ISIS Jadikan Jurang Indah di Suriah sebagai Tempat Pembuangan Mayat

BBC Indonesia - detikNews
Jumat, 08 Mei 2020 07:32 WIB
Damaskus -

Kelompok militan yang menyebut dirinya Negara Islam atau ISIS menjadikan sebuah jurang di wilayah Suriah timur laut tempat untuk membuang mayat orang-orang yang diculik atau ditahan, ungkap organisasi Hak Asasi Manusia, Human Rights Watch, HRW

Para peneliti memulai penyelidikan setelah mendapat kiriman video pada tahun 2014 yang memperlihatkan kelompok militan itu melempar mayat-mayat ke ngarai al-Hota, yang kedalamannya mencapai 50 meter.

HRW juga meyakini bahwa aksi pembuangan mayat di lokasi itu sesuai aturan ISIS.

Organisasi HAM itu meminta agar pemerintah setempat mengamankan situs tersebut, mengevakuasi sisa-sisa jenazah, dan menyimpannya sebagai bukti untuk proses penuntutan.

Lebih dari 20 kuburan massal yang berisi ribuan mayat telah ditemukan di wilayah Suriah yang sebelumnya dikuasai ISIS.

Di antara mereka yang hilang dan diyakini terbunuh adalah aktivis, pekerja kemanusiaan, para jurnalis, serta anggota masyarakat yang melawan perintah kelompok jihadis.

Kelompok ISIS pernah menguasai wilayah sekitar 88.000 km persegi, yang membentang dari wilayah barat Suriah hingga wilayah timur Irak, dan memberlakukan aturan brutal, atas hampir delapan juta orang.

Jurang al-Hota yang berjarak sekitar 85 km di sisi utara bekas "ibu kota" ISIS, Raqqa, merupakan bentangan alam liar yang indah luar biasa.

Namun ketika ISIS menguasainya antara tahun 2013 dan 2015, wilayah itu menjadi "tempat pembalasan dendam yang mengerikan", kata peneliti HRW Suriah, Sara Kayyali.

"Mengungkapkan yang terjadi di sana dan kuburan massal lain di Suriah sangat penting untuk memastikan apa yang terjadi pada ribuan orang yang dieksekusi ISIS dan menuntut pertanggungjawaban mereka," tambahnya.

Menurut laporan yang diterbitkan oleh HRW hari Senin (04/05), penduduk setempat ingat bahwa militan ISIS mengancam akan melemparkan orang ke jurang al-Hota. Beberapa berkata mereka melihat mayat berserak di jurang itu.

Sebuah rekaman video ISIS yang diunggah di media sosial tahun 2014 juga memperlihatkan sekelompok militan melemparkan mayat dua orang - yang diduga dibunuh ISIS - ke jurang.

Pada kunjungan tahun 2018, peneliti HRW menerbangkan pesawat tak berawak ke lembah dan menemukan enam mayat mengambang di air di dasar lembah.

Namun mereka menyimpulkan, berdasarkan kondisinya, mayat-mayat itu dilemparkan ke sana lama sesudah ISIS meninggalkan kawasan tersebut.

Peta geologis dan model topografis memperlihatkan jurang itu lebih dalam daripada yang bisa diamati oleh pesawat nirawak. Maka ada kemungkinan lebih banyak mayat manusia berada di bawah permukaan air, ungkap laporan tersebut.

HRW menyatakan siapapun yang menguasai daerah itu punya kewajiban memperlakukan al-Hota sebagai tempat kejadian perkara, mengidentifikasi yang hilang dan menyelidiki kematian mereka.

Wilayah di sekitar al-Hote kini dikuasai oleh pasukan pemberontak Suriah yang didukung Turki, yang dikenal dengan nama Syrian National Army (SNA).

Mereka merebut wilayah itu tahun lalu dari pasukan Suriah yang didukung Amerika Serikat Syrian Democratic Forces (SDF), aliansi milisi etnis Kurdi yang berhasil mengusir ISIS dari Suriah timur laut.

(ita/ita)