Mekah-Madinah Terapkan Jam Malam 24 Jam, Lalu Kapan Boleh Keluar Rumah?

BBC World - detikNews
Jumat, 03 Apr 2020 16:19 WIB
Mekah -

Arab Saudi memberlakukan jam malam selama 24 jam di kota-kota suci Mekah dan Madinah sebagai bagian dari upaya untuk mengendalikan penyebaran virus corona.

Sebelumnya jam malam hanya diberlakukan selama 15 jam. Kebijakan untuk tinggal di rumah juga telah diperpanjang. Warga hanya diizinkan keluar rumah untuk membeli makanan dan untuk keperluan medis.

Pembatasan ketat terjadi pada saat ketidakpastian apakah ibadah haji ke Mekah dan Madinah tahun ini - akan berlangsung pada bulan Juli dan Agustus. Acara ini biasanya menarik lebih dari dua juta orang umat Muslim dari seluruh dunia.

Arab Saudi memiliki tingkat infeksi virus corona tertinggi di wilayah Teluk, dengan 1.885 kasus positif dan 21 kematian hingga Jumat (3/4).

Sebelumnya pihak berwenang Arab Saudi mengarantina sebuah kawasan di bagian timur serta menutup sementara semua sekolah dan universitas di seluruh kerajaan itu dari Senin (09/03) hingga waktu yang belum ditetapkan akibat wabah virus corona.

Rangkaian kebijakan itu ditempuh ketika jumlah total kasus positif virus corona mencapai 15 kasus, sebut Kementerian Kesehatan Arab Saudi sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

Di antara 15 kasus tersebut, ada empat kasus yang baru dilaporkan pada Senin (09/03). Keempat kasus itu mencakup satu warga Saudi, dua warga Bahrain, dan satu warga Amerika Serikat.

Arab Saudi telah menangguhkan perjalanan ke sembilan negara bagi warganya sekaligus menolak orang-orang dari negara-negara tersebut atau siapapun yang berada di sana selama 14 hari terakhir.

Kesembilan negara itu mencakup Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Libanon, Suriah, Korea Selatan, Mesir, Italia, dan Irak.

Penutupan wilayah Qatif

Pemerintah Arab Saudi juga memutuskan untuk mengarantina Qatif, kawasan penghasil minyak di bagian timur negeri.

Tak seorang pun boleh masuk atau keluar dari daerah tersebut untuk sementara, sebut keterangan Kementerian Dalam Negeri seperti dilaporkan kantor berita Saudi (SPA).

Semua layanan, baik sektor umum maupun swasta juga dihentikan sementara, kecuali layanan darurat seperti apotek dan stasiun pengisian bahan bakar umum.

Penutupan wilayah belum pernah dilakukan oleh negara-negara di kawasan Teluk sejak virus corona mewabah.

Dari 11 kasus virus corona di Saudi, semuanya berasal dari wilayah berpenduduk 500.000 orang itu, demikian dilaporkan kantor berita AFP.

saudi

Pihak berwenang Arab Saudi memeriksa suhu tubuh semua penumpang yang tiba di Bandara Riyadh, Januari lalu. (Reuters)

Menyalahkan Iran

Arab Saudi telah menyalahkan Iran atas naiknya jumlah kasus virus corona di dalam wilayah Saudi, seraya mengecam Teheran lantaran membolehkan warganya masuk tanpa memberikan cap pada paspor mereka.

Terdapat berbagai tempat suci dan napak tilas di Iran bagi umat Syiah, yang mencapai antara 10% hingga 15% dari 32 juta populasi Saudi.

Hingga Jumat (3/4), Iran melaporkan 3.160 orang meninggal dunia akibat virus corona dengan total kasus positif 50.468 orang.

(ita/ita)