Soal Spanduk 'White Lives Matter' di Pertandingan, Burnley: Kami Merasa Malu

BBC Indonesia - detikNews
Selasa, 23 Jun 2020 12:36 WIB
Jakarta -

A banner reading 'White Lives Matter Burnley' is flown above Etihad Stadium before a Premier League match between Manchester City and Burnley

Sebuah pesawat berputar-putar di atas Stadium Etihad sebelum pertandingan Burnley dan City mulai. (Getty Images)

Tim sepak bola Burnley mengatakan mereka "malu" oleh spanduk bertuliskan 'White Lives Matter Burnley' yang ditarik oleh pesawat di Stadion Etihad pada pertandingan Senin (22/06) melawan Manchester City.

Pesawat itu berputar-putar di atas stadion setelah kick-off dalam pertandingan yang dimenangkan City 5-0 itu.

Pemain dan staf Burnley dan City berlutut mendukung gerakan Black Lives Matter beberapa saat sebelum pertandingan dimulai.

"Penggemar seperti itu tidak layak berada di sekitar sepakbola," kata kapten Burnley, Clarets Ben Mee, kepada BBC Radio 5 Live.

Mee menambahkan: "Kami malu, kami malu.

"Ini adalah minoritas dari pendukung kami - saya tahu saya berbicara untuk sebagian besar pendukung kami yang menjauhkan diri dari hal-hal seperti itu.

"Itu benar-benar berdampak besar pada kami untuk melihat tulisan itu di langit.

"Kami malu bahwa nama kami ada di dalamnya, bahwa mereka mencoba mengaitkan klub kami - itu sama sekali tidak dilakukan tim kami."

'Spanduk White Live Matter tidak mewakili kami'

Dalam sebuah pernyataan, Burnley mengatakan bahwa spanduk itu "sama sekali tidak mewakili" apa yang diperjuangkan klub dan mereka akan "bekerja sepenuhnya dengan pihak berwenang untuk mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab atas peristiwa itu dan mengambil tindakan yang tepat".

"Burnley sangat mengutuk tindakan mereka yang bertanggung jawab atas penerbangan pesawat dengan spanduk yang menyerang itu," pernyataan itu menambahkan.

"Kami ingin menjelaskan bahwa mereka yang bertanggung jawab tidak diterima di Turf Moor.

"Kami meminta maaf tanpa syarat kepada Liga Primer, ke Manchester City dan kepada semua yang membantu mendukung Black Lives Matter.

"Klub kami memiliki pengalaman membanggakan bekerja dengan semua jenis kelamin, agama dan kepercayaan melalui skema komunitas yang telah memenangkan penghargaan, dan klub menentang rasisme dalam bentuk apa pun.

"Kami sepenuhnya mendukung inisiatif Black Lives Matter Liga Primer dan, sejalan dengan semua pertandingan Liga Primer lainnya yang dilakukan sejak Project Restart, para pemain dan staf sepak bola kami berlutut di kick-off di Manchester City."

Baik Burnley dan City mengenakan kemeja dengan nama para pemain diganti dengan 'Black Lives Matter'.

'Spanduk itu benar-benar menyakiti saya'

Sejak Liga Primer digelar kembali pada 17 Juni, setelah jeda selama 100 hari karena pandemi virus corona, para pemain dan pejabat sepak bola telah menunjukkan dukungan mereka untuk gerakan kesetaraan ras setelah kematian George Floyd di Amerika Serikat bulan lalu.

Floyd, seorang pria kulit hitam tak bersenjata berusia 46 tahun, meninggal setelah seorang polisi kulit putih menekankan lututnya di leher Floyd selama hampir sembilan menit. Kematiannya itu memicu protes di seluruh dunia.

Mantan bek Manchester City, Micah Richards mengatakan melihat spanduk itu "mengecewakan".

"Setelah seberapa jauh kami melangkah beberapa minggu terakhir ini, spanduk itu benar-benar menyakiti saya," katanya kepada Sky Sports.

"Saya setuju semua orang harus memiliki kebebasan berbicara, tetapi ketika semuanya [gerakan Black Lives Matter] telah tampak menjadi perhatian, ada sebagian kecil orang yang ingin merusaknya."

Pemain depan City, Raheem Sterling mengatakan keputusan para pemain untuk berlutut untuk mendukung Black Lives Matter pada malam pembukaan kembalinya tim papan atas itu adalah "sebuah langkah besar".

Sementara, kala ditanya tentang spanduk itu, bos City Pep Guardiola mengatakan masyarakat tidak bisa membalikkan 400 tahun ketidakadilan rasial dalam satu minggu, tetapi ia mengatakan "kami akan mengubah situasi".

"Kami butuh waktu, rasisme masih ada di sana. Kami harus berjuang setiap hari dan mengutuk hal-hal buruk," katanya.

(ita/ita)