detikNews
Senin 02 September 2019, 10:51 WIB

Kisah Ilmuwan Amerika yang Bocorkan Rahasia Bom Atom ke Uni Soviet

BBC World - detikNews
Kisah Ilmuwan Amerika yang Bocorkan Rahasia Bom Atom ke Uni Soviet Theodore Hall adalah ilmuwan termuda yang bekerja di Manhattan Project, yang membuat bom nuklir pertama di dunia. (Los Alamos National Laboratory Handout)
Washington - Theodore Hall adalah ilmuwan termuda yang bekerja di Manhattan Project, yang membuat bom nuklir pertama di dunia. (Los Alamos National Laboratory Handout)

Negara-negara Barat kaget, dan menurut catatan CIA, mereka memperkirakan Uni Soviet tak akan bisa membuat bom nuklir hingga tahun 1953.

Lebih mengejutkan lagi, orang yang membantu Moskow mengembangkan bom nuklir adalah ilmuwan Amerika bernama Theodore Hall.

Ia bukan satu-satunya warga AS yang membocorkan rahasia bom atom kepada musuh. Namun ia pertama yang bisa lolos begitu saja.

Bagaimana kisah Hall - kelahiran New York dan lulusan Harvard - dari ilmuwan menjadi mata-mata?

Ledakan RDS-1 Uni Soviets meledakkan bom atom pertama mereka, RDS-1, di situs uji coba di Kazakhstan. (Getty Images)

Bom nuklir RDS-1 ini mirip dengan "Fat Man", bom plutonium yang dijatuhkan AS di Nagasaki, 9 Agustus 1945, dan ini bukan kebetulan.

Informasi intelijen soal rancangan bom ini dibocorkan kepada Uni Soviet dari Manhattan Project, sebuah kode untuk program pengembangan senjata nuklir yang dipimpin Amerika, bekerjasama dengan Inggris dan Kanada.

Rahasia top

Proyek ini sangat rahasia, sebagaimana digambarkan majalah Life pada tahun 1945: "Barangkali hanya beberapa puluh orang di seluruh negeri yang tahu apa arti dari nama Manhattan Project".

Salah satu dari orang itu adalah Theodore Hall.

Terlahir pada tanggal 20 Oktober 1925, Theodore adalah anak dari seorang pebisnis, tumbuh di masa Depresi Besar, saat sulit bagi kebanyakan orang Amerika.

Namun ia berhasil mencapai prestasi besar di bidang matematika dan fisika. Sedemikian rupa sehingga di usia 16 ia mendapat beasiswa dari Universitas Harvard, dan lulus dari sana pada tahun 1944.

Bom nuklir Fat Man Moskow mencuri informasi penting tentang 'Fat Man', bom plutonium yang meledak di atas Nagasaki di tahun 1945. (Getty Images)

Prestasi ini mendapat perhatian dari pemerintah AS dan ia diwawancara untuk program nuklir rahasia di laboratorium Los Alamos pada tahun 1943.

Teman sekamar Komunis

Namun pejabat AS tak sadar bahwa ahli fisika muda ini adalah anggota organisasi Marxist di Harvard dan punya seorang teman satu kamar bernama Saville Sax, yang merupakan anak dari seorang imigran Rusia.

Sax merupakan seorang komunis yang bersemangat, dan berhasil merekrut Theodore Hall untuk Uni Soviet, serta bertindak sebagai kurir yang mengantarkan informasi rahasia nuklir.

Ledakan bom nuklit pertama yang terjadi di New Mexico tanggal 16 Juli 1945 Theodore Hall menakutkan apa yang ia sebut sebagai monopoli Amerika terhadap senjata nuklir. (Getty Images)

Bulan Desember 1944, Hall dengan bantuan bekas teman sekamarnya, mengantar rahasia nuklir pertama dari Los Alamos, terkait informasi soal pembuatan bom plutonium.

"Selama tahun 1944, saya khawatir mengenai monopoli Amerika terhadap senjata nuklir, jika terjadi depresi pasca perang," kata Theodore Hall dalam pernyataan tertulis yang diterbitkan oleh New York Times tahun 1997, dua tahun sebelum ia meninggal karena kanker ginjal.

'Si Anak muda'

Hall berpendapat seandainya Uni Soviet memiliki nuklir, maka keadaan akan seimbang dan akan jadi pencegah.

"Uni Soviet saat itu bukan musuh, melainkan sekutu Amerika Serikat." kata Hall, "Soviet juga melawan Nazi dengan heroik, dengan korban jiwa yang banyak, dan hal ini juga mencegah sekutu Barat dari kekalahan."

Manhattan Project adalah proyek dengan tingkat kerahasiaan yang sangat tinggi. Manhattan Project adalah proyek dengan tingkat kerahasiaan yang sangat tinggi. (Getty Images)

Ia dikenal di Soviet sebagai "Si anak muda" dan memasok Moskow dengan informasi teknologi yang spesifik, terutama pada prinsip peledakan - metode baru untuk meledakkan bom plutonium.

Bom atom yang dijatuhkan AS di Nagasaki dibuat dari plutonium, sementara yang dijatuhkan di Hiroshima menggunakan uranium.

Pesan berkode

AS dan Uni Soviet berperang melawan musuh yang sama pada Perang Dunia Kedua, tapi mereka tetap saja saling memata-matai satu sama lain.

Bahkan AS membuat proyek kontra intelijen Uni Soviet berskala besar yang diberi nama Venona yang dimulai pada bulan Februari 1943.

Bulan Desember 1946, proyek ini berhasil membongkar komunikasi rahasia dari NKVD, Kementerian Dalam Negeri Uni Soviet.

Pesan telegraf itu mengungkapkan adanya mata-mata Soviet di Manhattan Project.

Berdasar telegraf ini, pihak AS menemukan bahwa Theodore Hall bertemu mata-mata Rusia di tahun 1944. Berdasar telegraf ini, pihak AS menemukan bahwa Theodore Hall bertemu mata-mata Rusia di tahun 1944. (NSA)

Theodore Hall sedang mengerjakan PhD-nya di University of Chicago tahun 1950, ketika Polisi Federal Amerika, FBI, mendatanginya.

Ialah yang diidentifikasi sebagai mata-mata dalam pesan rahasia Moskow itu.

Seorang penyusup lain di Los Alamos adalah Klaus Fuchs, ahli fisika Jerman yang telah ditahan di tahun sebelumnya, dan ia mengakui perannya mengirimkan rahasia nuklir Amerika kepada pihak musuh.

Namun FBI tak berhasil mendapat pengakuan dari Theodore Hall, maupun dari Saville Sax, yang juga mereka interogasi.

Perjalanan ke Inggris

Nama kedua ilmuwan ini tak disebut-sebut oleh para tersangka mata-mata lainnya. Pengawasan terhadap mereka juga tak memperlihatkan tanda-tanda spionase. Hall memang sudah tidak aktif lagi sesudah Manhattan Project.

Telegraf dari Moskow itu bisa dipakai bukti, tetapi pihak berwenang AS ragu untuk menggunakannya di pengadilan karena akan membuka fakta bahwa mereka berhasil membongkar kode rahasia Soviet.

Akhirnya, Hall lolos dari tuduhan, tidak seperti mata-mata lainnya yang dipenjara atau dihukum mati.

Bagaimanapun Hall dan istrinya khawatir terhadap keselamatan mereka. Ia meninggalkan pekerjaan akademisnya di Chicago dan bekerja sebagai periset rendahan di rumah sakit New York.

Tahun 1962 datang tawaran kerja kepadanya dari Cambridge University, dan ia pindah ke Inggris bersama istrinya.

Theodore Hall
Theodore Hall meninggal karena kanker ginjal tahun 1999 (BBC)

Theodore Hall pensiun tahun 1984 dan bersiap untuk menjalani hidup dengan kerahasiaan.

Namun tahun 1996, masa lalu mendatanginya. Telegraf yang menyatakan hubungannya dengan Rusia dinyatakan terbuka untuk publik.

Saat itu, para saksi yang mengetahui kegiatan Hall sudah meninggal dunia, termasuk Savile Sax.

Terungkap

''Ada tuduhan bahwa 'saya mengubah arah jalannya sejarah'," kata Hall kepada wartawan koran New York Times.

"Mungkin saja jalannya sejarah, jika tidak, mungkin dunia sudah jatuh pada perang nuklir. Misalnya bom atom bisa saja dijatuhkan di China tahun 1949 atau awal 1950-an."

"Jika memang saya berperan mencegah perang nuklir, saya terima tuduhan itu," tukasnya.

Tidak pernah ada lagi sejak serangan nuklir di Hiroshima dan Nagasaki 74 tahun lalu. Theodore Hall masuk liang kubur dengan keyakinan ia punya andil dalam hal itu.


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com