Italia Longgarkan Lockdown, Bisnis Tak Bisa Menunggu Sampai Vaksin Ditemukan

BBC Indonesia - detikNews
Senin, 18 Mei 2020 07:27 WIB
Italia mulai melonggarkan karantina wilayah sejak awal Mei 2020, sebagaimana terlihat di alun-alun Camp di Fiori, Roma. (AFP/Getty Images)
Roma -

Italia sedang mengambil "risiko dengan perhitungan" seiring diberlakukannya serangkaian pelonggaran karantina wilayah atau lockdown, menurut Perdana Menteri Giuseppe Conte.

Conte mengumumkan bahwa perjalanan dari dan ke Italia, serta antarawilayah di dalam Italia, akan diperbolehkan mulai 3 Juni mendatang.

Gimnasium, kolam renang, dan pusat olahraga akan kembali dibuka pada 25 Mei, kemudian bioskop dan teater dibuka pada 15 Juni.

Lebih jauh, para pelancong dari negara-negara Uni Eropa akan diizinkan masuk ke Italia tanpa harus menjalani karantina selama dua pekan.

Langkah-langkah ini merupakan keputusan besar bagi negara yang sempat mencatat jumlah kasus positif virus corona terbanyak di dunia. Italia juga yang menjadi negara pertama di Eropa yang memberlakukan lockdown di seantero wilayah saat kasus-kasus Covid-19 muncul di kawasan utara pada Februari.

Kini, tingkat penularan di Italia merosot drastis. Begitu pula dengan angka kematian.

Pada 27 Maret lalu, Italia mencatat lebih dari 900 orang meninggal dunia akibat Covid-19. Kini, sebanyak 153 orang meninggal dunia dalam 24 jam terakhir.

Secara keseluruhan, menurut para pejabat Italia, sebanyak 31.763 orang meninggal duniajumlah tertinggi ketiga di dunia di bawah Amerika Serikat dan Inggris.

italy

Perdana Menteri Italia Josepe Conte mengumumkan langkah-langkah pelonggaran karantina wilayah mulai tanggal 4 Mei. (Getty Images)

Angka-angka ini mendorong PM Conte memberlakukan serangkaian pelonggaran lockdown dengan "risiko yang diperhitungkan".

"Kami menempuh risiko yang diperhitungkan mengingat kurva penularan bisa naik lagi," kata Conte dalam pidato yang disiarkan televisi.

"Kami harus menerimanya, sebab kalau tidak demikian kami mungkin tidak bisa memulai lagi."

Conte menegaskan negaranya tidak bisa menunggu sampai vaksin ditemukan, karena "kami bakal mengalami perekonomian dan struktur sosial yang rusak parah".

Sejumlah daerah di Italia telah menyerukan pelonggaran yang lebih drastis, namun PM Conte mengatakan pelonggaran akan dilakukan secara bertahap guna menghindari gelombang penularan kedua.

Toko-toko dan restoran akan kembali dibuka pada Senin, 18 Mei, dengan syarat menjaga jarak aman.

Gereja-gereja juga bersiap memulai kembali ibadah pada hari yang sama, namun jemaah diharuskan menjaga jarak dan memakai masker. Agama-agama lain juga dipersilakan menunaikan ibadah masing-masing.

italia

Getty Images

Apa yang sudah diumumkan?

Sebelumnya, Conte menguraikan bagaimana Italia akan memulai "Fase Dua" dalam melonggarkan kebijakan lockdown. Langkah-langkah tersebut meliputi:

  • Warga akan diizinkan bergerak di sekitar wilayah mereka sendiri - tetapi tidak di antara wilayah yang berbeda;
  • Pemakaman dihadiri maksimal 15 orang, dan idealnya dilakukan di luar ruangan;
  • Atlet individu dapat melanjutkan latihan, dan orang dapat melakukan olahraga tidak hanya di sekitar rumah mereka, tetapi di daerah yang lebih luas;
  • Bar dan restoran akan dibuka kembali untuk pesanan dibawa pulang mulai 4 Mei (tidak hanya layanan pengiriman seperti sekarang), tetapi makanan harus dikonsumsi di rumah atau di kantor;
  • Salon, bar dan restoran diharapkan akan dibuka kembali untuk seperti dalam keadaan normal mulai 1 Juni;
  • Toko-toko ritel akan dibuka kembali pada 18 Mei - bersama dengan museum dan perpustakaan;
  • Tim-tim olahraga juga akan dapat mengadakan latihan kelompok mulai 18 Mei

Warga Italia menjalani karantina di apartemen mereka.

Karantina wilayah di Italia berlanjut hingga 3 Mei namun beberapa tempat bisnis telah diizinkan untuk buka kembali. (AFP)

"Jika kita tidak menghargai tindakan pencegahan kurva akan naik, kematian akan meningkat, dan kita akan memiliki kerusakan permanen pada ekonomi kita," kata perdana menteri.

"Jika kamu mencintai Italia, jaga jarakmu."

Di Italia, orang-orang yang meninggal di rumah atau fasilitas perawatan tidak disertakan dalam hitungan nasional, sehingga banyak yang percaya tingkat kematian dan infeksi yang sebenarnya bisa jadi lebih tinggi dari angka resmi.

Tonggak penting

Analisis Mark Lowen, koresponden BBC News di Roma

Otoritas Italia menyebut angka tersebut "sangat mendorong". Jumlah orang yang saat ini terinfeksi oleh virus corona telah menurun untuk pertama kali; sebuah tonggak penting, meskipun ada fakta bahwa jumlah tes yang dilakukan lebih sedikit dari hari sebelumnya,

Jumlah kasus total, yang termasuk mereka yang mati dan sembuh, meningkat hingga sedikit di atas 1,2%, peningkatan proporsional terkecil sejak wabah dimulai. Namun terdapat 454 kematian - sedikit naik pada laporan hari Minggu.

Meskipun jumlah infeksi boleh menyebabkan optimsme, tingkat kematian harian tetap tinggi.

Angka perawatan intensif juga menunjukkan tren menurun, dengan hunian sekarang berada di level terendah dalam sebulan. Italia sama sekali belum bebas dari Covid-19. Tapi negara itu berada di jalan yang benar dan sekarang mereka merasa semua pengorbanan mereka terbayar.

virus coronaBBC

GEJALA dan PENANGANAN: Covid-19: Demam dan batuk kering terus menerus

PETA dan INFOGRAFIS: Gambaran pasien yang terinfeksi, meninggal dan sembuh di Indonesia dan dunia

VAKSIN: Seberapa cepat vaksin Covid-19 tersedia?

IKUTI LAPORAN KHUSUS TERKAIT VIRUS CORONA

Bagaimana dengan Spanyol?

Total angka kematian di Spanyol mencapai lebih dari 27.000 orang. (data 17/05).

Pada Sabtu (02/05), orang dewasa dapat berolahraga di luar ruangan untuk pertama kalinya dalam tujuh minggu.

Karantina wilayah dilonggarkan untuk anak di bawah 14 tahun, minggu yang lalu.

Perdana Menteri Pedro Sanchez mengatakan Spanyol 'menuai' penghargaan dari pengorbanan yang dilakukan selama lockown, yang disebut salah satu negara yang paling ketat menerapkan lockdown di Eropa.

Pada hari Senin (04/04), masker akan diwajibkan pada transportasi umum dan beberapa usaha kecil seperti penata rambut akan buka dengan pemesanan terlebih dahulu.

Bagaimana perkembangan di Prancis?

Jumlah kematian baru di Prancis mencapai angka terendah selama satu bulan terakhir.

Sementara itu, seorang kepala perawatan intensif di wilayah Paris mengatakan kepada media setempat bahwa virus corona tercatat di Prancis pada 27 Desember 2019 - sebulan sebelum kasus pertama dikonfirmasi.

Yves Cohen mengatakan kepada BFMTV bahwa timnya telah meninjau ulang tes yang hasilnya negatif untuk flu dan virus corona lain pada 24 pasien, yang dirawat di rumah sakit karena masalah pernapasan pada bulan Desember dan Januari lalu.

"Dari 24 pasien, kami memiliki satu hasil positif untuk Covid-19 pada 27 Desember ketika dia berada di rumah sakit," katanya.

People buy fish in Marseille.

Seorang laki-laki membeli ikan di Marseille. Prancis akan mengendorkan lockdown tanggal 11 Mei. (AFP)

Cohen menambahkan tes telah diulang beberapa kali untuk mengkonfirmasi hasilnya.

Cohen mengatakan dia telah melaporkan kasus ini ke otoritas kesehatan regional dan meminta tes negatif lainnya dari periode yang sama diuji ulang.

Anak-anak direncanakan untuk kembali ke sekolah secara bertahap, beberapa bisnis akan dibuka kembali, dan orang-orang akan dapat melakukan perjalanan dalam jarak 100 kilometer dari rumah mereka tanpa perlu membawa dokumen resmi yang menjelaskan maksud pergerakan mereka.

Namun, Menteri Kesehatan Olivier Veran mengatakan kebijakan itu akan tergantung pada penurunan jumlah infeksi baru, terutama di daerah yang paling parah terkena dampak seperti wilayah Paris dan timur laut Prancis.

Prancis juga mengklarifikasi bahwa aturan yang mengharuskan siapa pun yang memasuki negara itu untuk diisolasi selama 14 hari tidak berlaku untuk orang yang datang dari negara-negara UE, wilayah Schengen atau Inggris.

Sebelumnya, saat Prancis mencatat lebih dari 20.000 kematian terkait virus corona, direktur kesehatan negara itu Jerme Salomon mengatakan jumlah itu "simbolis dan menyakitkan".

"Malam ini, negara kita melewati tonggak simbolis yang menyakitkan," ujarnya.

Berbeda dengan Inggris, Prancis memasukkan kematian di rumah jompo dalam hitungan hariannya.

Hingga Senin (04/05), ada 24.729 kematian terkait virus di Prancis.

A medical staff walks near a testing point for Covid-19 in central Moscow

Russia adalah negara ketujuh dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak di dunia. (AFP)

Tonton video 'Petani Legendaris Italia Bertahan Setengah Mati di Pandemi Corona':

(ita/ita)