detikNews
Selasa 06 Agustus 2019, 14:22 WIB

Kisah Ahli Komputer yang Lolos dari Hukuman Seumur Hidup di Iran

BBC World - detikNews
Kisah Ahli Komputer yang Lolos dari Hukuman Seumur Hidup di Iran
Ottawa -

Seorang warga Kanada kelahiran Iran melarikan diri dari Iran setelah dipenjara di sana selama 11 tahun dan kembali ke Kanada.

Saeed Malekpour dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas program komputer yang dirancangnya untuk mengunggah foto-foto yang, menurut otoritas Iran, digunakan pada sejumlah situs porno berbahasa Persia.

Saudaranya menggunggah video di media online yang menunjukkan kepulangannya ke Kanada pada Jumat lalu.

Dia melarikan diri dari Iran saat dibebaskan dari hukuman penjara jangka pendek.

Kasus yang dialami Malekpour merupakan salah-satu dari sejumlah kasus penting yang melibatkan warga Iran dengan dua kewarganegaraan atau warga asing yang memiliki izin menetap.

Dalam komentar yang dibagikan oleh kantor berita resmi peradilan Iran, Mizan Online, juru bicara Gholamhossein Esmaili mengatakan Malekpour sedang "cuti tiga hari dari penjara" dan "dilarang meninggalkan Iran".

"Rupanya dia menggunakan cara ilegal untuk meninggalkan Iran," tambah Esmaili.

https://twitter.com/Meriloooo/status/1157470809482383360

Payam Akhavan, profesor hukum internasional yang terlibat menangani kasus ini, mengatakan kepada media Kanada: "Dia sementara dibebaskan dari penjara di Iran setelah tekanan dari badan-badan hak asasi manusia PBB, dan dia harus melapor ke otoritas penjara lagi.

"Tapi dia malah meninggalkan negara itu dan tiba ke Kanada melalui negara ketiga."

Saudara perempuan Malekpour mengunggah videonya di media sosial ketika dia tiba di Kanada.

"Mimpi buruk akhirnya berakhir. Dia kembali ke rumah dan bertemu kembali dengan saudara perempuannya. Terima kasih Kanada," tulisnya.

Malekpour tidak memberikan rincian tentang situasi saat kepulangannya.

Perancang situs online ini ditangkap pada Oktober 2008 ketika mengunjungi ayahnya, yang kesehatannya memburuk, di Iran.

Dia berpendapat bahwa program yang dia buat adalah open source dan itu digunakan oleh situs web lain tanpa sepengetahuannya.

Dia awalnya dijatuhi hukuman mati, karena "menyebarkan tindakan koruptif di muka bumi". Hukuman ini kemudian diubah menjadi penjara seumur hidup, setelah dia dilaporkan "bertobat".

Selama dipenjara, Malekpour disiksa secara fisik dan psikis. Dia juga menghabiskan lebih dari setahun di sel isolasi, menurut Amnesty International.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed