Kantor Politisi Australia Digerebek di Tengah Penyelidikan Pengaruh China

BBC Indonesia - detikNews
Jumat, 26 Jun 2020 15:22 WIB
Jakarta -

Seorang anggota parlemen Australia akan diskors dari partainya menyusul laporan bahwa kantornya menghadapi investigasi oleh badan-badan keamanan nasional terkait dugaan hubungan dengan China.

Pihak berwenang menggerebek rumah dan kantor Shaoquett Moselmane, seorang politisi negara bagian New South Wales, pada hari Jumat.

Polisi dan agen intelijen mengatakan langkah itu melibatkan "penyelidikan yang sedang berlangsung", tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

China, Australia

Shaoquett Moselmane telah menjadi anggota parlemen negara bagian New South Wales sejak 2009 (ABC NEWS)

Moselmane, dari Partai Buruh yang merupakan oposisi, belum memberikan komentar secara terbuka.

Pemimpin partai, Jodi McKay, mengatakan pemberitaan bahwa penggerebekan itu melibatkan dugaan kemungkinan campur tangan pemerintah China dalam kantor Moselmane "sangat memprihatinkan".

"Penyelidikan ini perlu dijalankan. Dia tidak akan duduk di kaukus kami," katanya kepada wartawan, Jumat.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan dia tidak bisa memberi rincian penyelidikan tetapi mengatakan bahwa hal itu "berlangsung selama beberapa waktu".

"Pemerintah benar-benar bertekad untuk memastikan bahwa tidak ada yang mengganggu kegiatan Australia," katanya.

"Kami akan menentangnya. Dan kami akan mengambil tindakan, seperti yang Anda lihat hari ini."

Sebelumnya, Organisasi Intelijen Keamanan Australia (Asio) dan Polisi Federal Australia (AFP) mengkonfirmasi penggerebekan di Sydney.

"Kegiatan ini tidak berhubungan dengan ancaman khusus apa pun terhadap masyarakat," kata Asio, seraya menambahkan tidak akan berkomentar lebih lanjut.

The Sydney Morning Herald, yang pertama kali melaporkan dugaan itu, mengatakan penyelidikan telah berjalan berbulan-bulan. Tidak ada tuduhan yang terbukti, menurut laporan surat kabar itu.

China, Australia

Kantor Moselmane di Gedung Parlemen NSW digerebek oleh polisi pada hari Jumat. (Getty Images)

Hubungan antara Australia dan China mulai bermasalah baru-baru ini ketika Australia meminta penyelidikan tentang asal-usul pandemi virus corona. China telah menjatuhkan sanksi ekonomi pada Australia dalam beberapa pekan terakhir.

Hal itu juga menyusul perdebatan yang berlangsung selama bertahun-tahun tentang dugaan upaya China untuk mempengaruhi politik Australia - dimana China secara konsisten menyangkal dan menepis klaim-klaim itu sebagai "histeria".

Australia mengesahkan undang-undang keamanan dan kontra-spionase baru pada tahun 2018 yang bertujuan mencegah campur tangan asing dalam politik dan urusan domestik lainnya.

Undang-undang itu termasuk larangan sumbangan politik dari pihak asing, serta persyaratan untuk mendaftarkan pelobi asing dalam suatu daftar.

Pada 2017, seorang senator Australia terpaksa mengundurkan diri menyusul pengawasan atas hubungannya dengan seorang pengusaha China.

Pekan lalu, Perdana Menteri Scott Morrison juga memperingatkan bahwa badan-badan pemerintah dan bisnis menghadapi peningkatan serangan siber dari "aktor negara", dalam sambutan yang secara luas ditafsirkan sebagai ditujukan ke China.

Tonton juga video 'Hukum Mati Terpidana Narkoba, Hubungan China dan Australia Merenggang':

(ita/ita)