Untuk Pertama Kalinya, Italia Catat Penurunan Kasus Infeksi Virus Corona

BBC World - detikNews
Selasa, 21 Apr 2020 13:12 WIB
Karantina wilayah di Italia berlanjut hingga 3 Mei namun beberapa tempat bisnis telah diizinkan untuk buka kembali. (AFP)
Roma -

Jumlah orang yang secara resmi dinyatakan terinfeksi virus corona di Italia telah menurun untuk pertama kalinya sejak wabah dimulai, kata otoritas di negara itu.

Pada Senin (20/04), terdapat 108.237 orang yang dirawat di rumah sakit atau menjalani pemulihan di rumah, berkurang 20 orang dari hari sebelumnya.

Pemerintah mengatakan penurunan yang kecil namun simbolik itu adalah "perkembangan positif".

Karantina wilayah di Italia berlangsung hingga 3 Mei namun beberapa tempat bisnis telah kembali buka.

Tempat-tempat usaha itu mencakup toko buku, toko alat tulis, dan toko yang menjual pakaian anak-anak, sementara pihak berwenang mengkaji cara menerapkan penjarakan sosial dengan aman.

Italia menyandang jumlah kasus Covid-19 ketiga terbanyak di dunia, setelah Spanyol dan AS. Pada Minggu (19/04), terdapat 486 tambahan kasus positif yang aktif di negara tersebut.

"Untuk pertama kalinya, kita melihat perkembangan baru yang positif: jumlah [kasus] yang positif telah menurun," kepala agensi perlindungan sipil Angelo Borelli berkata kepada wartawan.

Sejauh ini, lebih dari 24.000 orang telah meninggal dunia karena virus corona di Italia, menurut Universitas Johns Hopkins, yang melacak perkembangan penyakit ini di seluruh dunia.

Namun, karena orang-orang yang meninggal di rumah atau fasilitas perawatan tidak disertakan dalam hitungan nasional, banyak yang percaya tingkat kematian dan infeksi yang sebenarnya bisa jadi lebih tinggi dari angka resmi.

Tonggak penting

Analisis Mark Lowen, koresponden BBC News di Roma

Otoritas Italia menyebut angka tersebut "sangat mendorong". Jumlah orang yang saat ini terinfeksi oleh virus corona telah menurun untuk pertama kali; sebuah tonggak penting, meskipun ada fakta bahwa jumlah tes yang dilakukan lebih sedikit dari hari sebelumnya,

Jumlah kasus total, yang termasuk mereka yang mati dan sembuh, meningkat hingga sedikit di atas 1,2%, peningkatan proporsional terkecil sejak wabah dimulai. Namun terdapat 454 kematian - sedikit naik pada laporan hari Minggu.

Meskipun jumlah infeksi boleh menyebabkan optimisme, tingkat kematian harian tetap tinggi.

Angka perawatan intensif juga menunjukkan tren menurun, dengan hunian sekarang berada di level terendah dalam sebulan. Italia sama sekali belum bebas dari Covid-19. Tapi negara itu berada di jalan yang benar dan sekarang mereka merasa semua pengorbanan mereka terbayar.

virus coronaBBC

GEJALA dan PENANGANAN: Covid-19: Demam dan batuk kering terus menerus

PETA dan INFOGRAFIS: Gambaran pasien yang terinfeksi, meninggal dan sembuh di Indonesia dan dunia

VAKSIN: Seberapa cepat vaksin Covid-19 tersedia?

IKUTI LAPORAN KHUSUS TERKAIT VIRUS CORONA

Apa yang terjadi di negara-negara Eropa lainnya?

Prancis menjadi negara terbaru yang mencatat lebih dari 20.000 kematian terkait virus corona, jumlah yang disebut direktur kesehatan negara itu Jerme Salomon "simbolis dan menyakitkan".

"Malam ini, negara kita melewati tonggak simbolis yang menyakitkan," ujarnya.

Berbeda dengan Inggris, Prancis memasukkan kematian di rumah jompo dalam hitungan hariannya. Hingga Senin (20/04), ada 20.265 kematian terkait virus di Prancis 12.513 di antaranya di rumah sakit dan 7.752 di panti jompo, kata Salomon.

Perkembangan lainnya:

  • Jerman telah membuka kembali toko-toko kecil, dealer mobil dan toko sepeda, setelah pemerintah melakukan pelonggaran sementara dari karantina wilayah yang diberlakukan hampir sebulan yang lalu
  • Di Portugal, 138 pencari suaka yang dites positif coronavirus berada dalam karantina, telah dipindahkan dari asrama di Lisbon
  • Polisi anti huru hara di Rusia selatan pada hari Senin dikerahkan untuk membubarkan ratusan orang yang memprotes pembatasan karena virus corona. Demonstran berteriak-teriak di luar markas pemerintah di Vladikavkaz, ibu kota Ossetia Utara
  • Virus corona telah menyebar ke fasilitas migran ketiga di Yunani seorang perempuan Somalia berusia 28 tahun yang sedang hamil menjalani isolasi di sebuah hotel di Kranidi yang menampung 470 migran dari sub-Sahara Afrika. Orang lain yang juga tinggal di sana sedang dites
(ita/ita)