Arkeolog Temukan Monumen Neolitik Berusia 4.500 Tahun

BBC Indonesia - detikNews
Senin, 22 Jun 2020 18:16 WIB
Arkeolog percaya penemuan ini menandakan "babak baru" bagi sejarah Stonehenge (PA Wire)
Jakarta -

Arkeolog telah menemukan sebuah lingkaran yang terdiri dari lubang-lubang pra-sejarah yang digali ribuan tahun lalu dekat Stonehenge, Inggris.

Penelitian di lapangan telah menemukan sebuah lingkaran selebar dua kilometer yang terdiri dari lubang-lubang besar, berdiameter lebih dari 10 meter dengan kedalaman lima meter.

Lingkaran ini mengelilingi pemukiman purba Durrington Walls, atau tiga kilometer dari Stonehenge.

Uji coba arkeolog mengindikasikan bahwa lubang-lubang tersebut dibuat pada zaman Neolitik dan digali pada lebih dari 4.500 tahun lalu.

Para ahli meyakini, setidaknya 20 lubang tersebut dipakai sebagai pembatas area sakral yang terhubung dengan lingkaran tiang batu Stonehenge.

Proyek ini melibatkan akademisi dari Universitas St Andrews, Birmingham, Warwick, Glasgow dan University of Wales Trinity Saint David.

Foto Aerial lokasi penemuan lubang NeolitikLingkaran kuning menandai lokasi penemuan lubang. Durrington Walls ditandai dengan lingkaran coklat besar, sementara Stonehenge terletak di ujung kiri atas. (University of St Andrews/PA Wire)

Dr Richard Bates, dari Sekolah Ilmu Bumi dan Lingkungan di St Andrews, mengatakan: "Deteksi jarak jauh dan pengambilan sampel dengan hati-hati memberikan kita gambaran bahwa di masa lalu masyarakatnya lebih rumit dari yang bisa kita bayangkan.

"Praktik-praktik yang canggih jelas menunjukkan bahwa masyarakat dulu sangat selaras dengan kejadian-kejadian alam, yang cakupannya tidak bisa dicapai di dunia modern."

Lokasi lubang di dekat Stonehenge Lubang-lubang ini mengelilingi Durrington Walls (University of St Andrews/PA Wire)

Koleganya, Tim Kinnaird, mengatakan sedimen-sedimen yang telah diuji dari lubang-lubang tersebut "mengandung arsip informasi lingkungan yang kaya dan mengesankan yang sebelumnya tidak diketahui."

Ia mengatakan, mempelajari temuan ini memungkinkan arkeolog untuk "menulis narasi detail tentang lanskap Stonehenge dalam 4.000 tahun terakhir."

Dr Nick Snashall, arkeolog dari Lembaga Nasional Tempat-Tempat Bersejarah atau Keindahan Alam Inggris, khusus bagi Situs Peninggalan Sejarah Dunia Stonehenge, mengatakan ini adalah "penemuan menakjubkan."

Ia mengatakan: "Sebagai tempat di mana pendiri Stonehenge tinggal dan berpesta, Durrington Walls adalah kunci untuk mencari tahu cerita lanskap Stonehenge yang lebih luas, dan penemuan yang menakjubkan ini menawarkan petunjuk tentang hidup dan keyakinan nenek moyang Neolitik kita.

"Tim Lanskap Tersembunyi telah menggabungkan kerja lapangan arkeologis yang paling modern dengan kerja klasik detektif untuk menyingkap penemuan luar biasa ini dan menulis seluruh babak baru dalam cerita lanskap Stonehenge."

Penemuan ini diumumkan setelah Festival Musim Panas, yang digelar online tahun ini setelah perayaan tahunannya di Stonehenge dibatalkan karena virus corona.

(ita/ita)