detikNews
Jumat 14 Juni 2019, 14:58 WIB

Kisah Ilmuwan dari Desa Miskin di Balik Misi India ke Bulan dan Mars

BBC Magazine - detikNews
Kisah Ilmuwan dari Desa Miskin di Balik Misi India ke Bulan dan Mars Dr. Annadurai berdiri di depan satelit Chandrayaan-1. (Pallava Bagla/Getty)
New Delhi - Dr. Mylswamy Annadurai adalah salah satu ilmuwan paling terkemuka di India. Ia berada di balik misi negara itu untuk ke bulan dan planet Mars.

Tiga tahun pertamanya di sekolah sangat tidak lazim: di bawah pohon, di beranda kuil desa atau bahkan di kandang sapi.

"Dulu saya membersihkan kotoran sapi sebelum masuk kelas. Baunya tidak hilang." Demikian dikatakannya.

Bagaimana kehidupannya?

Misi awal

Annadurai ketika berumur 9 tahun di sekolahAnnaduraiAnnadurai ketika berumur sembilan tahun bersama teman-teman di sekolahnya.

Di tahun 1960-an, Amerika Serikat dan Uni Soviet bersaing untuk misi luar angkasa. India mulai mengarah ke sana dengan peluncuran roket pertama tanggal 21 November 1963.

Annadurai tinggal di desa bernama Kodhawady, di Negara Bagian Tamil Nadu di mana sebagian penduduknya hidup dalam keadaan praindustri dengan akses kecil terhadap kesehatan dan pendidikan.

Pelajar teladan

Kemiskinan tidak menghentikannya menjadi murid yang pandai. Ia secara khusus suka dengan ilmu pasti dan matematika, tetapi tidak suka sejarah.

Annadurai (tengah) dan saudara-saudaranyaAnnaduraiAnnadurai (tengah) dan saudara-saudaranya.

"Ayah saya pernah bilang, tujuan belajar sejarah adalah untuk membuat sejarah," katanya kepada BBC.

Ayahnya adalah guru sekolah yang menggunakan kemampuannya menjahit untuk mendapat uang tambahan. Uangnya cukup untuk menghidupi keluarga dan sedikit untuk disisihkan.

Annadurai saat itu tidak bisa membayangkan akan bersekolah tinggi, sampai tiba-tiba sesuatu terjadi.

"Ketika usia 12, dari radio saya mendengar ada beasiswa untuk pelajar di desa-desa. Saya pun melamar."

Berkat beasiswa itu, Annadurai bisa bersekolah di kota terdekat. Ia pun lulus sebagai pelajar terbaik di distriknya, dengan urutan 39 di seluruh negara bagian. Dengan prestasi itu, Annadurai bisa memperoleh beasiswa lagi.

Perjuangan awal

Tahun 1975, badan antariksa India meluncurkan satelit bernama Aryabhata dengan bantuan Rusia. Satelit itu dirancang untuk bertahan enam bulan, tetapi hanya bisa berfungsi selama empat hari.

Annadurai pada awal 1980-an.AnnaduraiAnnadurai pada awal 1980-an.

Annadurai bergabung dengan badan antariksa India, Indian Space Research Organisation (ISRO) awal tahun 1980-an.

Sebagai orang Tamil, ia mengalami kesulitan berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan Hindi.

"Orang suka menertawakan bahasa Inggris saya," katanya.

Satelit pertama yang dirancangnya bisa mencapai orbit 400 km di atas Bumi, tetapi tak berjalan seperti rencana dan jatuh di Teluk Bengal.

Mengincar bulan

Annadurai sempat mengelola delapan satelit INSAT yang digunakan India mulai dari ramalan cuaca hingga penyiaran. Pada tahun 2003 ia sempat berpikir pindah ke perusahaan swasta sampai akhirnya dipilih untuk memimpin misi India untuk ke bulan.

Annadurai mengunjungi sawahAnnaduraiAnnadurai berpendapat program luar angkasa India bisa membantu pertanian.

Pada pertengahan Oktober 2008, satelit Chandrayaan-1 diluncurkan dari Sriharikota, 100km sebelah utara kota Chennai. Satelit ini berhasil menancapkan bendera India di bulan dan memastikan keberadaan air di sana.

Media India merayakan sukses tersebut, tetapi banyak yang mempertanyakan proyek itu di tengah kemiskinan yang melanda jutaan orang di India.

Sikap Annadurai jelas. "Salah satu alasan utama kemiskinan adalah kurangnya peran serta India dalam revolusi industri. Sebagai bangsa dengan sumber daya manusia yang besar, kami tak bisa jadi penonton saja dan kehilangan kesempatan yang bisa didapat dari eksplorasi luar angkasa."

Ke planet Mars

Beberapa tahun kemudian di bawah kepemimpinan Annadurai, India menjadi negara pertama yang sukses mengirimkan satelit ke Mars pada percobaan pertama.

Pengorbit Mars India Pengorbit Mars diletakkan di dalam roket. (Getty Images)

Diperlukan waktu sepuluh bulan lebih bagi Orbiter Mars milik India untuk mencapai si planet merah. Biaya yang dibutuhkan adalah US$73 juta, yang merupakan misi ke Mars yang paling minim biaya.

Uang kertas 2000 rupee Gambar pengorbit Mars di uang kertas 2000 rupee di India.Chandrayaan-2 (RBI)

Bulan Juli tahun ini India akan meluncurkan misi ke bulan lagi, "Chandrayaan-2", 11 tahun sesudah misi pertama ke bulan. Fokus misi ini adalah permukaan bulan dan pengumpulan data tentang air, mineral dan formasi batuan bulan. Dr. Annadurai mengepalai misi ini di tahun-tahun awal.

Bagian dari satelit India merencanakan pendaratan di sisi selatan bulan. (EPA)

"Ini merupakan misi paling rumit yang pernah kami coba," katanya.

Pengakuan

Dr. Annadurai ingin menyaksikan misi ini, tetapi ia pensiun di akhir Juli 2018.

Ia menjadi kepala komisi PBB dalam misi damai luar angkasa selama dua tahun. Ia juga menerima banyak penghargaan nasional dan internasional termasuk penghargaan tertinggi ketiga bagi orang sipil yang diberikan pemerintah India.

Dr. Annadurai mengawasi pengunggahan ke satelit.Annadurai Dr.Annadurai mengawasi pemuatan ke satelit.

"Ketika berusia 10 tahun, saya ingin belajar berenang. Teman saya mengajak ke kolam pertanian besar dan menceburkan saya ke sana. Saya susah payah mencoba terus bisa mengambang. Takut sekali, tapi saya belajar dengan cepat. Lingkungan sulit seperti itu membuat saya sadar, pendidikan bisa menjadi jalan keluar dari kemiskinan."

Annadurai mengunjungi desanya secara reguler dan mengumpulkan dana untuk merenovasi gedung sekolahnya dulu.

Sejarah

Dr. Annadurai mengendarai mobil kecil dan tinggal di kawasan pemukiman sederhana. Ia menyatakan hidup dengan nyaman dan tak pernah menjadikan uang sebagai motivasi utama.

Dr. Annadurai bersama orang tua dan anggota keluarga besarnya.Annadurai Dr.Annadurai bersama orang tua dan anggota keluarga besarnya.

"Ketika mengerjakan Chandrayaan-1, saya bilang ke teman satu tim: 'Ini bukan sembarang proyek, kita sedang membuat sejarah.'"

Dr. Annadurai mungkin tak terlalu suka sejarah. Namun kisah hidupnya kini menjadi bagian kurikulum sekolah di Negara Bagian Tamil Nadu.

DO NOT DELETE OR TRANSLATE! Digihub tracker for 46722527


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed