Dokter di Inggris Tak Sadar Terinfeksi Corona dan Tetap Bekerja

BBC Indonesia - detikNews
Rabu, 24 Jun 2020 10:22 WIB
Getty Images
London -

Max, seorang dokter spesialis kesehatan jiwa dari Inggris, baru-baru ini mendapati bahwa ia telah terinfeksi virus Corona.

Beberapa bulan lalu ia kehilangan indera perasa dan indera penciuman, namun kala itu gangguan tersebut tidak dianggap sebagai gejala-gejala resmi virus Corona.

Jadi karena Max tidak mengalami batuk atau demam, maka ia "mengikuti aturan, kembali bekerja dan tidak diminta menjalani tes".

Pada periode tersebut, dokter berusia 27 tahun itu berkontak langsung dengan sekitar 100 pasien per minggu.

"Ini bukan salah siapa pun. Itulah yang terjadi jika ada penyakit baru yang tidak kita ketahui sepenuhnya - kita masih belum tahu sepenuhnya," katanya dalam acara Newsbeat di BBC Radio 1.

"Saya merasa bersalah, saya masuk ke bangsal yang kami anggap bebas dari virus Corona dan saya mungkin membawanya ke sana."

Baru-baru ini Max menjalani tes antibodi, dan hasilnya menunjukkan ia sudah terjangkit virus dan mendapat peningkatan kekebalan tubuh.

Sebagai bagian dari tugasnya, Max memberikan layanan kesehatan mental kepada pasien rumah sakit yang telah menjalani operasi atau menjalani perawatan di ruang intensif (ICU).

"Kami melayani banyak pasien COVID-19 dari perspektif kesehatan jiwa, khususnya setelah mereka keluar dari ICU, itu jelas pengalaman yang jelas," jelasnya.

Tak bisa mencium kopi dan merasakan cuka

Untuk membantu pasien, Max mengatakan ia perlu berada di dekat pasien agar bisa berkomunikasi.

"Saya tidak pernah mengalami hal seperti itu sebelumnya."

"Saya pikir kita semua kemungkinan kehilangan sedikit indera penciuman dan perasa ketika sakit, tetapi ini hilang sama sekali, saya bahkan tidak bisa mencium kopi atau merasakan bahan-bahan yang paling tajam sekalipun seperti cuka - sama sekali tidak."

APD, virus corona

WHO saat ini merekomendasikan penggunaan baju pelindung dan kaca pelindung wajah. (Getty Images)

Max berpendapat peraturan ketat tentang alat pelindung diri (APD) seperti masker, sarung tangan dan baju dapat mencegahnya menularkan virus.

"Agak terlambat kita menggunakan APD untuk semua interaksi, dan masih juga belum digunakan di tempat-tempat umum di lingkungan rumah sakit, kami tidak mengenakan masker."

"Saya pikir mengenakan APD untuk semua interaksi dengan pasien sejak awal akan lebih awal dan juga mengharuskan APD di ruang-ruang yang tidak memungkinkan menjaga jarak sepatutnya membantu mengurangi risiko," katanya.

pasien

Pasien yang pernah dirawat di ruang intensif, kata Max, memerlukan bantuan pemulihan mental. (Getty Images)

"Jelas ini perasaan yang tidak mengenakkan jika kita menjadi orang pertama yang mungkin membawa virus masuk ke area tertentu atau bahkan membawanya ke rumah sakit."

"Saya tidak tahu pasti berapa pasien, jika memang ada, yang saya tulari, tetapi kemungkinan saya telah menularkan virus, mengkhawatirkan," paparnya.

Gangguan indera penciuman dan perasa sekarang sudah dimasukkan ke dalam daftar gejala-gejala virus Corona versi di Inggris.

Dari kacamata kesehatan jiwa, Max mengatakan ada banyak hal yang perlu dipelajari tentang virus itu.

"Mungkin ada juga sesuatu tentang virus itu sendiri yang membuat orang mengigau, melihat sesuatu mendengar sesuatu, atau lebih bingung dibanding mengalami penyakit-penyakit lain, tetapi kita belum cukup tahu tentang penyakit ini."

(nvc/nvc)