Apa Barang Pertama yang Diburu Warga Inggris Usai Lockdown Dicabut?

BBC Indonesia - detikNews
Sabtu, 20 Jun 2020 18:25 WIB
BBC
London -

Mulai tanggal 15 Juni lalu, toko-toko di seluruh Inggris yang menjual barang-barang non-esensial kembali buka setelah tutup sejak akhir Maret lalu.

Banyak pembeli yang antre di berbagai pertokoan di Inggris. Sejumlah pembeli membeli barang yang sudah ditunda berbulan-bulan, seperti pakaian untuk bayi dan keperluan lain. Adapula yang sekedar mencari barang diskon.

Kami mencari tahu apa yang dicari dan apa alasannya.

Short presentational grey line

BBC

Berbagai macam tas

Paul and Jennifer Sabato

BBC

"Kami membeli banyak tas untuk istri saya, karena dia suka membeli tas dari TK Maxx," kata Paul Sabato, 56.

"Kami datang hari ini karena itu adalah hari pertama. Setelah tiga bulan ditutup - kami tahu akan ada diskon dan ternyata benar."

Sabato dan istrinya Jennifer Sabato, 44, memiliki rencana untuk kembali.

"Kami juga membeli beberapa sepatu dan kacamata hitam. Kami menghabiskan Pound 570 (Rp 9,9 juta), tetapi ini akan bernilai lebih dari Pound 1.000 (Rp 17,5 juta), biasanya. Kami akan menaruh tas-tas ini di rumah lalu kembali dan melihat diskon apa yang ada di Zara."

Short presentational grey lineBBC

Pakaian untuk pekerjaan baru

Arlene Dela Pena and her daughter Jessica

BBC

"Kami datang untuk membeli pakaian baru untuk putri saya karena dia akan memulai pekerjaan baru pada hari Rabu di gudang H&M," kata Arlene Dela Pena, 53, yang berbelanja dengan Jessica, 20.

"Saya tidak khawatir tentang virus karena saya bekerja di rumah sakit dan selama saya mengenakan masker dan membersihkan tangan saya dan menjaga jarak, maka saya pikir itu akan aman."

Short presentational grey lineBBC

Gaun murah

Sophie Quantick (left) and Bryony Martin

BBC

"Kami di sini untuk membeli pakaian. Ada beberapa penawaran diskon," kata Sophie Quantick, 27.

"Aku mendapatkan gaun ini seharga Pound 20 (Rp 350.000). Kami datang jam 9.30. Saat kami sampai di Zara, sudah ada antrian. Ini seperti taman hiburan, harus memiliki strategi."

"Kami ingin memakai makeup dan menjadi normal kembali dan memiliki pengalaman berbelanja yang normal, meskipun kami telah membeli secara online selama lockdown," kata Bryony Martin, 29. "Kami memiliki pola pikir rollercoaster - toko apa yang terbaik? Pergi ke sana dulu."

Short presentational grey lineBBC

Bantal untuk di rumah baru

Ahmed and Zainab Kahn and baby Mirha

BBC

"Kami ingin membeli barang-barang rumah seperti bantal-bantal ini," kata Ahmed Khan, 33, ditemani oleh istri Zainab, 28, dan bayi Mirha.

"Kami pindah ke rumah baru kami pada bulan Januari, lalu kami pergi ke Pakistan untuk pernikahan saudara lelaki saya dan ketika kami kembali pada bulan April semua toko tutup."

"Kami datang hari ini karena ini adalah hari pertama toko-toko buka. Kami mengharapkan diskon dan memang ada. Kami bisa membeli secara online tapi itu bukan pengalaman yang sama."

Short presentational grey lineBBC

Pakaian musim panas untuk anak-anak

Erika Stara and her children Rebecca and Marco

BBC

"Kami datang untuk membeli pakaian musim panas untuk anak-anak. Kami pergi ke Primark dulu tetapi antriannya panjang sekali sehingga kami pergi ke H&M," kata Erika Stara, 41, yang berdiri di samping anak-anaknya, Rebecca dan Marco.

"Saya ingin datang hari ini karena ingin keluar dan melihat orang-orang, dan menjalani terapi ritel."

"Antrian dan jarak sosial member kesan yang berbeda di sini," tambah Rebecca, 12.

Short presentational grey lineBBC

Pakaian tidur dan pakaian bayi

Shantel Brown and her daughter Tee

BBC

"Saya membeli pakaian tidur dan pakaian bayi karena Primark buka. Saya hamil dan saya sudah menunggu untuk membeli barang-barang bayi," kata Shantel Brown, 35.

"Semua orang menjaga jarak. Penyanitasi tersedia di pintu masuk. Selama kita memakai masker, kita baik-baik saja."

"Saya membeli atasan, celana pendek dan pakaian musim panas. Saya datang karena ibu memaksa saya," tambah putrinya Tee, 16.

Short presentational grey lineBBC

Mengganti tali jam

Greg Dulson

BBC

"Saya datang untuk mengambil tali arloji baru," kata Greg Dulson, 68.

"Tali pada jam tangan favorit saya putus dan saya membawanya ke pembuat jam sehari sebelum kuncian. Mereka mengatakan untuk kembali besoknya, tetapi ternyata ditutup."

"Jadi aku merajuk. Tapi sekarang arloji favoritku kembali. Saya sudah memilikinya selama 10 tahun."

Short presentational grey lineBBC

Pakaian dan lompat tali

Zac Hopkins and Katie Kirby

BBC

"Saya membeli jumpsuit karena Primark buka dan cuaca membaik," kata Katie Kirby, 18.

"Saya memang pergi hanya untuk mendapatkan barang-barang penting seperti celana dan kaus kaki, tetapi ketika saya melihat jumpsuit, saya terdorong untuk membelinya sebagai hadiah untuk diri saya sendiri harus karena toko-toko sudah lama sekali tutup."

"Kami menjaga jarak di toko. Kami pikir itu akan menjadi pengalaman berbelanja yang berbeda tetapi begitu kami berada di sana, itu sama saja."

Zac Hopkins, 21, menambahkan: "Saya membeli tali lompat sehingga saya bisa berolahraga di rumah. Anda tidak bisa pergi ke gym dan ini sudah banyak habis di toko-toko."

Short presentational grey lineBBC

Tiga baju olahraga

Tom Hunjan

BBC

"Saya datang ke Hugo Boss karena saya ingin membeli beberapa baju olahraga untuk dua saudara lelaki saya setelah toko-toko telah tutup selama tiga bulan," kata Tom Hunjan, 34.

"Saya juga membeli satu untuk diri saya sendiri. Baju-baju itu mirip dengan apa yang saya kenakan, tetapi putih. Tapi toko itu sedang tidak memilikinya sehingga mereka memesannya untuk saya dan saya akan kembali dalam beberapa hari. Mengapa saya sangat menyukai Hugo Boss? Ini mungkin hanya pemasaran."

"Saya juga butuh celana pendek baru karena kemarin saya melihat sudah ada lubang yang tidak nyaman."

Semua foto oleh Phil Coomes dan artikel ditulis oleh Vivienne Nunis.

(nvc/nvc)