India Cari Ratusan Orang Hadiri Ijtima di Masjid, Sebagian Sempat ke Gowa

BBC World - detikNews
Rabu, 01 Apr 2020 06:37 WIB
Ratusan orang yang meninggalkan satu masjid di Delhi akan dimonitor dan dites. (Getty Images)
New Delhi -

Para pejabat di seluruh India mencari ratusan orang yang menghadiri ijtima di satu masjid di ibu kota Delhi di tengah kekhawatiran mereka menyebarkan Covid-19.

Paling tidak enam kawasan melaporkan kasus yang diyakini berasal dari tablik akbar di satu masjid.

Para pejabat Delhi kini telah membersihkan gedung masjid, tempat lebih dari 1.000 orang terlantar setelah pemerintah menetapkan penutupan wilayah.

Paling tidak 24 orang dinyatakan positif terkena virus corona sejauh ini, menurut menteri kesehatan.

Mereka ini termasuk di antara 300 orang yang menunjukkan gejala dan telah dipindahkan ke rumah sakit untuk dites, kata menteri kepada media.

Ia juga mengatakan 700 orang lain dipindahkan ke pusat karantina.

Penularan ini diduga karena sejumlah pemuka agama yang sempat datang dalam acara di Gowa, Sulawesi Selatan, yang kemudian dibatalkan.

Para pejabat menyerukan diambilnya tindakan terhadap petugas masjid namun mereka menyanggah melakukan kesalahan.

Bagian dari Ijtima Jemaah Tabligh se Asia

Sejumlah laporan media menyebutkan Nizamuddin - daerah tempat masjid itu berada - telah ditutup dan lebih dari 35 bus mengakut warga ke rumah-rumah sakit atau pusat karantina.

Acara itu merupakan bagian dari Ijtima Jemaah Tabligh se-Asia yang dimulai pada akhir Februari, namun sebagian acara dilakukan pada awal Maret.

Tidak jelas apakah ada tiket masuk untuk acara itu dan apakah panitia membatasi pengunjung karena ada yang datang dan ada pula yang pergi.

Sebagian pengunjung - termasuk para pemuka agama - berkunjung ke kota-kota lain di India dan ada yang tinggal di masjid-masjid setempat.

Petugas mengangkut jemaah ke pusat karantina di Delhi pada Selasa (31/03).Petugas mengangkut jemaah ke pusat karantina di Delhi pada Selasa (31/03). (Getty Images)

Para pejabat mengatakan sulit untuk mencari tahu berapa orang yang menghadiri Ijtima itu.

Tetapi mereka telah mulai melakukan pelacakan dan melakukan tes.

Negara bagian Telangana melaporkan hari Minggu (29/03) malam bahwa enam orang yang menghadiri Ijtima meninggal akibat Covid-19.

Petugas medis setempat mengatakan kepada BBC bahwa lebih dari 40 kasus di Telangana terkait langsung atau tidak langsung dengan ijtima itu.

Sementara itu kawasan Kashmir India melaporkan kematian pertama akibat virus minggu lalau, seorang berusia 65 tahun yang sebelumnya berkunjung ke Delhi menghadiri ijtima.

Para pejabat mengatakan kepada BBC bahwa lebih dari 40 kasus dari total 48 orang terkait dengan orang yang meninggal itu.

Di Kepulauan Andaman dan Nicobar, tempat enam dari sembilan orang yang dites positif, juga baru kembali dari ijtima di Delhi.

Negara bagian Tamil Nadu, Telangana dan Andhra Pradesh mengatakan lebih dari 3.000 orang yang kembali ke negara bagian mereka menghadiri ijtima.

Tamil Nadu berhasil melacak 16 orang yang positif.

Para pejabat di negara-negara bagian meminta warganya yang menghadiri ijtima untuk dites.

Menteri Kepala Delhi Arvind Kejriwal meminta agar ketua masjid di ibu kota India itu dilaporkan ke polisi.

Namun penitia acara mengeluarkan pernyataan dan mengatakan mereka telah membatalkan acara dan meminta semua orang untuk meninggalkan masjid setelah Perdana Menteri Narendra Modi mengumumkan akan ada jam malam pada tanggal 22 Maret.

Pihak penyelenggara mengatakan banyak jemaah yang pergi namun banyak pula yang terlantar di masjid karena negara-negara bagian mulai memberlakukan penutupan wilayah.

Saat ini India menerapkan lockdown selama 21 hari dan menghentikan bus dan kereta beroperasi.

Kompleks masjid termasuk asrama yang dapat menampung ratusan orang.

Pihak penyelenggara mengatakan mereka telah memberi penjelasan kepada polisi dan akan terus bekerja sama dengan petugas medis yang telah menginspeksi masjid.

Pihak masjid, kata pernyataan penyelenggara, "tidak pernah melanggar undang-undang dan memberikan alasan yang tepat kepada pengunjung yang datang dari negara bagian lain. Pengunjung juga tidak diizinkan berjalan di jalan-jalan".

Tudingan ini bukan yang pertama bahwa pertemuan agama disebutkan sebagai salah satu penyebab menyebarkan virus corona.

Ijtima Jemaah Tabligh juga dituding penyebab menyebarnya virus di Malaysia dan Indonesia.

Di Korea Selatan, banyak kasus terkait dengan Gereja Schincheonji, sekte rahasia, yang telah meminta maaf atas peranan mereka terkait penyebaran virus.

(ita/ita)