Cegah Corona, Warga Asing dari Brasil Dilarang Masuk ke AS

BBC Indonesia - detikNews
Selasa, 26 Mei 2020 07:48 WIB
Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat melarang masuk semua warga negara asing yang selama 14 hari terakhir berada di Brasil.

Brasil kini menjadi negara dengan kasus positif terbanyak kedua di dunia. Hingga Minggu (24/05), terdapat total 360.000 kasus Covid-19 di negara itu. Penyakit itu sudah menewaskan sekitar 22.000 orang.

Juru bicara Gedung Putih, Kayleigh McEnany, menyebut larangan itu dikeluarkan untuk mencegah kasus positif baru dari luar negeri.

"Kebijakan hari ini akan memastikan warga negara asing yang datang dari Brasil tidak menjadi sumber infeksi tambahan di negara kami," tulis McEnany dalam pernyataan resmi.

Seseorang yang tidak memegang paspor AS, yang dalam 14 hari terakhirnya berada di Brasil sebelum mengajukan izin masuk ke AS, akan ditolak masuk AS. Larangan ini akan diterapkan per 28 Mei mendatang.

Namun kebijakan ini tidak berlaku untuk warga AS. Istri, orang tua, wali anak, anak dari warga AS, serta pemegang hak tinggal tetap juga dikecualikan dari larangan ini.

Larangan ini pun tidak diterapkan untuk saudara kandung warga AS yang berusia di bawah 21 tahun.

"Potensi transmisi tak terlacak dari orang-orang yang telah terpapar virus corona, yang berusaha masuk ke AS, akan mengancam sistem keamanan transportasi, infrastruktur, dan keamanan dalam negeri," demikian isi beleid itu.

Brasil

Pendukung Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, berunjuk rasa di kota Sao Paolo, menentang karantina wilayah selama pandemi Covid-19. (Reuters)

Sebelumnya, penasihat keamanan Gedung Putih, Robert O'Brien, berkata dalam acara Face the Nation di televisi CBS, bahwa larangan berpergian terkait Brasil ini akan segera berlaku.

"Kami berharap larangan itu hanya berlaku sementara, tapi karena situasi di Brasil, kami akan mengambil langkah yang dibutuhkan demi melindungi warga AS," kata O'Brien.

O'Brien berkata, pemerintah AS juga akan mempertimbangkan larangan serupa untuk negara lain.

Presiden AS, Donald Trump, pekan lalu menyebut bahwa dia telah mempertimbangkan larangan masuk untuk orang-orang dari Brasil.

Hingga berita ini diturunkan, AS masih menjadi negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak di dunia.

Setidaknya 1,6 juta orang di negara itu terpapar penyakit yang disebabkan Sars-CoV-2 tersebut, sekitar 100.000 orang di antaranya meninggal dunia.

virus coronaBBC

GEJALA dan PENANGANAN: Covid-19: Demam dan batuk kering terus menerus

MENCEGAH TERTULAR: Tips terlindung dari Covid-19 dan mencegah penyebaran sesuai petunjuk WHO

VAKSIN: Kapan vaksin virus corona bisa tersedia untuk masyarakat Indonesia? Lima hal yang perlu diketahui tentang vaksin Covid-19

Ini merupakan satu dari sejumlah larangan berpergian yang diterbitkan pemerintah AS untuk memerangi virus corona.

Warga negara asing yang baru mengunjungi China, Iran, negara Eropa di kawasan Schengen, Inggris, dan Republik Irlandia sudah lebih dulu masuk dalam daftar tangkal.

Kanada dan AS baru-baru ini juga setuju memperpanjang penutupan perbatasan mereka untuk aktivitas yang tidak mendasar.

Brasil

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, berulang kali menyangkal potensi bahaya virus corona. Ia kerap berkegiatan di ruang publik tanpa masker wajah. (Getty Images)

Bagaimana situasi di Brasil?

Analisis oleh Katy Watson, Koresponden BBC untuk wilayah Amerika Selatan

Brasil baru saja mengambil alih posisi Rusia dalam daftar negara dengan kasus positif Covid-19 terbanyak di dunia. Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, berulang kali menyangkal risiko mematikan yang dibawa penyakit tersebut.

Jumlah kematian di Brasil akibat penyakit ini meningkat dua kali lipat setiap dua pekan. Sebagai perbandingan, angka kematian di Inggris naik dua kali lipat dalam dua bulan, di Prancis empat bulan, dan di Italia butuh lima bulan.

Para pakar kesehatan memperingatkan bahwa jumlah kasus positif sebenarnya di Brasil lebih besar karena keterbatasan tes untuk publik.

Meningkatnya jumlah kematian dan infeksi di Brasil jelas membuat negara lain cemas. Namun Presiden Bolsonaro tidak menunjukkan keseriusan menangani penyakit itu.

Hari Minggu kemarin, untuk kesekian kalinya dia beraktivitas bersama ribuan pendukungnya di Kota Brasiilia. Dan sekali lagi, dia tidak mengenakan masker wajah.

Presiden Bolsonaro pun tampak terperangkap dalam pertarungan politik dalam negeri. Dia menghadapi tuduhan hanya melindungi kesehatan keluarganya dan tidak berupaya mengontrol krisis kesehatan yang mengancam masyarakat Brasil.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah fakta terungkap di Brasil. Bukan hanya menjadi episentrum baru virus corona, Bolsonaro jelas tidak mampu, atau bahkan tidak ingin, mengeluarkan negaranya dari pandemi ini.

Tidak ada keraguan bahwa keputusan Trump, sosok yang secara terbuka disanjung oleh Bolsonaro, akan melukai pemerintahan Brasil. Namun pertanyaannya, apakah kebijakan AS itu akan mengubah sikap para Bolsonaro?

(ita/ita)