negara-negara yang bermusuhan, terutama rezim Zionis [Israel] dan Amerika Serikat".

Kepala pertahanan sipil Iran telah berjanji untuk "merespons" jika ternyata Iran adalah korban dari serangan dunia maya.

Pekerja di fasilitas konversi uranium di luar Isfahan.

Iran membantah tuduhan bahwa mereka berusaha mengembangkan senjata nuklir. (Getty Images)

Pada Minggu (05/07), seorang "pejabat intelijen Timur Tengah" yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada New York Times bahwa Israel telah menyebabkan ledakan di Natanz.

Hanya sehari sebelumnya, menteri luar negeri Israel menanggapi secara miring ketika ditanya apakah Israel berada di belakang insiden itu, dengan mengatakan "tindakan kami di Iran lebih baik tidak diucapkan".

Israel biasanya tidak akan menyatakan bertanggung jawab atas "serangan" semacam ini, dan para pejabat Iran juga menghindari menyalahkan Israel secara langsung. Tapi sepertinya perang siber antara kedua negara sudah dimulai.

(ita/ita)