Belut 'Lupa dengan Manusia', Akuarium Jepang Fasilitasi Panggilan Video

BBC Magazine - detikNews
Selasa, 05 Mei 2020 16:20 WIB
Ada petisi agar Pixar membuat film tentang belut taman. (Getty Images)
Tokyo -

Penjaga Akuarium Sumida di Tokyo, yang telah ditutup sejak 1 Maret karena pandemi virus corona, mulai khawatir dengan belut mereka.

Makhluk-makhluk kecil yang sensitif itu telah terbiasa melihat ratusan wajah mengintip ke dalam akuarium.

Namun, ketika akuarium sepi, para belut taman mulai menyelam ke dalam pasir setiap kali penjaga akuarium datang menghampiri.

Hal ini membuat para penjaga akuarium kesulitan memeriksa kesehatan belut-belut tersebut.

Pihak akuarium mengatakan belut sudah "melupakan manusia". Karena itu, mereka mengajukan "permohonan darurat".

"Bisakah Anda menunjukkan wajah Anda ke belut kami dari rumah Anda?"

Ya, mereka meminta masyarakat melakukan panggilan video untuk mengingatkan belut bahwa manusia ramah.

"Makhluk di akuarium tidak melihat manusia lagi kecuali penjaga akuarium, sehingga mereka sudah mulai melupakan manusia," tulis akuarium itu di Twitter.

"Belut taman khususnya menghilang ke pasir dan bersembunyi setiap kali penjaga lewat."

Belut ini sangat sensitif - dan akuarium ingin memperkenalkan 300 belut yang ada di akuarium dengan manusia sehingga kesehatan mereka dapat dipantau.

Garden eels pop out of sand

Panjang belut taman sekitar 35 hingga 40 cm. (Getty Images)

Pengurus akuarium akan menunjukkan lima tablet menghadap ke arah akuarium dalam "festival tatap muka" panggilan video yang akan digelar hingga tanggal 5 Mei.

Sayangnya, jika Anda merupakan pengguna ponsel Google atau PC komputer, Anda tidak bisa ikut serta, karena aplikasi yang digunakan adalah FaceTime Apple.

Fakta belut taman

Garden eels in the red sea

Belut taman ditemukan di Laut Metah hingga Timur Afrika, Jepang, dan Australia. (Getty Images)

Belut taman hidup di liang berpasir yang mereka gali terlebih dahulu dan melapisi lubang itu dengan lendir agar tidak runtuh.

Mereka adalah 'pembangun kecil' di laut.

Ketika tiba saatnya musim kawin, belut jantan dan betina bergerak lebih dekat satu sama lain.

Mereka hidup dalam koloni dengan beberapa ratus belut dan setiap belut memiliki liang sendiri.

Belut jantan terbesar biasanya tinggal di liang pusat, menurut penjelasan Akuarium Georgia.

Ketika kita melihat mereka, biasanya hanya seperempat dari tubuh mereka yang menyembul keluar dari pasir - sisanya tinggal di liang mereka. Mereka jarang keluar, bahkan untuk kawin.

Bisa dibilang mereka adalah makhluk yang suka melakukan isolasi diri.

(ita/ita)