detikNews
Senin 12 Agustus 2019, 01:45 WIB

Fosil Burung Nuri Setinggi Satu Meter Ditemukan di Selandia Baru

BBC Magazine - detikNews
Fosil Burung Nuri Setinggi Satu Meter Ditemukan di Selandia Baru
Wellington - Gambar artis burung nuri terbesar di duniaPAMediaPalaeontologis menemukan tulang belulang fosil burung nuri di Selandia Baru bagian selatan.

Ilmuwan di Selandia Baru menemukan fosil burung nuri raksasa setinggi sekitar satu meter, hampir setengah tinggi manusia, yang hidup sekitar 19 juta tahun lalu.

Penemuan ini terjadi di St. Bathans, Othego, bagian selatan negara itu.

Melihat ukurannya yang sebesar itu, para ilmuwan meyakini burung tersebut tidak bisa terbang dan karnivora atau pemakan daging. Bila memang demikian, nuri purba ini berbeda dengan nuri yang dikenal sekarang.

Penemuan tentang burung ini di terbitkan di jurnal Biology Letters.

Dengan berat sekitar tujuh kilogram, burung ini diperkirakan dua kali lebih berat daripada kakapo, spesies burung nuri yang dikenal sebelumnya sebagai burung nuri paling besar.

Professor Trevor Worthy, ahli palaeontologi dari Flinders University, Australia dan penulis di jurnal itu mengatakan kepada BBC bahwa penemuan ini sangat penting.

Burung ini diberi nama Heracles inexpectatus sebagai pengakuan terjadap ukuran dan kekuatannya yang tak biasa.

Tulang-tulang burung ini yang awalnya diduga tulang burung elang atau bebek disimpan selama 11 tahun, sampai baru-baru ini dianalisis oleh satu tim paleontologi.

Worthy mengatakan seorang muridnya menemukan tulang burung nuri ini tak sengaja di laboratoriumnya ketika tengah melakukan proyek penelitian.

Perbandingan ukuran antara burung dan manusiaPAMediaBurung nuri yang dinamai Heracles ini diperkirakan besarnya setengah dari besar manusia.

Paruh burung nuri ini sangat besar sehingga Mike Archer dari bagian paleontologi di University of New South Wales menyebutnya "bisa memecahkan apa saja yang dia mau".

Namun karena nuri ini tidak memiliki pemangsa, kecil kemungkinan ia agresif, kata Worthy kepada BBC.

"Mungkin burung ini duduk di tanah, jalan-jalan, dan makan biji dan kacang-kacangan," katanya.

Paul Scofield, kurator senior sejarah alam di Canterbury Museum, mengatakan kepada AFP bahwa para peneliti "berani bertaruh burung itu tidak bisa terbang".

Penemuan burung besar di Selandia Baru bukannya tidak lazim. Negeri itu pernah menjadi rumah bagi moa, spesies yang kini punah yang tingginya diperkirakan mencapai 3,6 meter.

St. Bathans, tempat di mana tulang kaki burung nuri raksasa ini ditemukan, merupakan daerah yang dikenal berlimpah dengan fosil dari masa Miosen yang berlangsung antara 23 juga hingga 5,3 juta tahun lalu.

"Namun hingga kini tak ada yang pernah menemukan burung nuri raksasa di mana pun." kata Worthy.




(mae/mae)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com