DetikNews
Kamis 13 Juni 2019, 14:30 WIB

Kesaksian Penyintas Tragedi Chernobyl: Saya Lihat Sendiri Kehancurannya

BBC Magazine - detikNews
Kesaksian Penyintas Tragedi Chernobyl: Saya Lihat Sendiri Kehancurannya
Moskow -

Beberapa jam setelah bencana nuklir terburuk di dunia, insinyur Oleksiy Breus memasuki ruang kendali reaktor nomor 4 di pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl di Ukraina.

Sebagai anggota staf pembangkit listrik sejak 1982, dia menjadi saksi hidup apa yang terjadi setelah ledakan yang terjadi pada 26 April, 33 tahun lalu.

Kisah bencana ledakan reaktor nuklir ini, seperti diceritakan dalam miniseri yang disiarkan HBO/Sky, mendapat penilaian 9,6 di situs IMDb, menjadikannya serial ini menjadi tayangan TV peringkat atas.

Orang-orang Rusia dan Ukraina telah menontonnya melalui internet dan miniseri ini menjadi film yang paling digemari, menurut situs rating Rusia, Kinopoisk.

Breus bekerja dengan banyak orang yang digambarkan dalam mini seri itu dan memberikan penilaiannya tentang film itu.

Peringatan: Kisah ini berisi alur cerita dari miniseri.

Film ini berdasar fakta atau fiksi?

"Saya sangat terkejut mereka bahkan membawa kita ke sana," tutur Breus, mengisahkan tentang pagi hari setelah ledakan terjadi.

"Reaktornya terlihat sangat hancur, seperti tidak ada yang tersisa di sana."

Beberapa dari kejadian yang dia saksikan pagi hari itu secara realistis digambarkan dalam mini seri dengan lima episode itu, katanya, namun bebera yang lain dia gambarkan sebagai fiksi.

"Bencana Chernobyl digambarkan dengan cara yang sangat kuat, sebagai bencana global yang menyerap sejumlah besar orang. Juga, emosi dan suasana hati pada waktu itu ditampilkan dengan sangat tepat, baik di antara personel maupun pihak berwenang.

"Kendati begitu, aspek teknologi memiliki beberapa perbedan... yang mana bukan berarti kebohongan, tapi hanya fiksi," tambahnya.

Bagaimana dengan tokoh utamanya?

Peran dari tiga tokoh utama menjadi pusat perhatian mini seri ini adalah Direktur pembangkit listrik Viktor Bryukhanov, kepala insinyur Nikolai Fomin dan wakil kepala insinyur Anatoly Dyatlov.

Namun, Oleksiy Breus melihat penggambaran mereka di dalam serial itu sebagai "bukan fiksi, tetapi kebohongan terang-terangan".

"Karakter mereka terdistorsi dan disalahartikan, seolah-olah mereka adalah penjahat. Mereka tidak seperti itu."

"Mungkin, Anatoly Dyatlov menjadi anti-pahlawan utama dalam serial ini karena itulah yang dirasakan oleh pekerja pembangkit listrik, bawahan dan manajemen puncaknya, pada awalnya. Kemudian persepsi ini berubah."

Ketiga pria itu dijatuhi hukuman 10 tahun di kamp kerja paksa karena peran mereka dalam bencana nuklir terbesar itu dan pencipta serial Chernobyl, Craig Mazin, menyatakan bahwa Dyatlov khususnya adalah "pengganggu sejati", yang kemudian membuat pernyataan yang tidak kredibel

Viktor Bryukhanov (kiri) duduk di samping wakil kepala insinyur Anatoly Dyatlov (kemeja oranye) dan kepala insinyur Nikolai Fomin dalam persidangan kasus tragedi nuklir itu.
Viktor Bryukhanov (kiri) duduk di samping wakil kepala insinyur Anatoly Dyatlov (kemeja oranye) dan kepala insinyur Nikolai Fomin dalam persidangan kasus tragedi nuklir itu. (Getty Images)

"Para operator takut kepadanya," ujar Breus.

"Ketika dia hadir di blok, kehadirannya menciptakan ketegangan semua orang. Namun tak peduli betapa kerasnya dia, dia seorang profesional tingkat tinggi."

Seberapa akurat penggambaran radiasi?

Breus mengatakan pencipta serial Chernobyl menunjukkan efek radiasi pada tubuh manusia dengan baik.

Beberapa jam setelah ledakan, ia berbicara dengan Oleksandr Akimov, pemimpin giliran kerja di reaktor No. 4, dan operator Leonid Toptunov, yang keduanya tampil menonjol di serial ini.

"Mereka tidak terlihat sehat, lebih tepatnya," katanya.

"Jelas mereka merasa sakit. Mereka sangat pucat. Toptunov benar-benar memucat."

Dalam dua minggu, baik Akimov dan Toptunov meninggal di rumah sakit Moskow karena sindrom radiasi akut (ARS).

"Saya melihat rekan-rekan lain yang bekerja malam itu. Kulit mereka berwarna merah cerah. Mereka kemudian meninggal di rumah sakit di Moskow."

"Paparan radiasi, kulit merah, luka bakar karena radiasi dan luka bakar karena upa panas, adalah yang yang dibicarakan banyak orang, tetapi hal itu tidak pernah diperlihatkan seperti ini."

"Ketika saya menyelesaikan shift saya, kulit saya menjadi coklat, seolah-olah saya saya habis berjemur. Bagian tubuh yang tidak tertutup oleh pakaian -seperti tangan, wajah dan leher- berwarna merah."

Dalam minggu-minggu segera setelah ledakan, 29 pekerja pembangkit listrik dan petugas pemadam kebakaran meninggal karena ARS, yang disebabkan oleh paparan radiasi dosis tinggi, menurut pejabat Soviet.

Dua pekerja lagi meninggal karena cedera. Mayat salah satu dari mereka, Valery Khodemchuk, tidak pernah ditemukan dari puing reaktor.

Seberapa besar apinya?

Vasily Ignatenko, digambarkan dalam serial sebagai salah satu petugas pemadam kebakaran pertama yang dikirim untuk mengatasi kobaran api.

Petugas pemadam kebakaran yang dikirim dari negara tetangga Pripyat tidak mengetahui adanya paparan radiasi dan Ignatenko meninggal karena sindrom radiasi akut pada 13 Mei 1986.

Tiba di tempat kerja pagi itu, Breus mengatakan dia tidak melihat api.

Pemandangan kehancuran gedung dari atap reaktor No. 3
Pemandangan kehancuran gedung dari atap reaktor No. 3 (Getty Images)

"Saya melihat kehancuran di reaktor No.4. Anda bisa melihat peralatan dan pompa terbuka. Tidak ada asap atau api, hanya uap yang berasal dari bagian yang rusak."

Sebagian besar petugas pemadam kebakaran menuangkan air ke reaktor yang rusak, katanya.

"Aliran air yang dituangkan petugas pemadam kebakaran mungkin menguap sebelum mencapai reaktor."

Petugas pemadam kebakaran juga diminta untuk membantu membersihkan puing radioaktif dari atap setelah api dipadamkan.

Pemadam kebakaran sebelum membersihkan puing-puing reaktor No.4 pada 1986
Pemadam kebakaran sebelum membersihkan puing-puing reaktor No.4 pada 1986 (Getty Images)


Seberapa akurat penggambaran para pekerja?

Salah satu adegan paling dramatis di miniseri ini menunjukkan tiga pekerja pembangkit listrik yang secara sukarela pergi ke terowongan bawah tanah di bawah reaktor yang rusak untuk membuka katup drainase yang vital.

Ada kekhawatiran bahwa "lava" dari reaktor cair dapat mencapai air, memicu ledakan lebih lanjut yang berpotensi jauh lebih kuat.

Bertentangan dengan laporan bahwa ketiga penyelam meninggal karena paparan radiasi akibat tindakan mereka, ketiganya selamat.

Pemimpin shift Borys Baranov meninggal pada 2005, sementara Valery Bespalov dan Oleksiy Ananenko, keduanya kepala insinyur dari salah satu bagian reaktor, masih hidup dan tinggal di ibukota, Kiev.

"Itu adalah tugas kami," kata Oleksiy Ananenko, yang memang sedang bertugas pada saat itu, sementara yang lain diperintahkan oleh manajer mereka.

Mereka tahu di mana katup itu, jadi mereka adalah orang yang tepat untuk tugas itu.

"Jika saya tidak melakukannya, mereka bisa memecat saya. Bagaimana saya bisa menemukan pekerjaan lain setelah itu?"

Dia pun menunjukkan beberapa ketidakakuratan dalam penggambaran mereka dalam serial itu.

Wajah mereka hanya ditutupi sebagian oleh respirator, sehingga mereka dapat berbicara satu sama lain, mereka tidak ditawari hadiah, dan mereka tidak mendapat pujian atas keberhasilan mereka kembali.

"Itu hanya pekerjaan kami. Siapa yang akan menyambut itu?"

Penambang ditugaskan menggali terowongan di bawah reaktor untuk menciptakan ruang agar menghentikan lelehan inti reaktor merembes melalui beton yang retak, dan mencemari air tanah, mengancam jutaan jiwa.

Suhu di bawah reaktor sangat tinggi dan serial ini menunjukkan mereka telanjang bulat.

"Mereka melepas pakaian mereka, tetapi tidak seperti yang ditunjukkan dalam film, tidak langsung telanjang bulat," Breus menegaskan, juga menunjukkan bahwa peran mereka pada akhirnya tidak signifikan untuk kisah tentang Chernobyl.

Para penambang menuntaskan tugasnya lebih awal dari jadwal namun pada saat itu inti reaktor telah mendingin dengan sendirinya.

"Para penambang ditampilkan sebagai orang tangguh yang tidak takut pada apa pun, tetapi bukan pekerja pembangkit listrik."

Seberapa fatalkah 'Jembatan Kematian'?

Dalam seri ini, warga Pripyat bergegas ke jembatan kereta api untuk melihat api dengan lebih baik, namun tidak menyadari paparan radiasi yang ditimbulkan oleh ledakan reaktor.

Anak-anak diperlihatkan bermain dalam debu radioaktif yang jatuh dari langit seperti salju.

Jembatan kereta api ini kemudian dikenal sebagai "Jembatan Kematian" setelah ada laporan bahwa mereka yang berdiri di sana diduga meninggal karena paparan radiasi.

Tetapi Breus yakin sebagian besar penduduk Pripyat tidur ketika ledakan terjadi dan baru mengetahui bencana itu ketika tiba di tempat kerja keesokan paginya.

"Saya belum pernah mendengar ada kerumunan orang yang pergi menonton api di malam hari," katanya.

"Di rumah sakit, saya dirawat dengan seorang pria yang bersepeda ke jembatan itu pada pagi hari tanggal 26 April untuk menontonnya. Dia menderita jenis sindrom radiasi akut ringan," kata seorang dokter.

"Teman lain yang dirawat pada saat yang sama mengatakan dia berkencan dengan pacarnya di dekat jembatan malam itu. Dia memiliki masalah kesehatan sesudahnya."

Bagaimana serial itu menggambarkan Uni Soviet?

Oleksiy Breus mengatakan bencana itu membantu mengungkap kekurangan substansial dari sistem Soviet.

"Misalnya, kerahasiaan yang tidak berguna itu, yang menjadi salah satu alasan di balik bencana Chernobyl. Ketika operator menekan tombol merah, reaktor tidak berhenti tetapi meledak."

Tapi sementara banyak yang memuji perhatian acara ini terhadap detail, ia percaya itu juga salah satu kelemahan serial TV.

"Ada banyak stereotip yang ditampilkan, khas penggambaran Barat tentang Uni Soviet," kata Oleksiy Breus.

"Gelas besar, vodka, KGB di mana-mana."

Namun, pada akhirnya, dia senang acara tersebut telah memfokuskan kembali perhatian pada bencana dan skala kerusakan yang ditimbulkan.

"Skornya yang tinggi menunjukkan bahwa orang-orang masih tertarik pada Chernobyl. Ini bukan hanya minat lokal, untuk sekelompok kecil orang, tetapi di seluruh dunia."


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed