detikNews
Selasa 09 Juli 2019, 15:25 WIB

The Night Watch Karya Rembrandt Direstorasi dan Disiarkan Langsung

BBC Magazine - detikNews
The Night Watch Karya Rembrandt Direstorasi dan Disiarkan Langsung
Amsterdam -

Museum di Amsterdam, Belanda, telah memulai restorasi terbesar yang pernah ada atas lukisan terkenal karya maestro Rembrandt, The Night Watch, dan mengundang orang-orang untuk menontonnya secara langsung.

Lukisan, yang dibuat pada 1642, ditempatkan di dalam ruang kaca yang dirancang khusus sehingga pengunjung museum masih dapat melihatnya saat proses pemulihan.

Proses restorasi salah-satu lukisan terpenting Rembrandt van Rijn ini, yang meninggal pada usia 63 di tahun 1669, juga disiarkan secara langsung secara online.

Lukisan yang memotret satuan pengamanan sipil ini terakhir kali direstorasi lebih dari 40 tahun silam sejak dirusak oleh seseorang dengan menggunakan pisau.

Night Watch dianggap sebagai karya paling ambisius Rembrandt.

Lukisan itu merupakan pesanan wali kota dan pemimpin pengamanan sipil Amsterdam, Frans Banninck Cocq.

Setinggi hampir empat meter dan lebar 4,5 meter, lukisan ini tersohor karena penggunaan pencahayaan yang dramatis.

Namun para ahli di Rijksmuseum Amsterdam khawatir aspek-aspek penting dari mahakarya ini berubah, dengan menunjuk sebagai contoh pada memudarnya sosok anjing kecil.

Pengelola museum itu mengatakan proyek penelitian dan restorasi yang tengah berjalan ini akan membantu mereka mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kondisi lukisan itu.

"Studi terperinci ini diperlukan untuk menentukan rencana perawatan terbaik, dan akan melibatkan teknik pencitraan, fotografi dengan resolusi tinggi dan analisis komputer yang sangat canggih," demikian kata pihak museum.

"Dengan menggunakan metode ini dan lainnya, kita akan dapat membentuk gambar yang sangat rinci dari lukisan itu, tidak hanya dari permukaan yang dicat, tetapi juga dari setiap lapisan, dari pernis hingga kanvas."

Proyek ini adalah restorasi terbesar pertama semenjak upaya perbaikan sejak 1975, ketika seorang pria bersenjatakan pisau roti melawan penjaga museum dan merobek lukisan itu, seraya berteriak bahwa dia "melakukannya untuk Tuhan".

Bagian dari lukisan itu itu juga diserang dengan pisau pada 1911 dan disemprot dengan bahan kimia pada 1990, tetapi ini hanyalah kerusakan kecil yang relatif mudah diperbaiki.

Pimpinan Rijksmuseum Amsterdam, Taco Dibbits, mengatakan museum mengizinkan publik untuk melihat proyek restorasi, yang dijuluki Operation Night Watch, karena lukisan itu "milik kita semua".

"Lebih dari 2,5 juta orang datang dan melihatnya setiap tahun. Itu adalah milik semua orang yang tinggal di Belanda, dan dunia. Dan kami merasa bahwa masyarakat memiliki hak untuk melihat apa yang terjadi pada lukisan itu," kata Dibbits saat peluncuran proyek restorasi ini, Senin (08/07).




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed