detikNews
Kamis 04 Juli 2019, 03:51 WIB

Tiap Menit Hutan Seluas Lapangan Sepak Bola di Amazon Brasil Hilang

BBC Magazine - detikNews
Tiap Menit Hutan Seluas Lapangan Sepak Bola di Amazon Brasil Hilang Hutan di Amazon, Brasil, rusak seluas lapangan sepak bola tiap menitnya
Brasilia - Deforestasi BBC Setiap lahan seluas "lapangan sepak bola" dilaporkan hilang dalam setiap menit.


Tingkat kerusakan hutan di kawasan Amazon, Brasil, dilaporkan meningkat tajam selama enam bulan berturut-turut tahun ini.

Data satelit menunjukkan, hutan-hutan seluas lapangan sepak bola ditebang setiap menit.

Deforestasi atau penebangan hutan semakin meningkat karena presiden Brasil yang berasal dari sayap kanan "lebih menyukai pembangunan ketimbang konservasi".

Padahal, Amazon, hutan hujan terbesar di dunia, menyimpan cadangan karbon penting untuk memperlambat laju pemanasan global.

Seorang pejabat senior Brasil, yang namanya dirahasiakan, mengatakan kepada kami bahwa pemerintahnya mendorong deforestasi.

Bagaimana hutan itu ditebangi?

Selain menggunakan buldoser, penggundulan hutan biasanya dilakukan dengan cara mendorong paksa akar pohon tersebut keluar dari tanah, atau dengan gergaji mesin.

Di sebuah tanah yang membentang luas, kami menemukan pohon-pohon raksasa yang sudah ditebangi dibiarkan tergeletak di bawah terik matahari.

Sebagian besar daun-daunnya masih hijau.

Nantinya, pohon-pohon ini akan dipotong menjadi kayu, lalu dijual atau dibakar, dan lahannya disiapkan untuk pertanian.

Sementara di tempat lain, para pembalak liar membuat jalan baru melewati semak belukar untuk bisa menemukan pohon-pohon berkualitas untuk dijual di pasar gelap, yang kerap dipesan banyak orang.

Apa artinya ini untuk hutan?

Foto-foto satelit menunjukkan hutan-hutan yang digunduli mengalami peningkatan tajam sejak Jair Bolsonaro menjadi presiden Brasil, negara yang memiliki sebagian besar wilayah Amazon.

Analisis terbaru yang cukup mengejutkan, menyebut sekitar satu hektar hutan digunduli setiap menit selama dua bulan terakhir.

Logging BBC Di sebuah lahan kosong terlihat pohon-pohon yang sudah ditebang dibiarkan di bawah terik matahari.


Berdasarkan sumber resmi, satu-satunya alasan terbesar untuk menebang pohon adalah untuk menciptakan padang rumput baru untuk ternak, dan selama kami berkunjung ke sana, kami melihat banyak sekali ternak merumput di lahan yang dulunya merupakan kawasan hutan hujan.

Selama 10 tahun terakhir, pemerintah berhasil mengurangi izin-izin penebangan hutan dengan menerapkan denda dan bekerja sama dengan agen-agen federal.

Namun kebijakan ini dihilangkan oleh Bolsonaro dan para menterinya yang mengkritik hukuman dan yang melihat penurunan dramatis dalam penyitaan kayu dan hukuman untuk kejahatan lingkungan.

Mengapa ini penting?

Miliaran pohon yang berada di hutan Amazon ini menyimpan karbon dalam jumlah besar, terakumulasi selama ratusan atau bahkan ribuan tahun.

Setiap tahun, daunnya juga menyerap sejumlah besar karbondioksida, yang jika tidak tertinggal di atmosfer akan menambah kenaikan suhu global.

Jair Bolsonaro AFP Bolsonaro meraih kekuasaan dengan agenda populis yang didukung oleh bisnis pertanian dan petani kecil.


Baru-baru ini sebuah penelitian menyebutkan, pohon-pohon di hutan hujan Amazon menghasilkan karbondioksida yang setara dengan emisi bahan bakar fosil dari sebagian besar sembilan negara yang memiliki atau membatasi hutan antara tahun 1980-2010.

Selain memiliki keanekaragaman hayati, hutan ini juga merupakan habitat bagi 10% jenis tanaman dan hewan yang hidup di kawasan tersebut.

Dan wilayah ini juga merupakan tempat tinggal bagi satu juta penduduk asli yang menghabiskan waktunya untuk berburu dan berkumpul di antara pepohonan.

Apa arti kebijakan baru ini bagi Brasil?

Menurut seorang pejabat senior lingkungan pemerintahan Brasil, dampaknya begitu "besar" sehingga ia berani mengambil risiko diwawancarai oleh kami agar menarik perhatian dunia.

Kami harus bertemu diam-diam dan menyamarkan wajah serta suaranya karena Bolsonaro melarang staf di kementerian lingkungannya untuk berbicara kepada media.

Selama tiga jam kami mewawancarainya, sebuah gambaran mengejutkan muncul dari tim-tim kecil, dari para pakar pemerintah yang bersemangat menyelamatkan hutan, tetapi secara serius dirusak oleh politisi-politisi senior mereka sendiri.

Amazon BBC Organisasi pertanian berpendapat bahwa jaringan kawasan hutan yang dilindungi terlalu dibatasi.


Bolsonaro meraih kekuasaan dengan agenda populis yang didukung oleh bisnis pertanian dan petani kecil, banyak di antaranya percaya bahwa terlalu banyak wilayah Amazon dilindungi dan bahwa staf lingkungan memiliki terlalu banyak pengaruh.

Ia mengatakan ingin melemahkan undang-undang yang melindungi hutan dan menyerang pegawai negeri yang tugasnya melindungi hutan.

Alhasil, menurut pejabat kementerian lingkungan, mengatakan "rasanya kita adalah musuh Amazon, padahal sebenarnya kita harus dilihat dengan cara yang sama sekali berbeda, sebagai orang yang berusaha melindungi warisan ekologis kita untuk generasi mendatang".

"Mereka tidak ingin kita berbicara karena kita akan mengatakan yang sebenarnya, bahwa kawasan konservasi sedang diserang dan dihancurkan, ada banyak orang yang menandai daerah yang harus dilindungi."

Jadi apa yang bisa terjadi selanjutnya?

Para pejabat tersebut yakin angka-angka deforestasi bisa lebih buruk dari yang resmi diumumkan.

"Ada upaya pemerintah untuk menunjukkan data yang salah, untuk menunjukkan angka tidak menggambarkan kenyataan," katanya kepada saya.

Para menteri sedang mempertimbangkan untuk menyewa kontraktor independen untuk menangani informasi dari gambar satelit di wilayah tersebut, mempertanyakan pekerjaan lembaga pemerintah saat ini.

Indigenous groups BBC Sebanyak satu juta suku asli Amazon mendiami wilayah hutan tersebut.


Juga, musim hujan yang akan berakhir, dan karena penggundulan hutan biasanya terjadi di bulan-bulan kemarau tahun ini, pejabat itu khawatir akan semakin menambah kerugian.

"Sebenarnya, itu bisa lebih buruk," katanya, karena banyak kawasan hutan yang baru saja digunduli belum sempat diambil foto-fotonya.

"Orang-orang perlu tahu apa yang terjadi karena kita membutuhkan teman untuk melawan invasi, melindungi kawasan, dan melawan deforestasi."

Apa yang pemerintah katakan?

Kami mengajukan lagi permintaan wawancara dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Pertanian, namun ditolak.

Awal tahun ini, Bolsonaro, yang dijuluki 'Trump dari kawasan tropis', mengundang presiden AS untuk menjadi mitra dalam mengeksploitasi sumber daya Amazon.

Bulan lalu, dalam sebuah wawancara dengan BBC Brasil, Menteri Lingkungan Hidup, Ricardo Salles, mengatakan para pemilik tanah harus diberi imbalan karena telah melestarikan hutan dan bahwa negara-negara maju harus membayar tagihan.

Dan ada respons tegas ketika ada seruan dari dunia luar agar hutan diselamatkan.

Bulan lalu, penasihat keamanan utama presiden, Jenderal Augusto Heleno Pereira, mengatakan kepada Bloomberg bahwa pernyataan yang menyebut Amazon adalah bagian dari warisan dunia adalah "omong kosong."

"Amazon adalah Brasil, warisan Brasil dan harus ditangani oleh Brasil untuk kepentingan Brasil," katanya.

Bagaimana pandangan para petani?

Selama beberapa dasawarsa, organisasi-organisasi pertanian berpendapat Brasil yang merupakan negara berkembang terlalu membatasi jaringan kawasan hutan lindung dan cagar alam untuk masyarakat adat sehingga sulit menciptakan lapangan kerja.

Seorang tokoh terkemuka dari serikat petani di kota Santarem, pusat kegiatan pertanian kedelai dan ternak, mengatakan kepada saya bahwa negara-negara lain telah menebangi pohon-pohon mereka untuk pertanian, tetapi kini ia ingin Brasil tidak melakukan hal yang sama.

Vanderley Wegner mengatakan bahwa AS dan Eropa, yang membeli produk dari wilayah Amazon, memiliki kontrol yang jauh lebih ketat terhadap hutan mereka, dan bahwa Eropa "memiliki sedikit lahan hutan".

"Kita harus mengembangkan Amazon. Lebih dari empat juta orang tinggal di sini dan mereka juga membutuhkan pembangunan, itu adalah hak konstitusional setiap warga negara Brasil," katanya.




(jbr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed