Saat Emas 3 Kg dan Biola Kuno Ditinggalkan Penumpang di Transportasi Umum

BBC Indonesia - detikNews
Rabu, 17 Jun 2020 16:53 WIB
Si pemilik memiliki waktu lima tahun untuk mengeklaim tiga kilogram emas yang ditinggalkan di kereta. (Getty Images)
Jakarta -

Penumpang kadang, secara tidak sengaja, meninggalkan barang-barang pribadi di kereta. Yang paling sering adalah telepon genggam dan dompet.

Namun seorang penumpang di Swiss ini meninggalkan barang yang sungguh tidak biasa: satu tas penuh dengan emas.

Tidak tanggung-tanggung, total emas yang ditinggalkan di gerbong kereta ini tiga kilogram.

Nilai emas yang ditinggalkan di kereta yang melayani rure antara St Gallen dan Lucerne sekitar US$191.000 atau sekitar Rp2,6 miliar.

Emas tersebut ditemukan tergeletak di gerbong pada Oktober 2019 dan hingga sekarang pihak berwenang tak bisa menemukan sang pemilik. Itulah sebabnya pihak berwenang di Swiss mengumumkan penemuan emas ini sekarang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada juga orang atau pihak yang mengeklaim sebagai pemilik emas ini.

Aturan di Swiss menyebutkan siapa pun yang memiliki emas ini memiliki waktu lima tahun untuk mengeklaim kepemilikan.

Bukan sekali ini barang yang sangat berharga tertinggal di transportasi umum.

Stephen Morris, warga Inggris, pernah meninggalkan biola langka buatan tahun 1709 senilai Pound 250.000 atau sekitar Rp4,3 miliar di kereta, pada akhir Oktober 2019.

Di moda transportasi ini, Morris membawa sepeda dan biola. Ketika ia meninggalkan gerbong, hanya sepeda yang ia bawa, sementara biolanya terlupakan.

Morris menggambarkan biolanya sebagai "benda bersejarah" dan "seperti kehilangan tangan" ketika menyadari ia secara tak sengaja meninggalkannya di gerbong kereta.

Untunglah, beberapa hari kemudian "seseorang yang menemukan" biola tersebut mengontaknya.

Sebelumnya, melalui media sosial Morris memang meminta kepada siapa pun yang menemukan biola untuk mengembalikan alat musik ini kepadanya.

Di Jerman, seorang laki-laki juga secara tak sengaja meninggalkan vas karya Pablo Picasso senilai 10.000 euro (sekitar Rp154 juta) pada Februari 2019.

Ia naik kereta dari Kassel ke Dusseldorf dan harus pindah kereta di kota Hamm.

Saat pindah kereta inilah ia lupa membawa tas berisi vas buatan tahun 1953 tersebut.

(ita/ita)